No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Hidup dengan Energi Positif

11 Juli 2020
in Pedoman
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Pagi hari, sambutlah sinar matahari dengan jiwa berseri. Menghirup udara segar dengan aura jiwa menyala. Sinar sang surya dan seluruh energi yang terhampar di alam raya ini dianugerahkan Tuhan untuk disyukuri dan dimanfaatkan secara positif.

Bisa berolahraga ringan, sedang, dan berat agar tubuh dan pikiran segar dan sehat. Tergantung kadar masing-masing. Apapun bisa dilakukan dengan ringan dan riang hati. Sebagai wujud kesyukuran dan memulai hidup dengan energi positif.

Bagi muslim tentu membuka lembaran hari dengan shalat subuh. Ada yang ambil shalat tahajud, tanpa perlu publikasi. Meski masih beribadah di rumah karena pandemi, tak mengurangi nilai taqarrub kepada Allah.

Lakukan dengan khusyuk dan pancarkan fungsi ibadah itu untuk membangun kesalihan diri dan lingkungan. Menyambung hati, pikiran, dan seluruh diri kepada Allah, Dzat Yang Maha Kuasa dengan sepenuh jiwa tulus dan kepasrahan.

Tundukkan diri sepenuh jiwa raga, sehingga hidup optimis, penuh pengharapan positif, dan terang jalan. Itulah waktu angkatan pertama the first time dalam hidup orang beriman.

Sesudahnya bisa tadarus dan membaca, agar horizon kehidupan luas dan sarat makna. Lalu bersebaran di muka bumi meraih rizki dan anugerah Allah, serta berbuat kebajikan dalam hidup. Hidup itu indah kan?

Jika memulai hidup dengan positif, maka energi yang bersemi dalam diri dan yang dihasilkan pun insya Allah positif. Kalau energinya negatif, bawaannya akan negatif.Hatta dalam menghadapi masalah, sikapi dengan jiwa positif disertai ikhtiar dan penuh pengharapan.

BACA JUGA

Haedar Nashir Sampaikan Pesan Kebangsaan kepada Para Kontestan Pemilu 2024

Saatnya Bangkit!

Rakernas LHKP, Haedar Nashir Kembali Tegaskan Pandangan Politik Muhammadiyah

Idul Fitri di Rumah

Haedar Nashir: 700 Ribu Mahasiswa Muhammadiyah yang Tersebar di 173 PTMA Terintegrasi dalam Satu Rumpun

Pesan Haedar Nashir: Pejabat Jangan Salahgunakan Wewenang dan Ikut Cawe-cawe dalam Pemilu 2024

Ambillah spirit dan nilai Surat al-Insyirah (Kelapangan). Surat al-Insyirah mengajarkan hidup “Lapang”, agar insan beriman tidak serba sempit dan negatif dalam menghadapi musibah, masalah, dan rintangan.

Hidup memang berwarna, ada nikmat ada masalah, ada suka dan duka, yang niscaya dihadapi dengan jiwa lapang layaknya para kesatria. Nabi dan Rasul pun menghadapi banyak masalah, rintangan, dan jalan terjal dalam kehidupan dan mengemban risalah Tuhan.

Allah mengingatkan orang beriman, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS al-Baqarah: 216).

Masalah bisa datang dan pergi dalam hidup pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Bahkan dalam relasi semesta. Semuanya untuk disikapi dan dihadapi. Ada yang bisa diselesaikan, boleh jadi ada yang tidak terselesaikan sebagaimana mestinya.

Jangan diratapi. Apalagi disikapi dengan amarah, sesal, kebencian, dan segala luapan negatif. Masalah jangan memenjara diri kita menjadi sosok yang garang, pendendam, pemarah, dan penyebar energi negatif atasnama apapun.

Jika hidup kita merasa benar dan lurus, ingatlah semua insan ada kelemahan, jangan gampang menghakimi dan menghujat orang lain. Tazakku atau merasa diri paling bersih dan suci itu juga tidak dibenarkan Tuhan.

Sikapi dan jalani hidup dengan jiwa “abdullah” (hamba Allah yang selalu beribadah dan pasrah kepada-Nya) dan “khalifatul fil-ardl” (wakil Tuhan yang bertugas memakmurkan bumi) sebagaimana teladan utama para Nabi dan Rasul serta orang-orang bijak nan cerdas dan mulia hati.

Tugas dan kewajiban kita dalam hidup ini ikhtiar lewat segala usaha dan do’a yg sungguh-sunguh, selebihnya tawakal dan sabar kepada Dzat Yang Maha Segalanya. Hal yg terbaik berbuatlah yang positif dan membawa kemaslahan, kebaikan,dan kemajuan hidup meskipun setahap demi setahap.

