No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Genealogi dan Modernisasi Sistem Pendidikan Muhammadiyah: Bukti Gerakan Tajdid Sejak Awal

27 Agustus 2020
in Kemuhammadiyahan, Muhammadiyah, Resensi
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Judul Buku        : Genealogi Dan Modernisasi Sistem Pendidikan Muhammadiyah 1911-1942

Penulis               : Farid Setiawan

Penerbit             : Semesta Ilmu, Yogyakarta

Tebal                 : 358 halaman

Cetakan             : I, Juli 2015

ISBN                 : 978-602-72517-6-2


Pendidikan moder merupakan salah satu bukti dakwah tajdid atau pembaharuan yang dilakukan oleh Muhammadiyah sejak awal berdirinya. Farid Setiawan sebagai penulis buku ini membawa pembaca seolah-olah berada dan menyaksikan keadaan pada saat awal berdirinya Muhammadiyah.

Dalam keadaan terpolarisasinya lembaga pendidikan pada zaman penjajahan Belanda, antara pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dengan sekolah Belanda yang sekuler, KH Ahmad Dahlan (diberi  gelar Khatib Amin oleh Kraton Yogyakarta) melakukan tajdid atau pembaharuan dengan mendirikan lembaga pendidikan modern dengan nama “Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah” pada tanggal 1 Desember 1911.

Lembaga pendidikan tersebut mengajarkan ilmu agama dan umum, dilaksanakan dengan sistem klasikal dan memiliki kurikulum seperti lembaga pendidikan Belanda, tetapi isinya tetap Islam sebagaimana pula mengadaptasi pesantren.

Keberanian K.H. Ahmad Dahlan dengan ide pendidikan modernnya itu membuat banyak orang heran, terbelalak, ada juga yang  mencibir dan mencacinya sebagai kyai sesat dan antek Belanda. Kenapa? Karena mereka belum dapat memahami ide pembaharuan Khatib Amin tersebut.

Pondok pesantren sudah lama menjadi lembaga pendidikan Islam yang ada di Indonesia. Lembaga tersebut yang notabenenya sebagai lembaga Islam hanya fokus mengajarkan ilmu-ilmu ke-Islaman, di antaranya: Bahasa Arab, fiqih, Qur’an Hadist, Tarikh, Aqidah, Akhlak, Tasauf dan lainnya tanpa mengajarkan ilmu-ilmu umum.

Sementara pada sisi lainnya sekolah Belanda melakukan sebaliknya yakni, hanya menagajarkan ilmu-ilmu umum tanpa memberikan ilmu Agama Islam pada siswanya. Keadaan ini mengarah pada pendidikan sekuler, Belanda berusaha menjauhkan agama dari kehidupan siswanya.

BACA JUGA

Penasihat Khusus Presiden Tinjau Progres Pembangunan Arena Muktamar 49  Muhammadiyah-Aisyiyah 2027

Pengasuh PPM MBS Bumiayu Isi Kajian Ahad Pagi di Masjid Iqro Kluwut Bulakamba Brebes

UMSU dan Kanwil DJPb Sumut Jalin Kerja Sama Strategis Tingkatkan Kolaborasi Akademik terkait Literasi Fiskal

Fokal IMM Labura Dorong Pendirian Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Labuhanbatu Utara

Semarak Giat Idulkurban Masjid Amar Ma’ruf Teguhan Jiwan Madiun

Rayakan Milad 107, Aisyiyah Sumut Siap Sukseskan Muktamar 49

Namum demikian penulis buku ini mengingatkan jangan terjebak pada simplifikasi (peyederhanaan) latar belakang berdirinya pendidikan modern Muhammadiyah tersebut.

Secara komprehensip penulis buku ini menyebutkan bahwa tidak sesedarhana itu, tetapi ada beberapa hal yang menyebabkan KH Ahmad Dahlan mendirikan lembaga pendidikan modern.

Pertama, karena kecerdasan yang dimilki oleh K.H. Ahmad Dahlan. Dengan kecedasan yang dimilikinya KH Ahmad Dahlan dapat melakukan pembaharuan dalam kontek ke-Indonesiaan. Dengan kata lain K.H. Ahmad Dahlan dapat mengadaptasi gerakan pembaharuan yang berlangsung di Timur Tengah bukan mengadaposi.

Begitu juga dengan keberadaannya pada organisasi Budi Utomo yang sangat diperhitungkan, dapat berkomunikasi dengan berbagai pihak. Semua hal tesebut tentu berkat kecerdasan yang dimilikikanya.

Kedua, sekularisasi pendidikan Belanda. Sebagaimana telah disebutkan di atas sekolah Belanda tidak mengajarkan ilmu-ilmu Agama Islam, yang pada akhirnya menjadikan pribadi yang sekuler. Ini merupakan watak kolonial untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya.

Ketiga, keadaaan pesantren yang sedang mengalami kemundurun. Manajemen pesantren pada waktu itu fokus pada figur kyai, berkembang atau tidaknya sebuah pesantren tergantung kyainya.

Keempat, pemberantasan buta huruf. Pada abad ke 19 hingga abad ke-20 masyarakat masih banyak yang buta huruf. Dengan kata lain tingginya angka masyarakat yang tidak bisa tulis baca.

