• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Selasa, Juni 16, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Toleransi itu Sederhana, Tak Usah Dibesar-besarkan

Shohibul Anshor Siregar by Shohibul Anshor Siregar
2020/09/03
in Opini, Ulasan
0
Shohibul: Presiden Sebaiknya Rombak Struktur Anggaran

Shohibul Anshor Siregar.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Justru kunci kesesatan kajian toleransi oleh banyak kalangan adalah ketika dibesar-besarkan keinginan menyetarakan agama meski dengan diksi yang diperhalus.

 

Rasanya cukuplah naskah pidato pengukuhan guru besar Abdul Mu’ti yang berjudul “Pendidikan Agama Islam yang Pluralistis: Basis Nilai dan Arah Pembaruan” menjadi dokumentasi dalam kearsipan kampusnya. Tidak usah dirujuk dalam pelaksanaan pendidikan kecuali di lembaga-lembaga tertentu di luar Islam.

Toleransi telah menjadi topik serius cukup lama di Indonesia, namun kebanyakan hanya mendekatinya sekitar pinggiran dan tak menghasilkan banyak manfaat, kalau bukan mudharat.

Padahal toleransi itu amat sederhana. Fahami dan amalkan ajaran agamamu sekuat tenaga. Itu sudah include toleransi. Jadi tidak usah memikirkan sebesar apa pujian yang didamba dari penganut agama lain.

Justru kunci kesesatan kajian toleransi oleh banyak kalangan adalah ketika dibesar-besarkan keinginan menyetarakan agama meski dengan diksi yang diperhalus.

Mungkin ada guru agama yang sangat sempit pemahamannya atas agama yang dianutnya dan sekaligus bidang studi yang diajarkannya. Namun itu bukan berarti agamanya yang harus diterjemahkan sesuai demand politik yang berkembang.

Sebagai negara yang amat lama dijajah secara bergiliran oleh 6 bangsa yang keseluruhannya secara formal dapat dibuktikan tidak suka dan bahkan memusuhi Islam, dan dengan fakta Indonesia adalah negeri dengan penduduk mayoritas Islam, orang Indonesia sulit keluar dari sindrom Inlanderitas.

Inlanderitas adalah residu cara berfikir dan budaya yang merasa rendah diri dan umumnya fatalistik dan nrimo sembari gumun atas hal-hal yang dianggapnya baru dan moderen.

Sebetulnya jika rajin menelaah dan agak independen menelaah, orang sekarang ini sangat mudah menemukan jalan terbaik membangkitkan semangat hidup dan semangat juang orang-orang di dunia yang mengalami tragedi pasca kolonial.

Memang diperlukan ijtihad mandiri seperti dilakukan oleh KH Dahlan pendiri Muhammadiyah. Ia tak pernah merasa rendah diri berhadapan dengan kulit putih yang umumnya dipanggil tuan pada masanya. Juga tak merasa hatus menjadi komoditi di depan timur asing yang pada masanya dipanggil toke.

Dilema ini memang kompleks sebagaimana secara struktural diulas oleh dalam Gayatri Spivak “Can Subaltern Speak”. Atau bahkan dapat dipelajari dengan baik dari pikiran-pikiran Soekarno, Hatta, Sjahrir, Tan Malaka dan lain-lain.

Di Timur Tengah, sebagaimana dikaji serius oleh Saba Mahmood, pluralisme dan bahkan kebebasan beragama adalah proyek anti Islam untuk memperbesar jaminan beroperasi secara leluasa lembaga-lembaga sekuler dan pengkabaran Injil untuk bereloh pertambahan pengikut setiap menit. (*)


Shohibul Anshor Siregar, Dosen FISIP UMSU dan Ketua LHKP PW Muhammadiyah Sumut.

Tags: abdul mu'tishohibul anshor siregartoleransi
Previous Post

Puan: Semoga Sumbar Jadi Pendukung Negara Pancasila

Next Post

Menag Fachrul Razi Sebut Radikalisme Masuk Masjid Lewat Anak Good Looking

Related Posts

Penyiksaan oleh Aparat TNI-Polri di Sumut Ancam Demokrasi dan Hak Asasi Warga

Kesaksian Akademisi: AI Menipu Saya, Jangan Percaya Buta!

14 Juni 2026
159
Akademisi ini Paparkan Peta Pilpres 2024 di Sumatera Utara

Rupiah Sekarat Bertengkar dengan Siapa? Ini Jawaban Menohok Akademisi

12 Juni 2026
170
Menolak Jadi Penonton Pasif: 5 Langkah Taktis Aceh Amankan Kekayaan Gas Blok Andaman

Menolak Jadi Penonton Pasif: 5 Langkah Taktis Aceh Amankan Kekayaan Gas Blok Andaman

9 Juni 2026
134
Cegah Kriminalitas, Shohibul: Muhammadiyah Perlu Tentukan Prioritas Orientasi Dakwahnya

LHKP Muhammadiyah Sumut Desak Pemerintah Hentikan Personifikasi Kurban APBN

28 Mei 2026
249
Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!

Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!

9 Mei 2026
140
Magnet Investor, Tanah yang Menghilang

Magnet Investor, Tanah yang Menghilang

1 April 2026
141
Next Post

Menag Fachrul Razi Sebut Radikalisme Masuk Masjid Lewat Anak Good Looking

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In