TAJDID.ID || Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, Pemuda Muhammadiyah adalah titik akhir pengkaderan angkatan muda sebelum bergerak kepada barisan estafet kepemimpinan yang mengurus dakwah Muhammadiyah secara luas.
Oleh karena itu, Haedar Nashir meminta agar para kader Pemuda Muhammadiyah memahami ruh ajaran Islam dan karakter Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah pencerahan yang memberi ruang pada ijtihad.
Ditegaskannya, para kader harus memahami karakter Muhammadiyah yang membawa ciri reformis. Pemuda sebagai pelopor AMM dan pimpinan lain harus berjiwa tajdid, reformis dan modern.
“Jangan sampai konservatif yang langkah-langkahnya tidak mencerminkan langkah yang maju,” tutur Haedar saat membuka Rakornas Bidang Eksternal PP Pemuda Mhammadiyah, Sabtu (21/11).
Kemudian, lanjut Haedar, Pemuda Muhammadiyah harus melihat masalah dari dunia yang besar.
“Jangan miopi. Tapi harus irfani termasuk dalam akhlak. Kalau mengaku pengikut Nabi Muhammad harus uswah hasanah,” ujarnya
Terakhir, kepada 800 kader Pemuda Muhammadiyah yang mengikuti Rakornas, Haedar berpesan agar Pemuda Muhammadiyah memiliki pergaulan yang luas dengan tetap menjaga marwah dan muruah jatidiri Muhammadiyah di manapun berada.
“Pemuda Muhammadiyah tidak boleh terperangkap, harus melakukan islah di manapun juga. Jaga kebersamaan, pupuk rasa persaudaraan,” pungkasnya. (*)
Sumber: muhammadiyah.or.id