No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Kepribadian

31 Juli 2020
in Islam, Kebangsaan, Keislaman, Opini, Ulasan
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Teori apa yang bisa dibangun atas fakta Nabi Muhammad SAW yatim-piatu dalam kaitannya dengan kepribadian?

Pada masa infantil terlalu riskan tak menyebutkan masa menyusui selama 2 (dua) tahun karena masa ini sangatlah penting dalam pembentukan kepribadian sebagaimana tercermin dalam interaksinya dengan ibunya.

Masa menyusui dirancang oleh Allah dengan penyesuaian “menu air susu” yang secara otomatis mengikuti pertumbuhan bayi.

Pernahkah secara kritis berfikir mengapa aturan Islam memiliki keunikan soal nikah? Lelaki boleh berpoligmai itu apa rahasianya?

Kematian bukanlah sesuatu yang mesti hadir dalam usia berbilang. Sebab itu hadits meminta: “Bekerjalah sekeras-kerasnya seolah akan hidup abadi, dan beramal dan beribadahlah sekuat-kuatnya seolah akan mati esok hari”.

Pemahaman dan penerimaan atas konsep takdir kematian dan adanya hidup setelah kematian (surga-neraka) sangat besar membentuk kepribadian mempertahankan hak atau beternak bathil.

Fardu kifayah untuk jenazah mencerminkan sesuatu yang sangat perlu digali nilai-nilanya. Begitu juga doktrin berdasarkan hadits tentang keterputusan hubungan antara yang hidup dengan yang mati kecuali dalam 3 hal (anak sholeh yang selalu mendoakan, ilmu yang diajarkan dan sadaqah selama hidup).

Begitu pun, dalam adab ziarah diwajibkan tak menggunakan alas kaki dan sebelum memasuki areal pekuburan berucaplah salam “Assalamu alaikum ya ahladdiyyar atau assalamu alaikum ya ahlal qubur”.

Penting diphami, bahwa Al-Arkanul Islam (rukun Islam) dan Al-Arkanun Iman (rukun iman) menjadi dasar predistinasi pembentukan kepribadian.

Kita petik beberapa saja. Ibadah misalnya, bukanlah ritual pribadi. Sejak pemanggilan melalui azan, iqamah dan jama’ah telah memberi ajaran organisasional yang mutlak.

Kemudian, Hajj saat ini mungkin dihadiri oleh 2-3 jutaan kaum muslimin, sesuatu yang tiada duanya dalam kumpulan manusia untuk satu event pada satu tempat konsentrasi. Di sana ada ukhuwah internasional sehingga ashabiyyah lokal bahkan batas entitas bangsa dan negara dikerdilkan sehingga kita menemukan lagi kebenaran “Ya ayyuhannasu inna khalaqnakum minzakarin wa untsa wajaalnakum tsuuban wa qabaila lita’arafu; inna akramakum indallahi atsqakum”.

Tahun yang lalu 32 negara pernah menandatangani penolakan atas perlakuan China atas Uighur, namun dua hari kemudian 35 negara menandatangani perlawanan terhadap 32 kelompok negara pertama.

Dari peta ini hajj dan umrah ke induk bumi tak lagi bermakna kecuali sekadar urusan ritual sebatas embarkasi dan debarkasi. Hajj bukan lagi kongres internasional umat.

Abul ‘Ala Al-maududi patut dicermati soal pandangan dan pertanggungjawaban sosial kesejagatan ini. Mengakhiri hegemoni formal penjajahan Eropa, banyak negara-negara muslim terjajah memiliki pandangan yang saling bertabrakan. Sebagian ingin merdeka, tetapi sebagian tidak mau jika konsep nasionalisme akan dipertuhankan kelak, seperti yang kita saksikan saat ini.

Suatu ketika jamaah HTI di Medan meminta saya berbicara menanggapi ancaman One Belt One Road (OBOR) atau yang kemudian diperhalus menjadi Belt Road Initiative (BRI) itu. Saya tegaskan “Siapakah di antara kita yang mau dan berani membisikkan kepada Xi Jinping agar ia menjadi Islam dan jika ia sudah bersyahadah, maka konsepnya itu sebetulnya bisa dikoreksi menjadi real khilafah yang anti neo-kolonialisme.

Saya meminta mereka mencatat bahwa bukan China yang sangat memaksakan, namun negaramu yang meminta dijajah. Tetapi konsep dan persepsi menjajah dan dijajah akan dengan sendirinya hapus jika Xi Jinping disyaahadatkan dan merubah BRI menjadi agenda khilafah internasional.

