Minggu, Juli 19, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Kebangkitan Etnis Angkola dalam Pilkada Tapsel 2020

(Sebuah Perspektif Politik Identitas)

Mujaddid by Mujaddid
2020/07/26
in Daerah, Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Dulu orang Amerika memperkuat rasa bangga dengan negaranya oleh Jhon F. Kennedy dalam pidatonya sebagai Presiden Amerika menyebut “Jangan kamu tanya apa yang Negara berikan kepadamu, tapi tanyalah apa yang bisa kamu buat untuk negara”.

Meski kata-kata ini berasal dari seorang filsuf Cicero zaman Romawi beberapa abad yg lalu tapi sangat menyentuh sebagai doktrin rakyat Amerika. Ungkapan ini penting bagi warga Tapsel memperkuat rasa kecintaan kepada daerah dan negara.

Disisi lain doktrin Soekarno dalam mempersatukan kita sebagai bangsa dengan rasa Nasionalisme yang jauh sebelumnya dideklarasikan oleh Bung Tomo (Budi Oetomo 1908 dan Sumpah Pemuda 1928). Oleh sistem politik Orde Lama sampai Orde Baru bahwa sistem sentralisasi di zaman Soeharto selama 32 tahun di zaman eformasi (1999) mengubah kembali rasa keindonesiaan dengan konsep baru desentralisasi dan otonomi daerah. Seluruh sistem politik dan pemilihan pemimpin melahirkan kembali sebuah fanatisme, egocentrisme kedaerahan ataupun lahirnya kembali politik identitas yang tak terbendung.

Jika dalam Pilkada ini “Rasa Kedaerah” dengan semangat “Marga” dan, “Putera Daerah” terus bergulir, meneriakkan identitas primordial dengan memberikan kriteria pemimpin berdasarkan asal usul, silsilah (tarombo), asal kelahiran, suku (marga,), agama dan lainnya mestinya jangan ditakuti, apalagi dianggap tabu. Inilah pertarungan baru antara politik pragmatisme (uang/modal) dengan politik idealisme (simbol). Dan ditambah dengan pertarungan ide dan gagasan (program).

Kemana arah politik rakyat Tapsel pada Pilkada tahun 2020 ini? Subjektivitas senantiasa muncul dan dimunculkan dalam event politik merebut kekuasaan atau memilih pemimpin.

Disinilah muncul kajian yang menarik bagi kalangan akademisi, apakan kita sekarang sedang bertarung politik identitas atau program atau keduanya ? Bisa juga muncul teori agency (aktor/agen), apakah orang bertarung karena marga, agama atau ada kepentingan aktor (individu/orang per orang/jabatan/identitas lainnya misalnya dia harahap tapi dia juga kepala desa, dia juga merangkap alim ulama, ketua parsadaan) dengan memanfaatkan identitas. Lalu sejauhmana kita bisa melepaskan politik identitas ini disaat pilkada? Saatnya moralitas/etika/budaya politik (high politics/politik adiluhung) kita gelorakan.

Jadi kita harus menghargai politik yang tetap santun bukan politisasi SARA. Jangan melihat isu-isu politik pilkada seperti ini dengan negatif. Tugas kita adalah mengelola kemajemukan dengan baik, menjaga kerukunan. Jika kita gunakan bahasa “Ahape Margna Na Masalah, Ahape Agama Na Masala!?” Bisakah ini kita jalankan? Saya tidak bisa bayangkan jika ada marga Batak Toba atau Suku Nias, beragama Kristen di wilayah mayoritas Islam seperti Tapsel bisa kita terima. Tapi Tapsel sejak dulu dikenal sebagai daerah simbol kerukunan. Dan pemimpin harus berdiri disemua suku, agama, antargolongan diatas kepentingan bangsa dan negara.

Jadi jadi jangan takut menyebut inilah saya, saya mau pilih berdasarkan marga atau agamanya. atau lainnya. Kita harus bisa menerima perbedaan, Inilah tugas bersama kita merawat perbedaan, kemajemukan (pluralitas) tapi tetap Bhinneka Tunggal Ika. Akan bergeser politik identitas ini suatu saat ke politik ideal jika rakyat sudah sejahtera seperti di Amerika. Tapsel tidak boleh kehilangan jati diri sebagai daerah masyarakat adat Angkola dan Islam.

Semoga Penyelenggara Pemilu (KPU), Panwas, ASN, TNI/Polri adalah alat negara, netral dan profesional.

Horas, Ya’ahouw, Menjuah-juah, Wabillahi Taufiq wal hidayah, Billahi Fie Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat, Wallohu Muwaffiq. Wassalam, Taqbir, Allahu Akbar. Saya Indonesia. Kita semua satu, jangan robek Merah Putihku. (*)


Suheri Harahap, Dosen UIN-SU, Tokoh Pemuda Sumut dan Putera Tapanuli Selatan

Tags: Angkolapolitik identitassuheri harahapTapanuli Selatan
Previous Post

Haedar Nashir Sapa Putra-Putri Muhammadiyah di Sejumlah Daerah

Next Post

Tabiat Justifikasi dan Stigmatisasi Rezim Paranoid

Related Posts

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

19 Juli 2026
111
Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta

Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta

18 Juli 2026
114
Boro-boro Berhemat, yang Mau Dihemat itu Tak Ada

Boro-boro Berhemat, yang Mau Dihemat itu Tak Ada

18 Juli 2026
123
FKIP UMSU Gelar Pelepasan PLP dan KKN Internasional

FKIP UMSU Gelar Pelepasan PLP dan KKN Internasional

18 Juli 2026
128
Sambut 187 Pelajar Baru, Fortasi SMP Muhammadiyah 47 Sunggal Jadi Wadah Pembentukan Karakter dan Jiwa Kader

Sambut 187 Pelajar Baru, Fortasi SMP Muhammadiyah 47 Sunggal Jadi Wadah Pembentukan Karakter dan Jiwa Kader

18 Juli 2026
144
Bazar Expo Milad ke-48 FEB UMSU Dongkrak UMKM Kota Medan

Bazar Expo Milad ke-48 FEB UMSU Dongkrak UMKM Kota Medan

18 Juli 2026
150
Next Post
Tabiat Justifikasi dan Stigmatisasi Rezim Paranoid

Tabiat Justifikasi dan Stigmatisasi Rezim Paranoid

Fenomena Bobby dan Bahayanya Politik Dinasti

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20083 shares
    Share 8033 Tweet 5021
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6311 shares
    Share 2524 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6099 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”
Esai

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

19 Juli 2026
111
Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta
IPM

Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta

18 Juli 2026
114
Boro-boro Berhemat, yang Mau Dihemat itu Tak Ada
Esai

Boro-boro Berhemat, yang Mau Dihemat itu Tak Ada

18 Juli 2026
123
Dari Abu Pasar Nauli, Al-Ma’un Menyala Kembali
Islam

Dari Abu Pasar Nauli, Al-Ma’un Menyala Kembali

16 Juli 2026
130
Media Sosial Menggugat Dominasi Narasi Barat, tetapi Manipulasi Mengintai
Internasional

Media Sosial Menggugat Dominasi Narasi Barat, tetapi Manipulasi Mengintai

16 Juli 2026
106
Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah
Daerah

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

15 Juli 2026
115

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan