Rabu, Agustus 12, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Pimpinan MPRS Penandatangan Ketetapan MPRS Nomor XXV Tahun 1966

Mujaddid by Mujaddid
2020/07/01
in Ulasan
Reading Time: 3 mins read
0
Bagikan di Facebook
Bagikan di Twitter
Bagikan di Whatsapp

Penandatangan Ketetapan Majelis permusyawaratan Rakyat Sementara Republik Indonesia Nomor XXV/MPRS/1966 tahun 1966 Tentang “Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang di Seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia Bagi Partai Komunis Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan untuk Menyebarkan Atau Mengembangkan Faham Atau Ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme” adalah Pimpinan MPRS yang terdiri dari Jenderal TNI Dr. A.H. Nasution (Ketua) dan para Wakil Ketua yang terdiri dari Asa Maliki, H.M. Subchan Z.E., M. Siregar dan Brigjend.TNI Mashudi.

Generasi sekarang mungkin tidak banyak yang mengenal mereka. Berikut keterangan ringkas para tokoh yang menandatangani Tap MPRS No XXV Tahun 1966 itu. Berikut keterangan ringkas tentang para penandatangan.

 

Jenderal TNI Dr. Abdul Haris Nasution

Lahir di Kotanopan, Sumatra Utara, 3 Desember 1918. Meninggal di Jakarta, 6 September 2000 (81 tahun). Beliau adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang dan salah seorang tokoh TNI AD yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September. Memang beliau dan isteri beliau selamat dari upaya penculikan tersebut. Namun Nasution kehilangan putri tercinta Ade Irma Suryani Nasution beserta ajudannya, Lettu Pierre Tendean.

Jenderal Nasution adalah konseptor Dwifungsi ABRI yang disampaikan pada tahun 1958 yang kemudian diadopsi selama pemerintahan Soeharto. Konsep dasar yang ditawarkan tersebut merupakan jalan agar ABRI tidak harus berada di bawah kendali sipil, tetapi pada saat yang sama tidak boleh mendominasi sehingga menjadi sebuah kediktatoran militer.

Bersama Soeharto dan Soedirman, Nasution menerima pangkat kehormatan Jenderal Besar yang dianugerahkan pada tanggal 5 Oktober 1997, saat ulang tahun ABRI.

 

HM Subchan ZE

Beliau adalah tokoh NU yang kerap dikenang sebagai inspirator suburnya gerakan pemuda dan mahasiswa di Indonesia seperti HMI, PMII, GMNI, PMKRI, dan lain-lain. Pada dirinya ada anugerah sebagai figur politik yang tajam, dan belakangan juga dikenang sebagai “pemberontak”, dan berani melawan rezim (Presiden Soeharto).

Beliau meninggal dalam sebuah kecelakaan di Riyadh, Arab Saudi pada usia 42 tahun, konon dalam sebuah operasi intelijen.

Subchan ZE lahir di Kepanjen, Malang Selatan, 22 Mei 1931. Tumbuh di lingkungan santri di Kudus, anak keempat dari 13 bersaudara dari ayah H Rochlan Ismail, adalah mubaligh, pedagang, dan pengurus Muhammadiyah di Malang.

Ibunya adalah pengurus Aisyiyah. Sewaktu kecil dia diangkat anak oleh pamannya, H Zaenuri Echsan, seorang pengusaha rokok kretek asal Kudus. Subchan adalah potret generasi muda NU yang sukses di bidang ekonomi.

Sejak usia 14 tahun dia sudah mengelola perusahaan rokok “Cap Kucing”. Pada usia 15, Subchan sudah rutin bepergian ke Singapura berjualan ban mobil dan truk, cengkeh dan cerutu. Pada saat Belanda memasuki Solo ia mengkordinasi adik-adiknya untuk berjualan cerutu, roti dan permen kepada prajurit Belanda. Setelah dewasa ia menetap di Semarang dan mendirikan perusahaan ekspor dan impor di sana.

 

Osa Maliki Wangsadinata

Ia lahir di Padalarang, Bandung, Jawa Barat, 30 Desember 1907. Meninggal di Salatiga, Jawa Tengah, 15 September 1971. Beliau adalah pejuang Indonesia pada masa revolusi. Besar di lingkungan keluarga pengurus masjid dan mengenyam pendidikan di Taman Siswa hingga kemudian menjadi pengajar dan aktif di berbagai organisasi pergerakan.

 

M. Siregar

Nama lengkap M Siregar adalah Melanchton Siregar. Beliau lahir di Lumban Silo, Pearung, Paranginan, Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, tanggal 7 Agustus 1912.

Meninggal di Jakarta tanggal 24 Februari 1975 (62 tahun).
Beliau adalah ketua Partai Kristen Indonesia, dan panglima Divisi Panah, sayap militer cabang Sumatra Utara dari Partai Kristen Indonesia. Ia juga merupakan anggota Komite Nasional Indonesia Pusat sejak 1947.

 

Brigjen TNI H. Mashudi

Lahir di Desa Cibatu, Garut, Jawa Barat, 11 September 1919. Meninggal di Jakarta, 22 Juni 2005 (85 tahun). Beliau adalah mantan Gubernur Jawa Barat dan mantan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka pada tahun 1978-1993.

Beliau pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dari tahun 1960 hingga 1970. Selain itu pernah menjadi Ketua Majelis Pembimbing Pramuka Jawa Barat sejak tahun 1961. Pada tahun 1974, setelah melepas jabatan sebagai Wakil Ketua MPRS (1967-1972), ia menjadi Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat. Pada tahun yang sama, Mashudi dipilih menjadi Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka.

Orangtua Mashudi adalah wiraswastawan. Beliau adalah anak keenam dari 11 bersaudara. Dari pernikahan dengan Yetty Rochyati, beliau memperoleh dua orang anak. Pangkat terakhir beliau adalah Letjen TNI.

 

Sejarah Ringkas MPRS

Lembaga Tertinggi Negara MPRS adalah cikal bakal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Ya, lembaga tertinggi negara Republik Indonesia.

MPRS dibentuk berdasarkan Dekret Presiden 5 Juli 1959 yang dikeluarkan oleh Presiden RI Soekarno. Susunan MPRS diatur dalam Penetapan Presiden Nomor 2 Tahun 1959. MPRS terdiri atas Anggota DPR Gotong Royong ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan. Yang dimaksud dengan daerah dan golongan-golongan ialah Daerah Swatantra Tingkat I dan Golongan Karya.

Sedangkan anggota tambahan MPRS diangkat oleh Presiden dan mengangkat sumpah menurut agamanya di hadapan Presiden atau Ketua MPRS yang dikuasakan oleh Presiden.

MPRS mempunyai seorang Ketua dan beberapa Wakil Ketua yang diangkat oleh Presiden.

Jumlah anggota MPRS pada waktu dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 199 Tahun 1960 berjumlah 616 orang yang terdiri dari 257 Anggota DPR-GR, 241 Utusan Golongan Karya, dan 118 Utusan Daerah. (*)

 

Artikel ini disarikan dari sejumlah sumber.


Shohibul Anshor Siregar, Dosen FISIP UMSU

Tags: MPRSPKITAP MPRS 1966
Previous Post

Santri dan Politik

Next Post

Survei: Muhammadiyah Ormas Paling Peduli Saat Pandemi

Related Posts

Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara

Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara

11 Agustus 2026
122
Menakar Koordinasi Keislaman: Tantangan Fatwa, Pendanaan, hingga Tata Kelola

Menakar Koordinasi Keislaman: Tantangan Fatwa, Pendanaan, hingga Tata Kelola

1 Agustus 2026
106
Menelusuri Metodologi Baru untuk Peradaban Islam Modern

Menelusuri Metodologi Baru untuk Peradaban Islam Modern

1 Agustus 2026
109
Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”

Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”

19 Juli 2026
135
Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

19 Juli 2026
124
Menjinakkan Watak “Raja” Presiden: Belajar dari Sjafruddin, Assaat, dan Ilusi Konstitusi Sempurna

Menjinakkan Watak “Raja” Presiden: Belajar dari Sjafruddin, Assaat, dan Ilusi Konstitusi Sempurna

28 Mei 2026
126
Next Post

Survei: Muhammadiyah Ormas Paling Peduli Saat Pandemi

IPM Deli Serdang Gelar Up-Grading Kepemimpinan

IPM Deli Serdang Gelar Up-Grading Kepemimpinan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20105 shares
    Share 8042 Tweet 5026
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11918 shares
    Share 4767 Tweet 2980
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9190 shares
    Share 3676 Tweet 2298
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6315 shares
    Share 2526 Tweet 1579
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6102 shares
    Share 2441 Tweet 1526

OPINI

Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan
Jufri Daily

Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan

12 Agustus 2026
109
Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara
Daerah

Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara

11 Agustus 2026
122
Muhammadiyah dan Seni Berkompromi: Melawan Arus Tanpa Kehilangan Arah
Jufri Daily

Muhammadiyah dan Seni Berkompromi: Melawan Arus Tanpa Kehilangan Arah

9 Agustus 2026
115
Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah
Jufri Daily

Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah

8 Agustus 2026
143
UNIMUS Jadi Saksi! Muktamar Tapak Suci XVI, Meneguhkan Iman & Pukulan
Nasional

UNIMUS Jadi Saksi! Muktamar Tapak Suci XVI, Meneguhkan Iman & Pukulan

7 Agustus 2026
112
Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Soliditas
Daerah

Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Soliditas

7 Agustus 2026
124

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan