No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Paderi

22 Mei 2025
in Opini, Ulasan
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Ribut-ribut tentang Kepahlawanan Imam Bonjol adalah gerakan politik anti Islam yang bersembunyi di balik isu HAM.

Umumnya sumber utama opini keributan seperti ini adalah Mangaraja Onggang Parlindungan yang bernama asli Alfred Siregar. Ia pernah menulis buku berjudul “Si Pongki Nangolngolan” tahun 1964. Belakangan ini menjadi sorotan publik karena buku itu diterbitkan kembali oleh sebuah organisasi besar yang sekaligus mendorong opini tentang bahaya pemikiran yang wajib diwaspadai oleh Indonesia terutama pemikiran ideologi transnasional Islam.

Ini berbalas baik dan saling menguatkan dengan usaha dunia internasional yang memusuhi Islam terutama sejak 911 yang di Indonesia diimplementasikan dengan anti terorisme, ekstrimisme dan sebagainya. Juga kerap dipadankan dengan anti khilafah.

Hari-hari belakangan ini misalnya ada trend dari pembela RUU HIP meneriakkan HTI sekadar mengambil celah membela komunis. Di balik opini ini terkandung maksud bhe jika orang Islam Indonesia benci PKI maka sebetulnya tak ada alasan karena HTI itu sama dengan PKI sebagai gerakan internasional pembebasan.

Mereka ingin mengagitasi agar orang tak begitu benci PKI dan memaafkan saja dosa-dosanya. Jadi ini sangat politis.

Christine Dobbin (2008) menegaskan Padri adalah ekspansi ekonomi yang meluas hingga ke wilayah utara dari Sumatera Barat.

Kita sendiri di Indonesia tak faham apa itu Paderi. Paderi itu istilah amat teknis yang tak difahami oleh orang awam dan rata-rata orang Indonesia, apa pun agamanya.

Paderi taklah diketahui orang sebagai istilah teknis dalam dunia Katholik, kecuali mereka para peneneliti agama.

Paderi itu julukan stigmatif kolonial. Kolonial mungkin benci Katholik lalu mengidentifikasi gerakan Imam Bonjol dengan mengambil nama dari pemimpin keagamaan Katholik, yakni Paderi. Inilah lucunya. Gerakan yang dituduh teror Islam dinamai dengan nama kebesaran Katholik.

Oleh beberapa orang ahli buku Arfred Siregar dianggap aneh dan tak dapat dijadikan referensi. Lance Castle sendiri pernah mengatakan kepada saya di UGM, bahwa jika ingin baca buku Alfred Siregar bawa dulu dia ke Psikiater untuk bisa memahami informasi apa yang bisa mincul dari seorang dengan status pasien psikiater.

Hamka tertarik dengan buku itu dan mengonfirmasi.

BACA JUGA

Tindak Lanjut dan Konsekuensi Pada Seruan Boikot dari Muhammadiyah

Manifestasi Tuhan Melalui Ilmu Pengetahuan di Lingkungan Sekitar

Pilpres 2024

Ketika Amanah itu Datang kepada Muhammadiyah

Khidmat Muhammadiyah dan Alarm Peradaban Bangsa

Israel Menyerang Peradaban Dunia

Tak hanya surat menyurat, tetapi forum debat berseri pun dilakukan. Alfred Siregar tidak dapat mempertahankan isi bukunya dan dalam setiap debat ia terus bertahan dengan argumen “sumber data berupa dokumen sudah terbakar”. Argumen terakhirnya adalah “buku ini adalah bahan cerita kepada cucu, bukan buku sejarah”.

Buku Tuanku Rao Antara Fakta dan Hayal (1974) adalah karya Hamka yang menjadi bantahan terhadap buku Alfred Siregar.

Dalam bagian akhir buku itu Alfred Siregar sebetulnya menyebut bahwa ia menebar sejumlah kebohongan di dalam bukunya.

Hanya beberapa yang dia jelaskan dan selebihnya dia anggap sebagai intellectual exercises bagi pembaca agar kritis.

Ayah Alfred Siregar adalah missionaris yang dipekerjakan oleh RMG Jerman sebagai guru. Ia berprearasi dan pernah beroleh award yang menunjukkan pengabdiannya untuk RMG.

Hamka sendiri bingung apa agama Alfred Siregar karena dalam banyak kesempatan mereka berbincang tak terlihat pemahaman maupun pengamalannya sebagai muslim.

Sedangkan ayahnya sendiri jelas Kristen yang tentu sangat faham apa yang dilakukan Nommensen di Toba, mengundang Belanda memerangi sehingga terjadi pembunuhan dan pembakaran besar-besaran. Tidak ada orang yang mendesak hal ini untuk diperkarakan.

Uli Kozok (Utusan Damai Di Kemelut Perang, 2011) dengan setia menerjemahkan korespondensi Nommensen dengan RMG di Jerman dan dengan penguasa kolonial Belanda.

Itulah yang menjadi buku yang menghebohkan tentang tangan berdarah missionaris Jerman di Tapanuli.

Jangan lupakan jejak Nomensen yang membawa pasukan Belanda menyerbu dan menaklukkan Tapanuli dengan melebih-lebihkan kejadian sebelumnya, yakni ekspansi ekonomi Imam Bonjol dengan menyebutnya sebagai teror agama dengan julukan yang sekaligus merendahkan Katholik dengan menyebutnya Paderi. (*)


Penulis dosen FISIP UMSU.

Tags: Alfred SiregarPaderishohibul anshor siregar
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas
Daerah

NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas

by Mujaddid
28 Juli 2026
19
Shohibul: Presiden Sebaiknya Rombak Struktur Anggaran
Nasional

Sosiolog Soroti Universitas Republik Indonesia: “Institusi Pendidikan atau Reproduksi Elit Kekuasaan?”

by Mujaddid
24 Juli 2026
31
Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”
Nasional

Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”

by Mujaddid
19 Juli 2026
36
Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”
Esai

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

by Mujaddid
3 Agustus 2026
26
Penyiksaan oleh Aparat TNI-Polri di Sumut Ancam Demokrasi dan Hak Asasi Warga
Internasional

Kesaksian Akademisi: AI Menipu Saya, Jangan Percaya Buta!

by Mujaddid
14 Juni 2026
71
Akademisi ini Paparkan Peta Pilpres 2024 di Sumatera Utara
Nasional

Rupiah Sekarat Bertengkar dengan Siapa? Ini Jawaban Menohok Akademisi

by Mujaddid
12 Juni 2026
91
Menolak Jadi Penonton Pasif: 5 Langkah Taktis Aceh Amankan Kekayaan Gas Blok Andaman
Nasional

Menolak Jadi Penonton Pasif: 5 Langkah Taktis Aceh Amankan Kekayaan Gas Blok Andaman

by Mujaddid
9 Juni 2026
58
Cegah Kriminalitas, Shohibul: Muhammadiyah Perlu Tentukan Prioritas Orientasi Dakwahnya
Daerah

LHKP Muhammadiyah Sumut Desak Pemerintah Hentikan Personifikasi Kurban APBN

by Mujaddid
28 Mei 2026
158
Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!
Nasional

Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!

by Mujaddid
9 Mei 2026
52
Magnet Investor, Tanah yang Menghilang
Daerah

Magnet Investor, Tanah yang Menghilang

by Mujaddid
1 April 2026
45

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Pemuda Muhammadiyah Sumut Desak Investigasi Total Kebakaran PT Evyap di Sei Mangke
  • Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT
  • Lazismu Himpun Dana Bantuan Rp 6 Miliar untuk Korban Gempa NTT
  • Dosen UMJT Ingatkan Mitigasi Penyalahgunaan Kekuasaan dalam RUU Perampasan Aset
  • Dosen Ilmu Lingkungan UMJT Madiun: Efek Kebakaran Hutan Harus Diwaspadai
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia
Daerah

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini
Daerah

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan
Muhammadiyah

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan

Konten Kreator ‘Parmitu’
Daerah

Konten Kreator ‘Parmitu’

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM
Daerah

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah
Daerah

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.