No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Ir Djuanda: Tokoh Muhammadiyah yang Jadi Bapak Maritim Indonesia

11 Januari 2022
in MahasiswaMu Menulis, Muhammadiyah, Sosok, Tokoh Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
A A
1
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Yola Sundari


Muhammadiyah selalu berdakwah dengan mendidik dan mengkader manusia yang prosesnya selaras dengan jati diri. Kecenderungan dan pilihan hidup masing-masing sehingga kader itu mampu tampil dan berperan sebagai manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Kader ini sering dibedakan menjadi tiga kategori. Pertama, mereka yang memilih menjadi kader dan tokoh bangsa. Kedua, mereka yang memilih menjadi tokoh umat Islam. Dan ketiga, mereka yang memilih menumbuhkan diri menjadi kader tokoh organisasi Muhammadiyah.

Diantara mereka yang tumbuh menjadi kader dan tokoh bangsa adalah Ir Haji DjuandaKartawijaja.

Ir Djuanda lahir dari keluarga ningrat yang taat. Beliau merupakan kelahiran Tasikmalaya 14 Januari 1911 dari keluarga ningrat Sunda. Sehingga untuk menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi bukan hal yang sulit untuk ia lakukan, mengingat beliau berasal dari keluarga yang berkecukupan.

 

BACA JUGA

Perluas Jejaring Akademik, SPs UMSU Gelar Sosialisasi, Promosi dan Penandatanganan MoU dengan STKIP Palas

SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban Laksanakan Pelatihan PMR

Dari Limbah Menjadi Berkah: Dosen UM Bandung Ajak Umat Menjaga Alam lewat Kaskara Kopi

Ponpes Muhammadiyah Kwalamadu Gelar “Dauroh Qur’an” di Lembah Sidebudebuk

Borong Piala dalam Event MBS FEST 2025, SD MUDA jadi Sekolah Pilihan Masyarakat

Dosen dan Mahasiswa FISIP UMSU Lanjutkan Gerakan “Meminjamkan Mata” Berbasis Digital di Yayasan Pendidikan Tunanetra Sumatera

Pengabdian kepada Muhammadiyah

Padatahun 1933 sampai dengan tahun 1937 Ir Djuanda mengabdikan diri menjadi guru di SMA Muhammadiyah Jakarta. Djuanda saat itu ditawari menjadi dosen di ITB, tetapi beliau lebih memilih menjadi guru di SMA Muhammadiyah Jakarta yang tentu gajinya jauh lebih kecil dari pada ia menjadi dosen. Beliau juga dipercaya oleh Institusi SMA Muhammadiyah Jakarta untuk menjadi kepala sekolah. Beliau dikenal sebagai pegawai teladan yang bekerja melampaui batas panggilan tugasnya.

Selepas menjadi guru dan kepala sekolah Muhammadiyah, kemudian beliau menjadi pegawai di Jawatan Irigasi Jawa Barat, kemudian berpindah di lembaga DPU di Jawa Barat.

Menjelang Indonesia merdeka, Djuanda juga memimpin peralihan jawatan Kereta Api dari kekuasaan Jepang ke Indonesia. Setelah itu Djuanda dipercaya menjadi menteri antara tahun 1946 sampai dengan 1963 awal Indonesia merdeka hingga sebelas kali.

Memperjuangkan Kemaritiman Negara Indonesia

Nama Djuanda Kartawijaja paling diingat karena “Deklarasi Juanda” yang sangat penting bagi penyatuan laut di Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, Juanda menjabat sejumlah posisi penting di Pemerintahan, mulai dari Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Pertahanan, Menteri Keuangan hingga Perdana Menteri pada tahun 1957.

Saat menjabat Perdana Menteri inilah, DJuanda merintis penyatuan laut Indonesia. Sebelum tahun 1957 batas wilayah laut Indonesia masih diatur oleh Ordonansi Hindia Belanda pada tahun 1939.

Dalam aturan tersebut, pulau-pulau di wilayah nusantara dipisahkan oleh laut dan setiap pulau hanya berhak atas 3 mil wilayah perairan yang diukur dari garis pantai. Kapal asing pun bebas berkeliaran di antara pulau-pulau yang mengancam kedaulatan wilayah Indonesia.

Karena itu tanggal 13 Desember 1957 Kabinet Karya dibawah pimpinan Perdana Menteri Djuanda, mengeluarkan pernyataan yang dikenal sebagai “DeklarasiDJuanda:.

Berikut ini isi dari Deklarasi Djuanda:

  1. Bahwa Indonesia menyatakan sebagai negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri
  2. Bahwa sejak dahulu kala kepulauan Nusantara ini sudah merupakan satu kesatuan.
  3. Ketentuan Ordonansi 1939 tentang ordonansi,dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia dari deklarasi tersebut mengandung suatu
    tujuan :
  • Untuk mewujudkan bentuk wilayah kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan bulat.
  • Untuk menentukan batas batas wilayah NKRI sesuai dengan azaz negara kepulaun.
  • Untuk mengatur lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keamanandan keselamatan NKRI.

