TAJDID.ID
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • Celebrity
  • Entertainment
  • Beauty
  • Culture
  • Fashion
  • Living
    • All
    • Health
    • Travel

    This Year’s Go-To Tropical Vacation Spot Is Baha Mar in the Bahamas

    These Gucci Baroque Sets Are the Ultimate Spring Head-Turners

    Your Blonde Hair Needs These Purple Shampoos, For Sure

    Exactly What to Eat For a Week to Lose Weight, The Healthy Way

    I Went to a Couples Resort With My Mom And It Was Actually Super Chill

    These Things You Should Know Before Getting Lip Injections

    Trending Tags

    • Game of Thrones
    • Avengers:Endgame
    • Billboard
    • Holliwood
    • Music
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • Celebrity
  • Entertainment
  • Beauty
  • Culture
  • Fashion
  • Living
    • All
    • Health
    • Travel

    This Year’s Go-To Tropical Vacation Spot Is Baha Mar in the Bahamas

    These Gucci Baroque Sets Are the Ultimate Spring Head-Turners

    Your Blonde Hair Needs These Purple Shampoos, For Sure

    Exactly What to Eat For a Week to Lose Weight, The Healthy Way

    I Went to a Couples Resort With My Mom And It Was Actually Super Chill

    These Things You Should Know Before Getting Lip Injections

    Trending Tags

    • Game of Thrones
    • Avengers:Endgame
    • Billboard
    • Holliwood
    • Music
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Kesenjangan Sosial Ekonomi dan Perjuangan Moderasi Keagaaman

by Mujaddid
2020/12/15
Reading Time: 4 mins read
0
Bagikan di Facebook
Bagikan di Twitter
Bagikan di Whatsapp
Ilustrasi kesenjangan sosial ekonomi.

Indonesia adalah negara yang paling senjang dan menjadi lahan yang subur untuk radikalisasi. Itu disebut tegas oleh Prof Dr Didik J Rahbini kemaren, pada seminar Majelis Tarjih. Jika dirunut sejarahnya, ternyata ini sudah berlangsung sejak pertamakali penjajah Portugis datang dan bercokol di sini (1509-1595) yang kemudian disusul oleh 5 bangsa penghisap darah lainnya (Spanyol, 1521-1692; Belanda,1602-1942; Perancis, 1806-1811; Inggris, 1811-1816); dan Jepang, 1942-1945).

Adalah kebodohan yang “dikehendaki pihak dominan dalam satu bangsa” seperti di Afrika Selatan zaman pra Nelson Mandela, memperjuangkan moderasi keberagamaan oleh kaum elit yang dipilih tanpa memahami fakta dan akar masalah kesenjangan sosial ekonomi.

Hambatan ketidakadilan dan kesenjangan sosial ekonomi yang dipelihara zaman pra Nelson Mandela yang berakar pada kolonialisme kita tahu telah membawa korban kemanusiaan yang tak terperikan. Tetapi itu hanya menjadi catatan pinggir belaka karena mereka tahu cara memutarbalik fakta bahwa dengan penjajahanlah interaksi dengan modernitas berlangsung di semua koloni.

RELATED STORIES

NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas

NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas

28 Juli 2026
113
Shohibul: Presiden Sebaiknya Rombak Struktur Anggaran

Sosiolog Soroti Universitas Republik Indonesia: “Institusi Pendidikan atau Reproduksi Elit Kekuasaan?”

24 Juli 2026
131

***

Nelson Mandela sendiri ditetapkan secara hukum sebagai radikal, ekstrimis, kriminal dan sebutan khas kolonial lainnya karena nenentang kondisi struktural yang sangat menindas mayoritas (Benson, 1986).

Ia lama sekali mendekam di penjara. Bayangkan, 27 tahun penjara, terbagi antara Pulau Robben, Penjara Pollsmoor dan Penjara Victor Verster. Ia pun sadar kemajuan missi agama tertentu di negerinya sangat pesat dan itu dikendalikan ketat dari negara paling maju.

Tetapi orang yang beragama di sini mungkin hanya ingin sukses mengejar kesalehan pribadi. Itu corak dan mazhab teologi yang diajarkan. Makanya tak ada secuil pembelaan untuk Nelson Mandela; dari kaum elit keagamaan, dari lembaga kemanusiaan dan apalagi media arus utama.

Bahkan Tuhan yang selalu dialamatkan doa untuk keselamatan “akhirnya tahu” tak pernah beroleh lantunan narasi permintaan keadilan sosial kecuali dari warga jajahan pemilik asli benua hitam yang tertindas. Tuhan dan agama telah tak difahami sejatinya di sini.

Mungkin orang menjadi tak tersalahkan jika berfikir di sini bahwa Tuhan berkulit hitam perlu hadir memimpin perlawanan terhadap Tuhan berkulit putih seperti ditulis Greg Keyes dalam Blackgod (2015) dan Biko Lives (2008). Ketika membuat resensi terhadap Biko Lives, Tinyiko Maluleke memberi judul ulasannya sangat mengharukan “May The Black God Stand, Please! Biko’s Challenge To Religion”.

Bersambung (Hal 3)

Page 2 of 3
Prev123Next
Tags: Kesenjangan Sosial politik ekonomiKesnjanganmoderasimoderasi keagamaanshohibul anshor siregar

About Us

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Recent Stories

  • Perkuat Ekosistem Digital Kampus, Rektor UMSU Temui Menteri Komdigi Meutya Hafid
  • Jadi Kontingen Terbesar di ASEAN, UMSU Utus 47 Mahasiswa Kuliah dan Studi Pengalaman di Malaysia

Categories

  • 'Aisyiyah
  • Advertorial
  • AUM
  • Beauty
  • Catatan Hukum
  • Celebrity
  • Celotehan
  • Cerpen
  • Culture
  • Daerah
  • Editorial
  • Entertainment
  • Esai
  • Fashion
  • Foto
  • Health
  • Hizbul Wathan
  • IMM
  • Internasional
  • IPM
  • Islam
  • Jepretan
  • Jufri Daily
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Kemuhammadiyahan
  • Kesehatan
  • Kiat
  • KOKAM
  • Kutipan
  • LabMu
  • LazisMu
  • Living
  • M. Risfan Sihaloho
  • MahasiswaMu Menulis
  • MCCC
  • MDMC
  • Medsos
  • Muhammadiyah
  • Muktamar
  • Muktamar 49
  • Muswil13
  • Nasional
  • Nasyiatul 'Aisyiyah
  • Nukilan
  • Olah Raga
  • Opini
  • Ortom
  • Pedoman
  • Pemilu
  • Pemko Binjai
  • Pemuda Muhammadiyah
  • Pengumuman
  • Percikan
  • Pilkada
  • Prestasi
  • PTM/A
  • Puisi
  • Resensi
  • Sains
  • Sejarah
  • Semarak Muktamar
  • Sosok
  • Syahdan
  • TAJDID Channel
  • Tapak Suci
  • Teknologi
  • Tilikan
  • Tokoh Dunia
  • Tokoh Nasional
  • Travel
  • Ulasan
  • Uncategorized
  • Utasan
  • Video
  • Wawasan

Follow Us

Facebook
Twitter
Instagram

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us