Minggu, Juli 19, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Idul Adha Jedakan Jiwa

Mujaddid by Mujaddid
2020/08/01
in Muhammadiyah, Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Idul Adha merujuk pada udhiyah, peristiwa kurban. Kurban yang diteladankan Nabi Ibrahim, Ismail, dan Siti Hajar. Ketiganya ikhlas mengorbankan nyawa Ismail, yang akhirnya diganti dengan sembelihan hewan kurban.

Allah mengisahkan peristiwa kurban Ibrahim dan Ismail itu dalam Al-Quran, yang artinya: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ), dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash-Shaaffat: 102-107).

Kurban syariatnya menyembelih hewan, tetapi hakikatnya menyembelih segala ego diri dan duniawi guna meraih takwa sebagaimana firman Allah yang artinya: “Daging-daging dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.“ (QS Al-Hajj : 37).

Dengan kata lain ibadah kurban dan Idul adha semestinya dapat menghidupkan jiwa ikhlas, sabar, dan berkorban untuk meraih takwa. Sembelihlah segala nafsu bahimiah atau kehewanan agar hati, pikiran, dan tindakan berjiwa takwa. Takwa itu jiwa hanif atau otentik yang tertanam dalam qalbu setiap insan beriman. Takwa itu puncak segala kebaikan yang melintasi ranah syariat menuju tangga hikakat dan makrifat dalam beragama. “Sungguh beruntung yang menyucikan (jiwa itu). Dan merugi mereka yang mengotorinya” (QS Asy-Syams: 9-10).

Menjadi orang yang bersyukur, sabar, dan ikhlas itu tidaklah mudah dalam praktik meski gampang dalam kata.

Begitu juga menjadi takwa lebih tidak mudah lagi, hingga Allah menyuruh orang bertakwa agar “sebenar-benarnya takwa” (QS Ali Imran: 102).

Di antara ciri orang bertakwa sangatlah sederhana, tetapi boleh jadi tidak mudah mempraktikkannya dalam kehidupan nyata. Orang bertakwa: “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran: 134).

Sudahkah kita terbiasa memberikan sebagian rizki yang dimiliki kepada orang yang memerlukan, menahan marah, dan memberi maaf kepada orang? Boleh jadi masih tidak mudah, lebih-lebih menahan marah dan memafkan orang. Pekerjaan ruhani seperti itu tergolong “rif’ah” atau tindakan mulia bertingkat tinggi. Bisa jadi bahkan atasnama menegakkan kebenaran atau nahyu munkar terpancar aura amarah, kebencian, permusuhan, dan sikap “tiada maaf bagimu”. Malah mungkin dengan sikap jemawa dan angkuh diri, merasa paling pemegang palu kebenaran dengan sikap semuci atau merasa paling benar dan suci. Padahal Allah dzat pemilik kebenaran sejati mengingatkan dengan tegas, “Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa” (QS. An Najm:32).

Orang bertakwa pun diingatkan agar jangan merasa paling benar serta paling bersih dan suci sendiri.

Coba praktikkan tiga sifat takwa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Berbagi rizki, menahan marah, dan memberi maaf. Cek pesan-pesan WA, SMS, Twitter, Instagram, serta media sosial kita lainnya setiap hari. Apakah yang paling banyak pesan berbagi, damai, merangkul, dan segala nilai keutamaan yang memancarkan kesyukuran, kesabaran, dan keikhlasan berjiwa takwa? Atau suara marah dan menghardik sesama dengan sikap jemawa merasa paling bersih, benar, dan suci. Sesekali pesan-pesan sosial itu kita suarakan dengan rendah hati dalam balutan jiwa takwa nan hanif.