Pada saat itu,  “Delarasi Djuanda” mendapat penolakan dari dunia internasional. Namun Indonesia terus berjuang mempertahankan idealisme Maritim nya , pada Konvensi hukum laut internasional United Nations Convention on Law of the Sea (UNCLOS) pertama di tahun 1958.

Seterusnya Indonesia terus memajukan “Deklarasi Djuanda” di konvensi Internasional tersebut, lalu pada 1982 (UNCLOS ke 4 di New York ) PBB memberikan kewenangan untuk Indonesia memperluas kedaulatan wilayah laut dan juga udara dengan segala ketetapan yang mengikutinya seperti batas laut teritorial 12 mil,batas zona bersebelahan 24 mil,dan batas Zona Ekonomi Eksklusif 200 mil.

Untuk terus menghidupkan semangat “Deklarasi Djuanda”, pada tahun 2001 tanggal 13 Desember ditetapkan sebagai Hari Nusantara.

Djuanda kemudian dianugerahi gelar Pahlawan tahun 1963. Dan untuk mengenang jasa-jasanya, namanya diabadikan sebagai nama Taman Hutan Raya Djuanda di Bandung dan BandaraDjuanda di Surabaya.

Ir Djuanda adalah orang yang professional dalam pekerjaannya, meskipun ia bekerja di dunia politik tetapi beliau merupakan sosok yang non partai dan luwes karena organisasi yang beliau ikuti hanya dua yaitu Paguyuban Pasundan dan Muhammadiyah.

Ir Djuanda adalah Arsitektur lulusan ITB non partai non partisan yang bersikap luwes kemudian dikenal sebagai politisi yang hebat.

Tampak jelas dari uraian di atas bahwa Ir Djuanda telah sukses dalam memilih jalan hidup yakni menumbuhkan diri dan tampil sebagai tokoh hebat bangsa Indonesia dari pengalamannya berbakti di Muhammadiyah.

Pendidikan beliau yang sejatinya dibidang teknik ITB, namun nyatanya memilih menjadi guru di SMA Muhmmadiyah, kemudian dikenal sebagai politisi yang berani mempertaruhkan apapun termasuk jiwa, harta dan segala kemampuannya untuk kejayaan bangsa dan negara Indonesia. (*)


Penulis adalah Mahaswi ITB Ahmad Dahlan Jakarta

Tags: Bapak Maritim IndonesiaIr DjuandaTokoh Muhammadiyah
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Mengulik Kisah Djuanda yang Lebih Memilih jadi Kepala Sekolah Muhammadiyah Dibandingkan Asisten Profesor
Daerah

Mengulik Kisah Djuanda yang Lebih Memilih jadi Kepala Sekolah Muhammadiyah Dibandingkan Asisten Profesor

by Mujaddid
22 Februari 2025
190
KH Omo Suyatna, Tokoh Muhammadiyah Pionir Reformis Keagamaan di Jawa Barat
Daerah

KH Omo Suyatna, Tokoh Muhammadiyah Pionir Reformis Keagamaan di Jawa Barat

by Mujaddid
11 Januari 2024
110
Muhammadiyah Jabar Berikan Anugerah Lifetime Achievement kepada KH Moch Miskun Asy-Syatibi
Daerah

Muhammadiyah Jabar Berikan Anugerah Lifetime Achievement kepada KH Moch Miskun Asy-Syatibi

by Mujaddid
5 Januari 2024
128
Mengenal ND Pane, Tokoh Muhammadiyah Sumut
Muhammadiyah

Mengenal ND Pane, Tokoh Muhammadiyah Sumut

by Mujaddid
3 November 2022
999
KH Muhammad Yunus Anis, Mantan TNI yang Jadi Ketum PP Muhammadiyah
MahasiswaMu Menulis

KH Muhammad Yunus Anis, Mantan TNI yang Jadi Ketum PP Muhammadiyah

by Mujaddid
11 Januari 2022
956
Alm Prof Malik Fadjar di Mata Tokoh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah
'Aisyiyah

Alm Prof Malik Fadjar di Mata Tokoh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah

by Mujaddid
8 September 2020
768
Kemuhammadiyahan

Menemani Jalan Dakwah Buya Mawardi Hasan di Muhammadiyah

by Mujaddid
23 Agustus 2020
427

Comments 1

  1. DENISON says:
    2 tahun ago

    Terimakasih banyak atas informasinya, semoga tulisan ini bermanfaat dan mengingatkan kembali betapa NKRI sangat penting dan berharga

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
  • Terpilih Secara Aklamasi, Arya Sinulingga Resmi Pimpin PSSI Sumut Periode 2026–2030
  • Kaji Industri Komunikasi Hadapi Disrupsi, UMY dan UMJT Gelar Seminar di Madiun
  • Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
  • SMeCK Hooligan Apresiasi League Cup, Siap Jadikan Medan Tuan Rumah yang Ramah
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
Esai

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
Daerah

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.