Rabu, Juli 22, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

R Khairil Chaniago: Banjir Rob di Medan Utara adalah Bencana yang Berkelanjutan

Mujaddid by Mujaddid
2020/09/21
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
0
R Khairil Chaniago: Banjir Rob di Medan Utara adalah Bencana yang Berkelanjutan

R. Khairil Chaniago.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID-Medan || Putera asli Medan Utara R. Khairil Chaniago mengatakan, banjir air pasang laut (banjir Rob) yang sudah beberapa tahun belakangan ini melanda kecamatan Medan Belawan, serta sebagian Medan Labuhan dan Medan Marelan, kini semakin memprihatinkan dan meresahkan, karena ketinggian air pasang sudah di atas rata–rata normal dan menenggelamkan puluhan ribu rumah warga, serta kerap terjadi baik pada waktu siang maupun malam.

Menurut Khairil, hal ini tidak bisa lagi sekedar dianggap siklus alam belaka, situasi ini sudah bisa diklasifikasikan sebagai bencana, sebab telah mengancam, keselamatan maupun kesehatan masyarakat, munculnya bibit penyakit, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

“Tentu hal ini tidak bisa terus kita biarkan, pemerintah daerah perlu hadir dan membuka mata untuk segera mengambil langkah solutif untuk menanganinya,” tegas Ketua Presedium Lintas Eksponen 98 Sumut ini, Senin (21/1/2020).

Untuk menyelesaikan masalah ini, lanjut Khairil, terlebih dahulu kita harus mengetahui sumber masalahnya agar langkah–langkah penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan terukur dan objektif.

Khairil menjelaskan menurutnya ada beberapa factor yang menyebabkan hal ini terjadi disamping faktor pemanasan global, yakni antara lain rusaknya zona penyangga (buffer zona) akibat beralihnya fungsi hutan mangrove, reklamasi alur laut untuk pengembangan pelabuhan Belawan, pendangkalan yang terjadi diseputaran wilayah pantai, drainase yang kurang tertata dengan baik dan menumpuknya sampah.

Khairil memaparkan, rusaknya zona penyangga (Buffer Zona) ini tidak terlepas dari beberapa kegiatan antara lain; (1) pengalihan lahan mangrove menjadi areal PLTU seluas lebih kurang 120 hektar yang terletak di paluh kurau, (2) pengembangan untuk usaha budidaya tambak baik di kelurahan sicanang maupun di seputaran sungai dua, (3) pengembangan kawasan perkebunan sawit yang menutup beberapa jalur paluh di daerah paluh kurau dan sekitarnya (4) perubahan kawasan mangrove menjadi depo peti kemas. Dampak dari perubahan fungsi zona penyangga ini mengakibatkan air pasang kekurangan akomodasi dan akhirnya meluber ke wilayah pemukiman penduduk, kondisi Ini menujukkan bahwa proteksi pemerintah terhadap buffer zona sangat lemah.

Potret Banjir Rob di Medan Utara. (foto: metrorakyat)

Dalam perencanaan wilayah atau kawasan, kata Khairil, buffer zona adalah sesuatu yang mutlak, tidak boleh ada pembangunan atau dibiarkan sebagaimana mestinya , kawasan ini harus dipertahankan sebagaimana aslinya untuk memelihara keseimbangan ekologi.

“Jangan sampai konsep rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang terkesan mengabaikan undang-undang No 26 tahun 2007 Tentang penataan ruang yang mengisyaratkan untuk mendukung upaya pengurangan resiko bencana dan prioritas pemerintah dalam rangka memberikan perlindungan terhadap kehidupan dan penghidupan masyarakat,” kata Khairal.

Maka, kata Khairil,  solusi terdekat yang harus dilakukan adalah Pemerintah Propinsi Sumatera Utara adalah melaksanakan “Pemulihan Ekosistem” Mangrove yang ada di pesisir pantai kota Medan maupun kabupaten tetangga, karena kota Belawan di sisi barat dan timurnya diapit oleh 2 (dua) zona penyangga yaitu paluh Kurau dan Sungai Dua yang secara adminitrasi masuk kedalam wilayah Deli Serdang.

“Solusi berikutnya adalah lakukan moratorium atas pembangunan depo-depo peti kemas yang berada di areal sepadan pantai belawan sebelum ada kajian teknis yang menjamin terjaganya kelestarian lingkungan yang mendukung kenyaman hidup masyarakat di Belawan,” kata Khairil.

