No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Logika Kumuh Rezim dalam Merespon Saran Muhammadiyah dan NU

27 September 2020
in Nasional, Opini
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh : Budi Nurastowo Bintriman


Muhammadiyah dan NU menyarankan kepada pemerintah, agar menunda penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2020. Alasannya sangat-sangat obyektif, realistis, dan rasional. Apa saja itu? Dan yang perlu dicatat, bahwa Muhammadiyah tak punya kepentingan politis apapun. Murni semata pertimbangan kesehatan, kemanusiaan, dan kecerahan akal budi.

Dua ormas Islam terbesar memandang, bahwa saat ini kasus positif covid-19 meningkat sangat signifikan. Banyak daerah-daerah menjadi zona merah. Pihak yang terpapar virus Corona sudah merata ke segala kalangan.

Kondisi obyektif warga masyarakat yang tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan ada di mana-mana hingga bermunculan klaster-klaster baru. Komitmen warga masyarakat melawan covid-19 masih sangat rendah.

Fakta-fakta yang lalu, warga masyarakat masih banyak sering berkerumun, dengan mengada-adakan acara. Plus dengan mengabaikan protokol kesehatan. Sementara pilkada penuh dengan acara-acara kerumunan.

Atas pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, mustinya Pemerintah mengakomodirnya dengan legowo. Tapi saran tinggal saran. Pemerintah tetap kekeh tetap ndableg dengan tekad pilkadanya.

Sayang sungguh sayang, alasan Pemerintah menolak saran dari dua ormas Islam tersebut dengan menggunakan narasi yang tak logis, bahkan tak nyambung. Ini tampak jelas disengaja, dan asal beralasan. Mari kita perhatikan dengan seksama!

Pemerintah tak bisa menunda pilkada, karena kita semua tak ada yang tahu kapan pandemi covid-19 ini akan berakhir. Ini alasan tak logis dan tak nyambung. Mengapa? Belum lagi alasan-alasan para buzzerRp, baik dari para pegiat medsos ataupun dari para akademisi.

BACA JUGA

Polda Sumut Siap Kawal dan Sukseskan Muktamar 49 Muhammadiyah

Kasus Penganiayaan Kosman, Abdul Hakim Siagian: Kok Cuma Kasus ini Saja yang Jadi Perhatian?

Mahasiswa UMSU Lolos Pada Kegiatan Nasional Pelantara ke-11 STC-2023

Mengawamkan Sekaligus Mengarusutamakan Moderasi Keindonesian Gagasan Haedar Nashir

Ketum DMI Jusuf Kalla: Tidak Ada Masjid yang Radikal!

Kekerasan Terhadap Mahasiswa Tidak Dapat Ditolerir

Karena Muhammadiyah dan NU tak pernah menyebutkan hingga habisnya masa pandemi. Setidaknya pilkada bisa dilaksanakan jika kasus positif covid-19 telah landai dan terkendali. Sama sekali tak menyebutkan hingga pandemi covid-19 berakhir.

Ilustrasi.

Yang berikutnya pemerintah beralasan, bahwa pilkada di masa pandemi bukan hal yang mustahil. Para elit negeri ini mencontohkan, bahwa negara Singapura, Korea Selatan, dan Jerman nyatanya telah berhasil melaksanakan pilkada di masa pandemi.

Ini alasan yang bodoh. Dan ini adalah logika yang amburadul. Mengapa? Karena negera-negara tersebut adalah negara maju. Sikap mental warga masyarakatnya jauh berbeda dengan sikap mental warga masyarakat Indonesia. Khususnya sikap mental dalam melawan covid-19. Dan itu fakta yang sangat-sangat telanjang.

Tentu tak sebanding menjadikan negara-negara maju tersebut menjadi rujukan negara Indonesia dalam pelaksanaan pilkada di masa pandemi covid-19. Dalam banyak sisi, kita tak sebanding dengan mereka. Maka obyektiflah, realistislah, dan rasionallah!

Sungguh, sejatinya rakyat faham dan sadar, bahwa ini respon rezim yang ngawur dan sembarangan. Maka pertanyaannya, mengapa Pemerintah ndableg dan tak malu-malu memberi respon yang seamburadul itu?

Maka Pemerintah atau para elit tak perlu sewot, jika sebagian rakyat mencurigai, bahwa di belakang alasan-alasan kumuh tersebut ada agenda para cukong. Bukankah Menkopolhukam Mahfud MD telah mensinyalir, bahwa 92% Kepala Daerah didanai cukong. Bah, mengerikan sekali negeriku dan para pemimpinku ini!

Wa-ALLAHU a’lam bishshawwab…[*]


 

BACA JUGA: 

  • Menyikapi Pembangkangan Warga dan Kader Terhadap Maklumat Persyarikatan
  • Jerinx SID Numpang Beken Via Teori Konspirasi
  • Lompatan Logika Robby Karman di IBTimes
  • Surat Terbuka untuk Yang Terhormat Mas Nadhiem Menteri Pendidikan Nasional
  • Mengawamkan Sekaligus Mengarusutamakan Moderasi Keindonesian Gagasan Haedar Nashir
  • Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Anti Syariat Poligami?
Tags: COVID-19MuhammadiyahNUpilkada
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
Jufri Daily

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan

by Mujaddid
7 September 2026
11
Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT
Daerah

Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT

by Mujaddid
5 September 2026
3
Jangan Jadikan Muhammadiyah Sekadar Kolam Perebutan
Jufri Daily

Jangan Jadikan Muhammadiyah Sekadar Kolam Perebutan

by Mujaddid
26 Agustus 2026
31
Perlakuan Muhammadiyah kepada Habib
Kemuhammadiyahan

Perlakuan Muhammadiyah kepada Habib

by Mujaddid
24 Agustus 2026
31
FKIP UMSU Gelar Pengabdian Internasional di Thailand, Latih Guru Sekolah Islam Satun  Terapkan Metode Deep Learning
Internasional

FKIP UMSU Gelar Pengabdian Internasional di Thailand, Latih Guru Sekolah Islam Satun Terapkan Metode Deep Learning

by Mujaddid
24 Agustus 2026
31
Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah
Jufri Daily

Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah

by Mujaddid
8 Agustus 2026
64
SatuMu: Menyatukan Data, Menguatkan Gerakan Muhammadiyah
Jufri Daily

SatuMu: Menyatukan Data, Menguatkan Gerakan Muhammadiyah

by Mujaddid
4 Agustus 2026
28
Sinergi Bareng Dewan Pers, PP Muhammadiyah Siap Gelar Hari Pers dan Literasi 2026 di UMJ
Kemuhammadiyahan

Sinergi Bareng Dewan Pers, PP Muhammadiyah Siap Gelar Hari Pers dan Literasi 2026 di UMJ

by Mujaddid
4 Agustus 2026
7
Menjadi Pimpinan Muhammadiyah adalah Kesediaan untuk Berkorban
Jufri Daily

Menjadi Pimpinan Muhammadiyah adalah Kesediaan untuk Berkorban

by Mujaddid
24 Juli 2026
45
Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan
Daerah

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan

by Mujaddid
13 Juli 2026
24

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Cari Pewarta Foto Hilang Kontak, ANTARA Perkuat Koordinasi dengan Basarnas dan Polda Banten
  • Hari Kedua Pencarian 8 Korban Speedboat Hilang, Tim SAR Gabungan Sisir Perairan Krakatau
  • Cari Jurnalis yang Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau, PFI Pusat Berkoordinasi Intensif dengan Tim SAR Gabungan 
  • Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
  • Belajar Profesionalitas dalam Bekerja, Mahasiswa Prodi Ilmu Aktuaria UMJT Madiun Ikuti Magang di BPJS Kesehatan Madiun
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

Desil dan Bantuan: Antara Tepat Sasaran dan Gaya Hidup
Daerah

Desil dan Bantuan: Antara Tepat Sasaran dan Gaya Hidup

Budak Tahta (Buta)
M. Risfan Sihaloho

Budak Tahta (Buta)

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
Jufri Daily

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.