BACA JUGA

Polemik Setelah Pengesahan RUU Polri (2)

Kebijakan POP Mendikbud Tidak Bijak dan Tidak Populis

Menyiapkan Kader Ulama, Politik, dan Profesional: Agenda Strategis Menuju Muktamar 49 Muhammadiyah

Penataan Politik Indonesia

“Mohammed” adalah Nama Depan Paling Populer di Dunia

Muhammadiyah Salurkan Bantuan Air Bersih dari Rakyat Indonesia untuk Warga Palestina

Tahun 1924 lewat pertemuan besar di Garut dan Surabaya dan keputusan untuk mendorong terbentuknya khilafah Islam menggantikan kejatuhan Turki Utsmani yang membawahkan seluruh kerajaan Islam di Indonesia sebelum penjajahan datang menghancurkannya dan dalam bahasa Haji Agussalim khilafah tak mungkin tak ada dalam dunia Islam dan jika nanti kita usung melalui Kongres di Mesir (1925), usul resmi Indonesia adalah pusatnya wajib di Mekkah.

Soal persepsi khilafah dikalangan kampus. Betapa takutnya mereka membicarakan faktanya, dan mereka menyembunyikan Islam di halaman-halaman laporan penelitiannya sebagai sebuah kompromi jahat atas arah baru pendidikan tinggi di Indonesia.

Saya tak menemukan apa pun dari beberapa ilmuan yang selama ini dikenal sebagai ilmuan Islam kecuali survival duniawiyah hingga tak berusaha menjelaskan sebaik Rocky Gerung apa sebenarnya khilafah itu, mereka memilih membiarkan umat Islam ditakut-takuti karena keberadaan HTI, padahal pada saat hampir bersamaan disongsong pula khilafah China yang merontokkan martabat.

Huz min amwalihinna sadaqatuhunna, kata Allah SWT dalam Alqur’an. Itu memperkuat kesalehan imperatif dari zakat yang tak cuma sebatas penunaian kewajiban formal menurut hukum sekuler semisal kasus untuk pajak. Ini bangunan sistem yang melarang kemiskinan di permukaan bumi.

Kelemahan pendekatan psikologi terletak pada persepsinya terhadap manusia secara individual sehingga ia begitu memerlukan tambahan penjelasan yang menyertakan aspek eksternal (sistem).

David McLelland pada intnya berusaha menjelaskan takdir di tangan prakarsa pribadi. Tentulah kita akan berdebat lagi soal mazhab jabariyah dan qadariyah yang di antara keduanya mungkin sebuah jembatan paradigma harus dibangun. (*)


 

Shohibul Anshor Siregar, Dosen FISIP UMSU, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PW Muhammadiyah Sumatera Utara.

Tags: hajjkepribadiankhilafahshohibul anshor siregar
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas
Daerah

NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas

by Mujaddid
28 Juli 2026
19
Shohibul: Presiden Sebaiknya Rombak Struktur Anggaran
Nasional

Sosiolog Soroti Universitas Republik Indonesia: “Institusi Pendidikan atau Reproduksi Elit Kekuasaan?”

by Mujaddid
24 Juli 2026
31
Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”
Nasional

Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”

by Mujaddid
19 Juli 2026
36
Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”
Esai

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

by Mujaddid
3 Agustus 2026
26
Penyiksaan oleh Aparat TNI-Polri di Sumut Ancam Demokrasi dan Hak Asasi Warga
Internasional

Kesaksian Akademisi: AI Menipu Saya, Jangan Percaya Buta!

by Mujaddid
14 Juni 2026
71
Akademisi ini Paparkan Peta Pilpres 2024 di Sumatera Utara
Nasional

Rupiah Sekarat Bertengkar dengan Siapa? Ini Jawaban Menohok Akademisi

by Mujaddid
12 Juni 2026
91
Menolak Jadi Penonton Pasif: 5 Langkah Taktis Aceh Amankan Kekayaan Gas Blok Andaman
Nasional

Menolak Jadi Penonton Pasif: 5 Langkah Taktis Aceh Amankan Kekayaan Gas Blok Andaman

by Mujaddid
9 Juni 2026
58
Cegah Kriminalitas, Shohibul: Muhammadiyah Perlu Tentukan Prioritas Orientasi Dakwahnya
Daerah

LHKP Muhammadiyah Sumut Desak Pemerintah Hentikan Personifikasi Kurban APBN

by Mujaddid
28 Mei 2026
158
Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!
Nasional

Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!

by Mujaddid
9 Mei 2026
52
Magnet Investor, Tanah yang Menghilang
Daerah

Magnet Investor, Tanah yang Menghilang

by Mujaddid
1 April 2026
45

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Pemuda Muhammadiyah Sumut Desak Investigasi Total Kebakaran PT Evyap di Sei Mangke
  • Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT
  • Lazismu Himpun Dana Bantuan Rp 6 Miliar untuk Korban Gempa NTT
  • Dosen UMJT Ingatkan Mitigasi Penyalahgunaan Kekuasaan dalam RUU Perampasan Aset
  • Dosen Ilmu Lingkungan UMJT Madiun: Efek Kebakaran Hutan Harus Diwaspadai
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia
Daerah

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini
Daerah

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan
Muhammadiyah

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan

Konten Kreator ‘Parmitu’
Daerah

Konten Kreator ‘Parmitu’

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM
Daerah

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah
Daerah

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.