No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result
Home
Opini

Revitalisasi Peran Profetik Kaum Intelektual

by Mujaddid
1 September 2020
in Opini, Tilikan
Reading Time: 6 mins read
0
0
0
SHARES
900
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

Pelbagai persoalan yang mendera bangsa akhir-akhir ini kiranya membutuhkan sosok yang mampu memberikan sumbangsih pemikiran yang solutif. Sosok pemikir itu tidak lain adalah mereka yang selama ini disebut-sebut sebagai komunitas terdidik, yakni kaum intelektual.

Sungguh banyak kaum intelektual bangsa ini, namun sangat sedikit peran dalam memecahkan masalah. Intelektual hari ini sebagian besar sibuk di balik meja tanpa mau terlibat dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Sangat sedikit yang punya empati terhadap permasalahan rakyat kecil, dan miskin.

Lantas, siapa sebenarnya para intelektual itu?

Menurut Coser (1965), intelektual adalah orang-orang berilmu yang tidak pernah merasa puas menerima kenyataan sebagaimana adanya. Mereka selalu berpikir soal alternatif terbaik dari segala hal yang oleh masyarakat sudah dianggap baik.

Ini dipertegas Shils (1972) yang memandang kaum intelektual selalu mencari kebenaran yang batasannya tidak berujung. Galibnya, secara formal yang dimaksud dengan kaum intelektual itu adalah mereka yang kesehariannya bergelut dalam dunia akademik di Perguruan Tinggi. Mereka bisa berstatus sebagai mahasiswa, dosen, sarjana maupun sarjana.

Jika diklasifikasikan  dalam struktur masyarakat, maka kaum intelektual itu  bisa masuk dalam kelas menengah. Sebagai golongan kelas menengah tentunya kaum intelektual diharapkan kontribusi pemikiran dan aksi nyatanya untuk melakukan perubahan sosial (transformasi) di tengah masyarakat.

Namun ironisnya, sekarang  kondisi kelas menengah sepertinya sedang tidak bergairah dalam menghadapi realitas sosial. Bahkan sebagian besar kelas menengah (baca: intelektual) disinyalir justru kemudian lebih memilih posisi apatis, yakni mengambil jarak dengan realitas sosial.

Bila dicermati, yang penyebab kondisi ini adalah: Pertama, kelas menengah sudah merasa mapan sehingga untuk mengurusi yang lain tidak mungkin lagi.

Kedua, kelas menengah dibelenggu oleh sistem. Belenggu ini bisa bersifat ideologis, bisa bersifat stuktural. Kondisi intelektual berada dalam posisi dilematis, mencerminkan adanya kesibukan di ruang-ruang kuliah dan laboratorium, yang akhirnya melahirkan intelektual penunggu “menara gading”. (Bersambung)

Page 1 of 3
123Next
Tags: cendekiawaninlektualM Risfan Sihalohomenara gadingopiniprofetik

Related Posts

Maestro Sihaloho: Dari Mesin Tik Sebelas Jari hingga Dunia Jurnalistik
Daerah

Maestro Sihaloho: Dari Mesin Tik Sebelas Jari hingga Dunia Jurnalistik

15 Juni 2026
73
Demokrasi yang Terpenjara di Menara Gading
Esai

Demokrasi yang Terpenjara di Menara Gading

12 Januari 2026
55
Jogetokrasi
Nasional

Jogetokrasi

23 Agustus 2025
83
Keteladan Profetik Wakapolri Komjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo
Nasional

Keteladan Profetik Wakapolri Komjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo

7 Agustus 2025
146
Penjilat
Nasional

Penjilat

23 Juli 2025
172
Merindukan Politik Otentik di Tengah Kabut Kepalsuan Demokrasi
Nasional

Merindukan Politik Otentik di Tengah Kabut Kepalsuan Demokrasi

15 Juli 2025
58

Recent Posts

  • Perkuat Ekosistem Digital Kampus, Rektor UMSU Temui Menteri Komdigi Meutya Hafid
  • Jadi Kontingen Terbesar di ASEAN, UMSU Utus 47 Mahasiswa Kuliah dan Studi Pengalaman di Malaysia
  • Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan
  • Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara
  • Memperkuat Karakter dan Pengabdian, FH UMSU Lepas 441 Mahasiswa Peserta KKN 2026

Recent Comments

  1. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  2. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  3. Ashsaism mengenai IMM Sumsel Dukung Zaki Nugraha jadi Caketum pada Muktamar IMM XX Palembang
  4. Ay mengenai Temanku
  5. Akuntansi mengenai Dukung Swasembada Pangan Nasional, Penyuluh Pertanian OKUT Normalisasi Saluran Irigasi

Follow Global Journal on:

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

© 2026 JNews – Premium WordPress News & Magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?
Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required.
Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.