Dan selanjutnya, kata Khairil, lakukan evaluasi terhadap Kajian Tenaga Ahli atas penyusunan dokumen AMDAL pada pekerjaan reklamasi alur laut guna pembangunan dermaga pelabuhan Pelindo 1, hal ini berkaitan dengan rona awal dan dampak yang ditimbulkan akibat pelaksanaan proyek pembangunan tersebut bagi wilayah hunian masyarakat.

Adapun terkait rencana pembangunan tanggul laut untuk mengatasi banjir air pasang laut, lanjut Khairil, mungkin itu bisa dikategorikan solusi jangka menengah dan jangka panjang, sebab rencana tersebut sudah berulang kali di wacanakan sejak tahun 2016 tanpa realisasi dengan alasan revisi dan peninjauan ulang.

“Namun sebagai cermin kita bisa melihat apa yang terjadi di Semarang, dimana tanggul laut ternyata belum mampu memberikan penyelesaian masalah secara tuntas,” sebut Khairil.

Oleh karena itu, kata Khairil, Pemerintah kota Medan dan propinsi harus bertindak cepat dan tepat untuk memulihkan situasi> Menurutnya, sikap tegas berbasis prinsip-prinsip keadilan bagi masyarakat perlu di terapkan, jangan sampai bisnis kaum pemodal lebih di utamakan dengan mengabaikan tujuan dari Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yaitu mewujudkan wilayah yang sejahtera, merata, berdaya saing dan berwawasan lingkungan, sesuai perda Nomor 2 tahun 2017 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Sumatera Utara yang berorientasi kepada terciptanya lingkungan dan ruang yang nyaman, asri dan teratur.

“Belawan adalah pintu gerbang perekonomian nasional bagian barat, karena di kecamatan Medan Belawan terdapat pelabuhan terbuka untuk perdagangan internasional, nasional dan regional, yang menjadi urat nadi perekonomian Sumut dan propinsi lainnya di pulau Sumatera,” pungkasnya. (*)

Tags: banjir robbuffer zonemedan utara
Previous Post

Lintas Eksponen 98: Jangan Sandera Demokrasi dengan Tuduhan Makar

Next Post

Beralasan Situasi Masih Terkendali, Pemerintah dan DPR Sepakat Pilkada Tetap Digelar 9 Desember

Related Posts

Rektor UMSU Panen Melon Hydroponik Fakultas Pertanian: Dorong Pengembangan Greenhouse sebagai Inovasi Pertanian Modern

Rektor UMSU Panen Melon Hydroponik Fakultas Pertanian: Dorong Pengembangan Greenhouse sebagai Inovasi Pertanian Modern

22 Juli 2026
103
FH UMSU bersama Posbakum Aisyiyah Sumut Edukasi Masyarakat Cegah Kejahatan “Rayap Besi” melalui Literasi Hukum dan Teknologi Laporan-150

FH UMSU bersama Posbakum Aisyiyah Sumut Edukasi Masyarakat Cegah Kejahatan “Rayap Besi” melalui Literasi Hukum dan Teknologi Laporan-150

22 Juli 2026
112
Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

20 Juli 2026
126
Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

20 Juli 2026
110
Business Gathering UMKM Jawa Timur 2026: Muhammadiyah Perkuat Agenda Industrialisasi melalui Ekosistem Wirausaha Berkemajuan

Business Gathering UMKM Jawa Timur 2026: Muhammadiyah Perkuat Agenda Industrialisasi melalui Ekosistem Wirausaha Berkemajuan

20 Juli 2026
104
Karakter Jadi Kunci Sukses Dakwah, PDM Gresik Gelar Diklat Mubaligh Muda Muhammadiyah

Karakter Jadi Kunci Sukses Dakwah, PDM Gresik Gelar Diklat Mubaligh Muda Muhammadiyah

20 Juli 2026
105
Next Post

Beralasan Situasi Masih Terkendali, Pemerintah dan DPR Sepakat Pilkada Tetap Digelar 9 Desember

Prof Azyumardi Azra: Saya Golput Pilkada 9 Desember 2020

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20086 shares
    Share 8034 Tweet 5022
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6313 shares
    Share 2525 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6100 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua
AUM

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

21 Juli 2026
119
Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara
Nasional

Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

20 Juli 2026
110
Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 
'Aisyiyah

Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

20 Juli 2026
126
Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia
Daerah

Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

20 Juli 2026
110
Tiga Final Piala Dunia dan Satu Harapan untuk Garuda
Jufri Daily

Tiga Final Piala Dunia dan Satu Harapan untuk Garuda

19 Juli 2026
172
Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”
Nasional

Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”

19 Juli 2026
129

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan