No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Tarif Tol, Layakkah Naik?

7 Agustus 2020
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Ibrahim Nainggolan, Direktur LAPK.

Ibrahim Nainggolan, Direktur LAPK.

Share on Facebook
Share on Twitter

Bagi anda yang biasa menggunakan jalan tol Belmera (Belawan, Medan Tanjung Morawa) bisa jadi anda masih melihat spanduk pengumuman yang berisi “dalam waktu dekat akan diberlakukan penyesuaian tarif”, merujuk pada keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 1246/KPTS/M/2020.

Tapi apakah anda sudah tahu bahwa tertanggal 13 Agustus 2020, tarif baru tol Belmera resmi berlaku?. Sebagai konsumen pengguna jalan tol anda belum tahu di bulan Agustus ini ada kenaikan tarif, berarti ada kebijakan yang tidak melibatkan anda sebagai warga negara.

Keinginan menaikkan tarif tol Belmera di bulan Agustus sepertinya tidak akan terbendung, perhatikan pernyataan pelaksana harian anggota (Badan Pengatur Jalan Tol) BPJT Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mahbullah Nurdin yang menegaskan bahwa menaikkan tarif diambil bukan berarti tak mempertimbangkan kondisi ekonomi Indonesia kala pandemi. Keputusan menaikkan tarif sudah terbit, kenaikan tarif Tol Belmera sudah tak mungkin ditunda lebih lama lagi. Apalagi, Jasa Marga sudah melakukan perbaikan-perbaikan demi terpenuhinya standar pelayanan minimal (SPM).

Dari sisi konsumen kenaikan tarif tol berarti menambah pengeluaran, beban konsumen semakin berat tatkala berbagai pengeluaran dimasa pandemi covid-19 terus bertambah. Kenaikan demi kenaikan tarif, barang dan jasa semakin membebani kondisi ekonomi konsumen, sementara pemasukan tidak bertambah. Belum diketahui pasti sampai kapan keadaan ini akan berakhir.

Berkenaan kenaikan tarif tol muncul sejumlah pertanyaan, seberapa pentingkah kenaikan tarif tol di masa pandemi covid-19 ini? Apakah tidak dimungkinkan penundaan kenaikan,berapa besaran kenaikan tarif tol? Situasi apa yang mengharuskan Kementerian PUPR menaikkan tarif? Apakah tidak dapat dilakukan efisiensi dibagian lain untuk menunda kenaikan? Apakah telah dilakukan audit manajemen maupun keuangan? Apakah sudah dilakukan upaya antisipasi dan segudang pertanyaan-pertanyaan lain?.

BACA JUGA

Hulu Masalah

Ulasan Lagu Viral “MBG (Mas Bahlil Ganteng)”

Gelanggang yang Menempa Kader Muhammadiyah

Anggota Dewan Berbaju Baru

Kurban dan Integritas Kepemimpinan

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan

Pertanyaan penting lain, adakah konsumen sebagai pengguna jasa jalan tol telah dilibatkan dalam menentukan besaran tarif, dan apakah kenaikan tarif berbanding lurus pelayan konsumen?.

Minimnya informasi kenaikan tarif tol menunjukkan konsumen selaku pengguna belum dianggap sebagai bagian penting dalam pengelolaan jalan tol, pengelola tidak mengundang partisipasi konsumen untuk didengar keluhan, masukan, kritikan dan sarannya. Konsumen masih dipossisikan hanya sebagai objek, yang dianggap tidak perlu didengar “celotehnya” tidak paham apa-apa sehinga harus rela menerima keputusan yang dikeluarkan pengelola jalan tol. Hitam putihnya kebijakan jalan tol mutlak hak pengelola, karenanya konsumen hanya penonton.

Idealnya antara pengelola dan konsumen harus terjalin komunikasi yang baik, diantara keduanya tidak boleh ada keinginan untuk mengurangi peran masing-masing. Harus dibuang anggapan mengajak konsumen dalam pengambilan keputusan hanya akan mempersulit penyelenggaraan jalan tol.

Namun pelibatan konsumen justru akan menumbuhkan kesadaran dan tanggungjawab rasa memiliki. Dalam kaitan kenaikan tarif boleh jadi tidak akan mengalami penolakan, jika sejak awal konsumen memang sudah berpartisipasi mengetahui kondisi yang sedang dihadapi oleh pengelola. Selama ini dalam kontek kenaikan tarif konsumen hanya disodorkan besaran kenaikan, tidak jarang dilakukan penolakan bahkan pembangkangan.

Pemerintah atau pengelola jalan tol harusnya berpikir ulang untuk menaikkan tarif tol di bulan Agustus ini, agar tidak terjadi penolakan. Ada baiknya tahap awal yang harus dilakukan mengajak konsumen mendiskusikan kondisi ril yang dialami pengelola, libatkan konsumen dalam pengambilan keputusan, bukalah ruang-ruang bagi konsumen untuk menyampaikan kritik, masukan dan saran.

Melibatkan konsumen harus dilihat sebagai modal sosial agar mendapatkan dukungan luas dari konsumen, berikan ruang pada publik untuk memberikan masukan, kritik dan saran.

Menjaring unek-unek konsumen melalui acara temu konsumen, bulan pengaduan konsumen akan menambah data pengelola jalan tol dalam menentukan kebijakan tarif atau strategi pelaksanaan tarif.