Di Hari Adha ini mari kita meneladani keikhlasan, kesabaran, dan pengorbanan untuk meraih tangga tertinggi takwa. Di antaranya mengistirahatkan atau membuat jeda jiwa kita dari amarah, kedengkian, kebencian, permusuhan, dan menempatkan orang lain sebagai serba salah, serbasesat, dan serbaburuk. Seraya menghidupkan jiwa ikhlas, sabar, tawadhu, serta hati yang bersih sebagai kekuatan ruhani positif dalam menjalani dan menghadapi kehidupan nan fana ini. Amar makruf nahyu munkar pun dapat disuarakan dengan hikmah, mauidhah hasanah, dan mujadalah yang ihsan tanpa keangkuhan diri.

Pancarkan pesan-pesan kebenaran, kebaikan, kedamaian, dan segala keutamaan dengan jiwa ikhlas, sabar, dan tawadhu. Jadikan hati, pikiran, sikap, dan tindakan kita selaku insan bertakwa dalam menghadapi kehidupan seberat apapun dengan ketulusan, kesabaran, dan berkorban penuh pengkhidmatan jiwa takwa.

Kita ini hamba yang dhaif serta masih banyak salah dan khilaf, jauh dari sempurna. Kewajiban kita hanya ikhtiar, tanpa harus melampaui takaran. Selebihnya urusan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam berikhtiarpun tetap rendah hati, syukur, dan sabar tanpa harus sombong diri dengan memakai pakaian kebesaran Tuhan. Sesekali berhenti sejenak dari kebiasaan menghardik orang lain hatta atasnama suara kebenaran yang siapa tahu nisbi. Mari di Hari Raya yang diberkahi ini, kita jedakan jiwa agar tetap hanif tanpa jemawa. (*)


Prof Dr Haedar Nashir MSi (Ketua Umum PP Muhammadiyah)

Tags: Haedar NashirIdhul Adhajiwa
Previous Post

Belajar Haji Secara Virtual (Ulasan Aplikasi Seluler)

Next Post

Pemasangan Kiswah Baru Ka’bah

Related Posts

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

19 Juli 2026
112
Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta

Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta

18 Juli 2026
115
Boro-boro Berhemat, yang Mau Dihemat itu Tak Ada

Boro-boro Berhemat, yang Mau Dihemat itu Tak Ada

18 Juli 2026
123
Prodi IKO FISIP UMSU Studi Banding ke INTI International University dan PKL Internasional ke Malaysia

Prodi IKO FISIP UMSU Studi Banding ke INTI International University dan PKL Internasional ke Malaysia

18 Juli 2026
115
FKIP UMSU Gelar Pelepasan PLP dan KKN Internasional

FKIP UMSU Gelar Pelepasan PLP dan KKN Internasional

18 Juli 2026
129
Sambut 187 Pelajar Baru, Fortasi SMP Muhammadiyah 47 Sunggal Jadi Wadah Pembentukan Karakter dan Jiwa Kader

Sambut 187 Pelajar Baru, Fortasi SMP Muhammadiyah 47 Sunggal Jadi Wadah Pembentukan Karakter dan Jiwa Kader

18 Juli 2026
144
Next Post
Pemasangan Kiswah Baru Ka’bah

Pemasangan Kiswah Baru Ka'bah

Kasad Berikan Bantuan 16 Ekor Hewan Kurban untuk Masyarakat Pulau Bungin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20083 shares
    Share 8033 Tweet 5021
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6311 shares
    Share 2524 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6099 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”
Esai

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

19 Juli 2026
112
Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta
IPM

Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta

18 Juli 2026
115
Boro-boro Berhemat, yang Mau Dihemat itu Tak Ada
Esai

Boro-boro Berhemat, yang Mau Dihemat itu Tak Ada

18 Juli 2026
123
Dari Abu Pasar Nauli, Al-Ma’un Menyala Kembali
Islam

Dari Abu Pasar Nauli, Al-Ma’un Menyala Kembali

16 Juli 2026
130
Media Sosial Menggugat Dominasi Narasi Barat, tetapi Manipulasi Mengintai
Internasional

Media Sosial Menggugat Dominasi Narasi Barat, tetapi Manipulasi Mengintai

16 Juli 2026
106
Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah
Daerah

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

15 Juli 2026
115

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan