No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Cerita di Balik Nama-nama Bulan Tahun Masehi

25 Agustus 2020
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Ilustrasi.
Share on Facebook
Share on Twitter

Masih suasana tahun baru Hijriah, awak teringat kepada khutbah di Masjid Silaturahim, Kecamatan Medan Johor. Pada hari itu menjadi Hari Jum’at yang pertama di dalam penanggalan Almanak Hijriyah.

Isi khutbah yang singkat itu menyadarkan awak bahwa penamaan bulan di dalam Almanak Masehi dari Januari sampai Desember merupakan nama – mana Dewa dan Dewi bangsa Romawi dan juga Yunani. Khatib pun melarang keras supaya tak menambalkan nama anak/generasi umat Islam merujuk kepada Almanak Masehi.

Dikutip dari berbagai sumber, dimulai dari Januari. Bulan Januari disamakan dengan nama Dewa Janus. Dewa Janus digambarkan berwajah dua. Wajah yang satu melihat ke depan dan yang satunya lagi melihat ke belakang.

Nama bulan Februari berasal dari nama Dewi Februa dan dipahami orang – orang Romawi sebagai Dewi pengawas dan pembersih dari sesuatu hal. Kemudian Bulan Maret. Kata latin Martius (dinamai Mars, dewa perang Romawi) merupakan asal dari nama Maret.

Selanjutnya Bulan April. Penamaan bulan April dengan bahasa Latin aperire yang artinya membuka. Bulan April (Aprilis) dalam kalender Romawi merupakan penghormatan untuk dewi Venus. Kata April diambil dari nama Venus dalam bahasa Yunani yaitu Aphrodite (Aphros).

Bulan Mei. Berasal dari Dewi Maia merupakan salah satu dewi dalam mitologi Roma, yaitu dewi tumbuhan sekaligus dewi Bumi. Karena itulah, setiap hari pertama di bulan Mei, bangsa Roma akan melakukan ritual yang ditujukan untuk Dewi Maia, sang dewi Bumi.

Bulan Juni. Kata Juni atau June berasal dari Juno. Juno adalah istri dewa Jupiter dalam mitologi Romawi.Juni adalah dewi tertinggi dalam mitologi Romawi. Maka, tak heran jika Juno sering disebut sebagai kepala Dewi Romawi. Dalam mitologi Yunani, kedudukan Dewi Juno sama dengan Dewi Hera (istri Dewa Zeus).

Bulan Juli. Kalender Romawi dimulai dari Maret, bukan Januari. Jadi, Juli adalah bulan ke-5. Dulu, nama bulan kelima adalah Quintilis. Namun karena Julius Caesar lahir di bulan Quintilis dan dia memiliki pengaruh yang besar pada pemerintahan Romawi, maka nama bulan kelima dalam kalender Romawi diubah menjadi Juli, bukan Quintilis lagi.

Bulan Agustus. Kata Augustus diambil dari nama kaisar Romawi pertama yang bernama Augustus Caesar.

Bulan September. September berasal dari kata septem. Ini adalah bahasa Latin untuk angka tujuh. Dalam kalender Romawi, September adalah bulan ke-7, bukan bulan ke-9. Bulan Oktober.

Oktober berasal dari kata oktet. Ini adalah bahasa Latin untuk angka delapan. Dalam kalender Romawi, Oktober adalah bulan ke-8, bukan ke-10. November berasal dari kata septem. Ini adalah bahasa Latin untuk angka sembilan.

BACA JUGA

Cover Both Sides: “Rumah Kerangkeng Langkat”

Meluruskan Perjalanan Pemerintah

Tujuh Perempuan Tangguh di Kota Naga

Pesawat Terakhir: Goresan Pena Memperingati HUT RI ke-77

Suara Rakyat Suara Tuhan?

Takdir, Kewenangan, dan Dakwah di Balik Seragam Polisi

Dalam kalender Romawi, November adalah bulan ke-9, bukan tanggal 11. November berasal dari kata septem. Ini adalah bahasa Latin untuk angka sembilan. Dalam kalender Romawi, November adalah bulan ke-9, bukan tanggal 11.

Bulan Desember. Desember berasal dari kata decem. Ini adalah bahasa Latin untuk angka sepuluh. Dalam kalender Romawi, Desember adalah bulan ke-10, bukan ke-12. Itulah asal mula nama bulan yang ada di dalam kalender.

Setelah menjelaskan nama nama dewa dewi Romawi dan Yunani, Khatib mencontohkan, beberapa nama umat islam yang sama dengan nama dewa dewi tersebut. Seperti nama Juli yang disesuaikan karena lahirnya bulan Juli, ataupun nama Agus juga Agustina agar tak lagi dipakai. Kalau sudah terlanjur tak mengapa dan jangan diulang kembali, pungkas Khatib. (*)


Roni Jambak, Editor TAJDID.ID

Tags: AlmanakKalenderMasehiNama-nama bulan Masehi
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Mengenal Amar Brkic: Putra Tokoh Muhammadiyah Jerman yang Jadi Pahlawan Garuda Muda di Kualifikasi Piala Asia
  • Budak Tahta (Buta)
  • Korban Dugaan Kriminalisasi, Nenek Marlina Diputus Lepas oleh Hakim di PN Lubuk Pakam
  • Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
  • 50 Petugas LazisMu Sumut akan Ikuti Program Akademi Jurnalistik Filantropi
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Budak Tahta (Buta)
M. Risfan Sihaloho

Budak Tahta (Buta)

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
Jufri Daily

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia
Daerah

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini
Daerah

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan
Muhammadiyah

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan

Konten Kreator ‘Parmitu’
Daerah

Konten Kreator ‘Parmitu’

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.