Buku ini bukan hanya memaparkan pendidikan Muhammadiyah pada masa K.H. Ahmad Dahlan, tetapi juga pada masa generasi awal Muhammadiyah  dalam rentang waktu 1911-1942. Ijtihad  pendidikan generasi awal yang menerapkan manajemen berbasis persyarikatan (bukan berbasis sekolah/MBS) dengan memperkuat sistem manajemen dengn mendirikan Majelis Pimpinan dan Pengadjaran Moehammadiyah. Sikap yang kuat untuk menolak ordonansi guru yang diberlakukan pemerintah Belanda, karena hakikat orodonansi guru mempersulit guru dalam pembelajaran Agama Islam di Sekolah.

Pada bagian terakhir buku ini, penulis memaparkan bahwa pada rentang tahun 1911-1942 atau sebelum kemerdekaan, pendidikan Muhammadiyah sudah memiliki sistem pendidikan sendiri. Sistem pendidikan Muhammadiyah sudah tergolong modern sebagaimana layaknya sistem pendidikan saat ini.

Sistem Pendidikan Muhammadiyah sejak dulu sudah memiliki desain kurikulum, metode pembelajaran, evaluasi pembelajaran, pembiayaan pendidikan, ketentuan hari libur, dan program pemetaan mutu. Semua unsur sistem pendidikan tersebut tentunya dengan bahasa atau yang khas pada masa itu, tetapi memilki substansi yang sama dengan sistem pendidikan modern saat ini.

Buku ini memiliki pembelajaran yang luar biasa, mengungkap fakta dan spirit Tajdid atau pembaharuan yang dilakukan oleh pendiri dan aktivis Muhammadiyah lainnya pada masa itu. Semakin meneguhkan bahwa Muhammadiyah memang berwatak gerakan dakwah (dalam arti luas) tajdid yang berkemajuan. (*)


Resensiator: Ardinan, M.Pd, Kepala SD N 32 Pasaman Kab. Pasaman Barat/ Alumni PPs UII Yogyakarta/Sekretaris Majelis Tabligh PDM Pasbar.

Tags: Genealogi Dan Modernisasi Sistem Pendidikan Muhammadiyah 1911-1942pendidikan muhammadiyahResensi Buku
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Prof Irwan Akib: Ruh Keikhlasan Jadi Dasar Muhammadiyah Jalankan Amal Usaha
Muhammadiyah

Prof Irwan Akib: Ruh Keikhlasan Jadi Dasar Muhammadiyah Jalankan Amal Usaha

by Mujaddid
16 Juni 2025
63
Muhammadiyah Perkuat Mutu Pendidikan di Bali: Langkah Strategis Menuju Kemajuan Sekolah
AUM

Muhammadiyah Perkuat Mutu Pendidikan di Bali: Langkah Strategis Menuju Kemajuan Sekolah

by Mujaddid
11 Maret 2025
101
Muhammadiyah

Haedar Nashir: Pendidikan Muhammadiyah Kini Memasuki Era Kualitas

by Mujaddid
24 Juli 2024
96
Resensi Buku “Pandangan Hidup Islam Sebagai Dasar Mencintai Lingkungan: Sebuah Ulasan Mendalam”
Islam

Resensi Buku “Pandangan Hidup Islam Sebagai Dasar Mencintai Lingkungan: Sebuah Ulasan Mendalam”

by Mujaddid
11 Desember 2023
174
Resensi Buku “Ilmu Ushul Fiqih”
Uncategorized

Resensi Buku “Ilmu Ushul Fiqih”

by Mujaddid
4 Juni 2023
1.1k
Selayang Pandang Tafsir Maqasidi
Islam

Selayang Pandang Tafsir Maqasidi

by Mujaddid
11 September 2022
215
Prof Hasyimsyah Nasution: Pendidikan Muhammadiyah Bagian dari Dakwah
Daerah

Prof Hasyimsyah Nasution: Pendidikan Muhammadiyah Bagian dari Dakwah

by Mujaddid
31 Januari 2025
285
Biarawati ini Bersyukur Bisa Rasakan Iklim Pendidikan di Muhammadiyah
Muhammadiyah

Biarawati ini Bersyukur Bisa Rasakan Iklim Pendidikan di Muhammadiyah

by Mujaddid
2 Desember 2020
316
Memberdayakan Pengawas Pendidikan di Sekoah Muhammadiyah
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah dalam Lingkup Pendidikan

by Mujaddid
29 November 2020
423
Muhammadiyah Berdakwah Pada Bidang Pendidikan Hingga Pelosok Negeri
Esai

Muhammadiyah Berdakwah Pada Bidang Pendidikan Hingga Pelosok Negeri

by Mujaddid
24 November 2020
1.2k

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Mengenal Amar Brkic: Putra Tokoh Muhammadiyah Jerman yang Jadi Pahlawan Garuda Muda di Kualifikasi Piala Asia
  • Budak Tahta (Buta)
  • Korban Dugaan Kriminalisasi, Nenek Marlina Diputus Lepas oleh Hakim di PN Lubuk Pakam
  • Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
  • 50 Petugas LazisMu Sumut akan Ikuti Program Akademi Jurnalistik Filantropi
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Budak Tahta (Buta)
M. Risfan Sihaloho

Budak Tahta (Buta)

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
Jufri Daily

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia
Daerah

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini
Daerah

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan
Muhammadiyah

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan

Konten Kreator ‘Parmitu’
Daerah

Konten Kreator ‘Parmitu’

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.