Data yang disampaikan konsumen sesungguhnya sebagai sandaran pengambilan kebijakan, jika pengelola menggunakan data masukan konsumen tentu kebijakan yang diputuskan relatif akan dapat diterima.

Hampir dapat dipastikan lebih mudah menjelaskan kepada konsumen kebijakan yang lahir berdasar pada data yang disampaikan konsumen. Selama ini yang timbul adalah kenaikan tarif dihitung secara sepihak oleh pengelola sementara konsumen tidak dilibatkan.

Penyerapan aspirasi konsumen jika dikelola secara baik, akan menimbulkan hubungan yang harmonis antara konsumen dan pengelola, tentu dalam kaitan menaikkan tarif tidak akan mendapatkan penolakan yang berarti. Umumnya keterlibatan konsumen dalam pengambilan keputusan akan mengurangi penolakan, Keterlibatan sejak ada awal dalam budaya timur adalah suatu penghargaan, sehingga jika ada keputusan yang lahir ada tanggungjawab untuk melaksanakannya.

Namun sebaliknya jika tidak dilibatkan muncul sikap tidak ada kewajiban mematuhinya bahkan sampai pada penolakan, seperti lirik lagu karena konsumen ingin dimengerti. (*)


Ibrahim Nainggolan, Ketua LAPK dan Dosen FH UMSU

Tags: Ibrahim NainggolanLAPKTarif Tol
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Manusia Silver
Daerah

LAPK: Keluhan Pasien BPJS Viral Jadi Alarm Nyata Buruknya Transparansi Layanan Rumah Sakit

by Mujaddid
6 Agustus 2026
28
BBM Langka Berulang di Sumut, LAPK Desak Pertamina Evaluasi Total hingga Copot Pejabat Gagal
Daerah

BBM Langka Berulang di Sumut, LAPK Desak Pertamina Evaluasi Total hingga Copot Pejabat Gagal

by Mujaddid
14 Juli 2026
324
Antre Solar di Mana-mana, LAPK Desak Pertamina Beri Penjelasan Transparan
Daerah

LAPK: PRSU Harus Kembali Menjadi Pesta Rakyat, Harga Tiket Perlu Dievaluasi

by Mujaddid
7 Juli 2026
18
LAPK Ingatkan Pemko Medan: Pembangunan BRT Jangan Korbankan Ruang Terbuka Hijau
Daerah

LAPK Ingatkan Pemko Medan: Pembangunan BRT Jangan Korbankan Ruang Terbuka Hijau

by Mujaddid
17 Juni 2026
23
LAPK Desak Pertanggungjawaban Tirtanadi terkait Krisis Air Bersih Berhari-hari
Daerah

LAPK Desak Pertanggungjawaban Tirtanadi terkait Krisis Air Bersih Berhari-hari

by Mujaddid
10 Juni 2026
23
Antre Solar di Mana-mana, LAPK Desak Pertamina Beri Penjelasan Transparan
Daerah

Antre Solar di Mana-mana, LAPK Desak Pertamina Beri Penjelasan Transparan

by Mujaddid
9 Juni 2026
23
LAPK Pertanyakan Komitmen PLN Terkait Pemadaman Berulang di Sumut
Daerah

LAPK Pertanyakan Komitmen PLN Terkait Pemadaman Berulang di Sumut

by Mujaddid
6 Juni 2026
45
Manusia Silver
Daerah

LAPK: PLN Wajib Berikan Kompensasi kepada Pelanggan Terdampak Blackout Sumatera

by Mujaddid
24 Mei 2026
76
LAPK Soroti Pemadaman Listrik Saat Ramadan di Medan: Cederai Hati Masyarakat
Daerah

LAPK Soroti Pemadaman Listrik Saat Ramadan di Medan: Cederai Hati Masyarakat

by Mujaddid
9 Maret 2026
47
Antrean BBM Mengular di Medan, Pemerintah Diminta Tak Picu Kepanikan Publik
Daerah

Antrean BBM Mengular di Medan, Pemerintah Diminta Tak Picu Kepanikan Publik

by Mujaddid
6 Maret 2026
50

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Belajar dari Daun Kelor: Sederhana, Sehat, Berkelanjutan dan Kaya Manfaat
  • Resmi Jadi Canselor UMAM, Raja Muda Perlis Siap Bawa UMAM Menuju Kelas Dunia
  • Kukuhkan Raja Muda Perlis Jadi Canselor UMAM, Prof. Abdul Mu’ti Berharap Jadi Jembatan Ilmu Pengetahuan Dua Bangsa
  • UMSU Bangga Jadi Tuan Rumah Pengukuhan Raja Muda Perlis sebagai Canselor UMAM
  • PP Muhammadiyah Kukuhkan Raja Muda Perlis sebagai Canselor UMAM di UMSU
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Belajar dari Daun Kelor: Sederhana, Sehat, Berkelanjutan dan Kaya Manfaat
Jufri Daily

Belajar dari Daun Kelor: Sederhana, Sehat, Berkelanjutan dan Kaya Manfaat

Bertumbuh Bersama Tapak Suci UIN Raden Fatah Palembang
Daerah

Bertumbuh Bersama Tapak Suci UIN Raden Fatah Palembang

UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
Nasional

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
Muhammadiyah

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.