No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Yang Wajib Paham Pancasila itu adalah Pemerintah

29 Juli 2020
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Menurut saya hari ini, yang tidak lagi memahami Pancasila itu adalah pemerintah. Tapi Pancasila versi 18 Agustus 1945 ya guys. Dasar argumentasinya adalah :

  1. Kalau pemerintah paham Pancasila, tidak akan terjadi kasus Djoko Candra, Harun Masiku, dan penganiayaan terhadap Novel Baswedan.
  2. Kalau pemerintah hari ini paham Pancasila, tidak akan negara ini mau berhutang begitu luar biasa banyaknya. Bahkan untuk bayar bunga hutang nya saja negara hari ini sudah tidak sanggup dan harus buat hutang lagi. Aset vital negara jadi taruhannya sebagai anggunan.
  3. Kalau pemerintah ini paham Pancasila, tidak akan ada kenaikan iuran BPJS di saat rakyat susah, harga sembako tidak mahal, sandang pangan tidak perlu import cukup gunakan sumber daya dalam negeri. Maka petani dan nelayan kita akan makmur sejahtera. Pegiat UMKM kita akan kaya raya.
  4. Kalau pemerintah hari ini paham Pancasila, pasti akan memperjuangkan dan mengutamakan tenaga kerja lokal dari pada tenaga kerja asing dari China untuk berkerja. Apapun alasannya. Sangat miris melihat generasi muda kita tamat kuliah, tamat sekolah tapi masih susah dapat kerja, sedangkan tenaga kerja asing banjir melenggang bekerja di negara kita.
  5. Kalau pemerintah kita paham Pancasila, Abu Janda, Ade Armando, Laiskodat, Sukmawati, pasti sudah di tangkap dan masuk penjara. Karena sudah menimbulkan kegaduhan sosial dan melecehkan agama terbesar di negara ini.
  6. Kalau pemerintah ini paham Pancasila, tak akan ada terjadi aksi 212, tak akan terjadi pembunuhan terhadap demonstran, aktivis hilang yang sampai hari ini tercatat dalam catatan Komnas HAM sudah 1100 orang yang tewas dan juga hilang yang diduga ada muatan pelanggaran HAM di dalamnya.
  7. Kalau pemerintah hari ini paham Pancasila, tidak terjadi lagi korupsi. Tak ada narkoba dan berbagai kerusakan moral terjadi pada generasi muda seperti LGBT, gaya hidup hedonis dan generasi bucin (budak cinta) yang labil tidak berkarakter.
  8. Kalau pemerintah hari ini paham Pancasila, tak akan rela BUMN terjual dan tergadai. Tak akan mau sumber daya alam nasional dikelola asing dan aseng. Semua pasti diutamakan untuk kesejahteraan masyarakat. Buktinya hari ini, devisa dari hasil TKI saja lebih besar dari hasil pajak tambang. Kemana hasil tambang kita yang kaya raya itu?
  9. Kalau pemerintah ini paham Pancasila. Tidak akan pernah terjadi pelecehan terhadap ulama, simbol agama, bahkan menghapuskan secara sepihak mata pelajaran dan buku agama. Karena, tujuan tertinggi dari pendidikan nasional kita adalah melahirkan generasi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bukan jadi budak Cina komunis.
  10. Kalau pemerintah hari ini paham Pancasila. Neo PKI dan liberalisme tak akan bisa hidup di Indonesia. Karena komunisme dan liberalisme akan mati selagi di Indonesia masih menjalankan Pancasila yang murni dan konsekuen.
  11. Kalau pemerintah hari ini paham Pancasila, derah akan maju. Para raja nusantara terjaga eksistensinya. Kehidupan sosial masyarakat harmonis. Keadilan hukum akan tegak. Rakyat akan tenang beribadah, mencari nafkah, dan jiwa nasionalismenya tumbuh terbangun. Bukan malah disibukkan dengan komentar ngawur dan prilaku para pejabat pemerintahannya yang kadang lancang masuk mengobok-obok kehidupan privasi rakyatnya.
  12. Kalau pemerintah hari ini paham Pancasila. Maka Indonesia akan berdaulat. Pemerintahan Indonesia akan berwibawa baik di mata rakyat maupun dunia internasional. Tak ada yang berani intervensi dan ganggu Indonesia. Pengaruh Indonesia akan kuat dan berguna bagi kepentingan nasional.

***

BACA JUGA

Mari Tingkatkan Kepedulian Terhadap Anak dan Perempuan Miskin di Tapanuli Selatan

Jahatokrasi

“Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya” dan Tantangan Menjaga Ruh Muhammadiyah

Refleksi Perkembangan Dakwah Islam di Indonesia

Green Mindset: Belajar Ulang Mengelola Dunia dengan Kesadaran

Tragedi Gaza dan Lepasnya Topeng Barat

Begitulah sejatinya pemahaman Pancasila. Bukan hanya dijadikan symbol dan pemanis ucapan di bibir saja. Pancasila adalah identitas kehormatan, rumusan bernegara, konsensus bersama para pendiri bangsa agar Indonesia maju berdaulat adil dan makmur.

Pancasila adalah cara pandang hidup bangsa Indonesia. Dimana Pancasila juga adalah sumber hukum tertinggi dalam konteks bernegara Indonesia.
Karena Pancasila itu adalah kristalisasi norma kebaikan yang lahir dari rahim budaya luhur bangsa Indonesia. Dimana agama sebagai sumber dari segala sumber kebaikan itu.

Kalau Indonesia ingin makmur dan sejahtera, yang utama dulu memahami dan mengimplementasikannya adalah pemerintah. Tapi kalau rakyat susah, negara kacau, maka Pemerintah tidak paham Pancasila. Ada yang salah pada pemerintah.

Jadi Pancasila itu wajib utamanya dipahami dan dijalankan oleh pemerintah terlebih dahulu. Bukan dibalik, Pancasila dijadikan untuk alat memukul rakyat. Pancasila dijadikan topeng untuk menyakiti kehidupan rakyat dalam agenda menutupi kebusukan pemerintah.

Rakyat tak paham Pancasila lebih sedikit mudharatnya, dari pada kalau pemerintah yang tidak paham Pancasila tapi sok paling Pancasila.

Kalau pemerintah yang tidak paham Pancasila maka akan hancur bangsa ini menjadi negara otoriter dan budak asing-aseng kekuatan global.

Indonesia tanpa Pancasila, maka Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur akan punah dan sirna. Bisa berubah menjadi IndoChina. Hati-hati dan waspada. (*)

Batam, 29 Juli 2020


Anton Permana, Alumni Lemhanas RI PPRA LVIII Tahun 2018
Tags: anton permanaPancasila
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Pancasila: Nama yang Ditemukan Bangsa, Nilai yang Dihidupkan Muhammadiyah
Esai

Pancasila: Nama yang Ditemukan Bangsa, Nilai yang Dihidupkan Muhammadiyah

by Mujaddid
1 Juni 2026
27
Prof Muhammad Arifin: Perlu Pemahaman Pancasila Bagi Generasi Milenial
Muhammadiyah

Prof Muhammad Arifin: Perlu Pemahaman Pancasila Bagi Generasi Milenial

by Mujaddid
28 Oktober 2022
157
Hari Pahlawan: Berjuang Terus Atas Dasar Kebenaran dan Kehormatan
Nasional

Pancasila Harus Bersarang dalam Batin Seluruh Anak Bangsa Indonesia

by Mujaddid
2 Juni 2022
80
Bukan Pancasila Retorika
Kutipan

Bukan Pancasila Retorika

by Mujaddid
26 Agustus 2021
193
Pancasila Ibarat Angka 10.000
Kebangsaan

Pancasila Ibarat Angka 10.000

by Mujaddid
1 Juni 2021
1k
Pancasila Hadiah Terbesar Umat Islam
Kutipan

Pancasila Hadiah Terbesar Umat Islam

by Mujaddid
1 Juni 2021
873
Nukilan

Problem Pancasila

by Mujaddid
1 Juni 2021
184
Ada Anomali Politik di Pilkada Medan, Ini Kata Pengamat
Nasional

Urgensi Perombakan Legal Framework Politik dan Demokrasi Indonesia

by Mujaddid
15 Maret 2021
172
Kemuhammadiyahan

Pancasila dalam Pandangan Muhammadiyah

by Mujaddid
11 Januari 2022
2.2k
Opini

Memahami Akar dan Muara Konflik Teologis Global Terhadap Indonesia

by Mujaddid
27 Juli 2020
176

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Mengenal Amar Brkic: Putra Tokoh Muhammadiyah Jerman yang Jadi Pahlawan Garuda Muda di Kualifikasi Piala Asia
  • Budak Tahta (Buta)
  • Korban Dugaan Kriminalisasi, Nenek Marlina Diputus Lepas oleh Hakim di PN Lubuk Pakam
  • Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
  • 50 Petugas LazisMu Sumut akan Ikuti Program Akademi Jurnalistik Filantropi
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Budak Tahta (Buta)
M. Risfan Sihaloho

Budak Tahta (Buta)

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
Jufri Daily

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia
Daerah

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini
Daerah

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan
Muhammadiyah

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan

Konten Kreator ‘Parmitu’
Daerah

Konten Kreator ‘Parmitu’

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.