No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Fotografi “Still Life”

27 Agustus 2020
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Contoh foto still-life (Sumber foto: duniaphototerkini)

Contoh foto still-life (Sumber foto: duniaphototerkini)

Share on Facebook
Share on Twitter

Berbagai macam istilah bidang fotografi memang sangat banyak cabangnya dan semakin digemari oleh para pecinta fotografi. Faktor ketertarikan orang terhadap fotografi seperti Still Life yaitu pemotretan benda mati yang menjadikan foto tersebut nampak lebih hidup atau bermakna.

Zaman modern saat ini pemotretan Still Life banyak sekali dilakukan bukan hanya sekedar untuk hobi, akan tetapi kini mengarah kepada pemotretan komersial. Banyak perusahaan membutuhkan jasa fotografer andal untuk mengiklankan produk perusahaan tersebut. Tentunya telah membuka kesempatan yang sangat luas bagi para fotografer untuk mengembangkan kemampuan dan keahlian dalam pengoperasian kamera dan terjun kedalam dunia fotografi komersil.

Fotografi menjadi salah satu pilihan terbaik dalam menentukan apakah bergerak dalam bidang fotografi Still Life atau fotografi dokumentasi itu semua kembali kepada para pecinta fotografi. Untuk menjadi fotografer profesional dan dapat menciptakan sebuah visual foto berkualitas untuk dijadikan rekomendasi iklan, tentunya dibutuhkan kepiawaian dalam melakukan berbagai macam teknik pemotretannya, oleh karena itu kemampuan seseorang dalam pengoperasian alat -alat fotografi dan berhubungan dengan pemotretan Still Life dengan sangat terperinci. Hal tersebut dilakukan dari persiapan untuk melakukan pemotretan, yang mencakup pemilihan jenis kamera dan lensa apa saja yang bisa dijadikan referensi untuk pemotretan tersebut,peralatan pendukung,persiapan property, sampai dengan bermain dengan konsep.

M. Said Harahap

Menurut Paulus Eddison dalam Buku nya Berjudul Sill Life mengatakan  membuat foto Still Life  bukan sekedar memindahkan objek dalam bentuk asli ke dalam sebuah frame foto, akan tetapi diperlukan pengetahuan dalam memahami arah cahaya. Hal ini sangat penting karena mempersiapkan arah cahaya  merupakan  awal yang menentukan bagus atau tidak hasil akhir sebuah foto Still Life.

BACA JUGA

Islamofobia: Antara Kepentingan Politik dan Kebencian

Ketika Orang Batak Mengajarkan Kelembutan

Rujuk atau Oposisi ? (1)

Pemilu, Rubah dan Unggas

Titik Temu Mendorong Revisi UU ITE (Sebuah Catatan Kecil)

Menjadi Perempuan adalah Keniscayaan dan Mengambil Peran adalah Pilihan

Paulus juga menambahkan berbagai macam arah cahaya yang sesuai untuk pemotretan Still Life . namun begitu pun dengan pengambilan engle dan berbagai macam alternative komposisi akan mendapatkan hasil foto yang baik.

Artinya pemotretan Still Life tidak bisa asal memotret saja, namun dibutuhkan Teknik khusu agar foto tampil lebih menarik, kunci utama dalam pemotretan Still Life adalah menguasai berbagai Teknik pemotretan dan segala permasalahannya sehingga akhirnya menghasilkan foto Still Life dengan solusi penyelesaiannya beserta Teknik editing yang tepat.

Persiapan pemotretan Still Life

Pada dasarnya pemotretan Still life tidak berbeda dengan jenis pemotretan yang lainnya seperti modeling, busana, produk dsn sebagainya.
Teknisnya dapat dilakukan di dalam ruangan (indoor), atau diluar ruangan, fleksibel saja hal ini karena semua kembali lagi pada yang namanya konsep pemotretan.

Untuk berbicara masalah konsep ,ada hal yang sangat penting terlebih dahulu untuk dipahami,yaitu mengenal pendukung apa saja yang harus dipersiapkan oleh fotografer.

Alat pendukung utama adalah lighting, hal ini sangat lah penting dalam setiap pemotretan Still Life, pada pemotretan sederhana, kita bisa menggunakan bantuan cahaya matahari (natural light). Namun pada pemotretan Still Life yang menginginkan efek pencahayaan yang berbeda beda, kita bisa menggunakan cahaya buatan  (artificial light) Keuntungan dari cahaya buatan ini adalah besar kecilnya cahaya dapat dikendalikan sesuai dengan konsep pemotretan.

Cahaya alami sinar matahari (natural light), Pada pemotretan Still Life cahaya alami dapat diperoleh melalui cahaya sinar matahari, cahaya sinar matahari dapat diperoleh dari luar dan dalam ruangan dengan memanfaatkan cahaya yang masuk melalui jendela atau celah celah lubang dinding lainnya.

Memanfaatkan cahaya matahari pada pagi dan sore hari sangat baik untuk pemotretan Still Life, karena jatuhnya cahaya pada waktu yang kita inginkan tersebut sangat lembut

Semoga artikel sederhana ini bermanfaat untuk mengisi waktu dirumah saja. (*)


M. Said Harahap, Dosen FISIP UMSU

Tags: fotografifotografi still lifestill life
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Seminar FJPI Sumut: Melawan Narkoba Melalui Narasi dan Visual
Daerah

Seminar FJPI Sumut: Melawan Narkoba Melalui Narasi dan Visual

by Mujaddid
1 Agustus 2025
41
Oscar Motuloh: Fotografi Harus Tetap Seperti Adanya
Daerah

Oscar Motuloh: Fotografi Harus Tetap Seperti Adanya

by Mujaddid
8 Februari 2023
119
Dosen FISIP UMSU Lakukan Pelatihan Fotografi di Desa Belum Tersentuh Penerangan Listrik
Daerah

Dosen FISIP UMSU Lakukan Pelatihan Fotografi di Desa Belum Tersentuh Penerangan Listrik

by Mujaddid
12 Desember 2022
94
Bulan Purnama Stroberi
Nasional

Bulan Purnama Stroberi

by Mujaddid
16 Juni 2022
121
Fakultas Hukum UMSU dan PFI Medan Gelar Seminar Nasional “Perlindungan Hukum terhadap Karya Fotografi”
Nasional

Fakultas Hukum UMSU dan PFI Medan Gelar Seminar Nasional “Perlindungan Hukum terhadap Karya Fotografi”

by Mujaddid
18 Februari 2022
256
Said Harahap: Fotografer Harus Mampu Mengkonstruksi Sebuah Foto
PTM/A

Said Harahap: Fotografer Harus Mampu Mengkonstruksi Sebuah Foto

by Mujaddid
8 Mei 2020
301

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Gandeng PDM Sabang, SPs UMSU Gelar PkM Berbasis Potensi Lokal
  • Amankan Dua Laga Kandang Beruntun, PSMS Tekuk Persikad Depok 4-0
  • Mengembalikan Kedaulatan yang Tergadai: Perlunya RUU Migas 2026 Berkiblat Pada UU No. 8/1971
  • Kapolri Baru Tetap Polisi
  • Benteng Takwa Cegah Ghazwul Fikri: Menuju Kebangkitan Islam Berkemajuan
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Mengembalikan Kedaulatan yang Tergadai: Perlunya RUU Migas 2026 Berkiblat Pada UU No. 8/1971
Nasional

Mengembalikan Kedaulatan yang Tergadai: Perlunya RUU Migas 2026 Berkiblat Pada UU No. 8/1971

Kapolri Baru Tetap Polisi
Jufri Daily

Kapolri Baru Tetap Polisi

Benteng Takwa Cegah Ghazwul Fikri: Menuju Kebangkitan Islam Berkemajuan
Islam

Benteng Takwa Cegah Ghazwul Fikri: Menuju Kebangkitan Islam Berkemajuan

Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah: Merawat Kebersamaan, Menjaga Ruh Islam Berkemajuan
'Aisyiyah

Marhaban Muktamar 49 dan Tantangan Tata Kelola Lingkungan

Kapolri Baru, “Menguji Kewenangan, Menagih Kepercayaan”
Nasional

Kapolri Baru, “Menguji Kewenangan, Menagih Kepercayaan”

UMSU di Panggung 2045: Menjawab Kompas Kapolri di Era Bonus Demokrafi
Nasional

UMSU di Panggung 2045: Menjawab Kompas Kapolri di Era Bonus Demokrafi

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.