Membangun sesuatu itu lebih sulit ketimbang mengkritik sesuatu, meski kritik itu tetap baik. Tapi pekerjaan utama hidup kita itu berbuat sesuatu untuk memakmurkan kehidupan sebagaimana fungsi kekhalifahan manusia di muka bumi.

Apalagi bagi generasi muda dan milenial. Perjalanan hidup bagaikan menggelar sajadah panjang. Jangan hidup untuk sekadar hidup, tapi hidup bernilai dan bertujuan raih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Jalani hidup dengan kesungguhan, lapang hati, luas pandangan, dan penuh optimisme. Junjungtinggi akhlak mulia, boleh salah kemudian segera berbenah. Cintai orangtua dan sesama tanpa aura benci dan saling memusuhi.

Jangan larut dengan dunia medsos yang negatif, hoaks, kebencian, amarah, dan permusuhan.Gunakan medsos untuk silaturahmi, kebaikan, cari ilmu, mengasah diri, dan sesuatu yang produktif.

Bukalah banyak jalan dalam mengembangkan diri dan berikhtiar meraih cita-cita. Belajar dari orang lain, tapi jangan pernah menjadi dan harus sama dengan orang lain. Jalin sebanyak mungkin silaturahmi, persahabatan, dan relasi tanpa sekat agama dan batas sosial lainnya.

Senang bila ada orang lain sukses, bantu sebisa mungkin manakala ada sesama yang bermasalah. Jadikan hidup kita berguna dan bermakna. Terus melangkah untuk berbuat yang terbaik dengan gigih, sabar, dan mengerahkan energi positif.

Jangan berhenti mendekat dan bermunajat kepada Dzat Pemilik dan Penguasa Alam Semesta. Insya Allah hidup menjadi lapang dan diberkahi Allah. (*)


Tulisan ini dikonversi dari sebuah utas yang ditulis Haedar Nashir di akun twitter @HaedarNs

Tags: Haedar Nashirpagiutas
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Ketum PP Muhammadiyah: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Jadi Agenda Utama
Kebangsaan

Ketum PP Muhammadiyah: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Jadi Agenda Utama

by Mujaddid
17 Agustus 2026
31
Ayo Ikuti Acara Khusus Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027: Pak Ketum PP Muhammadiyah Menyapa Para Murid Sekolah/Madrasah Muhammadiyah se-Indonesia
AUM

Ayo Ikuti Acara Khusus Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027: Pak Ketum PP Muhammadiyah Menyapa Para Murid Sekolah/Madrasah Muhammadiyah se-Indonesia

by Mujaddid
10 Juli 2026
53
Lompatan Baru Pendidikan Berkemajuan: Haedar Nashir Resmikan Muhammadiyah Sapen Universal School Berarsitektur ‘Bandung Bondowoso’
AUM

Lompatan Baru Pendidikan Berkemajuan: Haedar Nashir Resmikan Muhammadiyah Sapen Universal School Berarsitektur ‘Bandung Bondowoso’

by Mujaddid
4 Juli 2026
12
Pancasila Hilang di Mana?
Kebangsaan

Pancasila Hilang di Mana?

by Mujaddid
1 Juni 2026
34
Mendidik dengan Keteladanan
Kebangsaan

Mendidik dengan Keteladanan

by Mujaddid
2 Mei 2026
65
Haedar Nashir: KHGT merupakan Respons terhadap Keniscayaan Globalisasi
Islam

Haedar Nashir: KHGT merupakan Respons terhadap Keniscayaan Globalisasi

by Mujaddid
22 Maret 2026
98
Haedar Nasir Tanggapi Putusan MK Soal SD Swasta Gratis
AUM

Haedar Nasir Tanggapi Putusan MK Soal SD Swasta Gratis

by Mujaddid
4 Juni 2025
55
Ketum PP Muhammadiyah: Jadikan Ajaran Islam Motor untuk Majukan Negara Serumpun
Internasional

Ketum PP Muhammadiyah: Jadikan Ajaran Islam Motor untuk Majukan Negara Serumpun

by Mujaddid
7 Mei 2025
52
Dukung Pengembangan AUM, Ketum PP Muhammadiyah Beri Penghargaan kepada Dirut Holding Perkebunan Nusantara
Daerah

Dukung Pengembangan AUM, Ketum PP Muhammadiyah Beri Penghargaan kepada Dirut Holding Perkebunan Nusantara

by Mujaddid
24 Februari 2025
64
Haedar Nashir: Ibadah Puasa sebagai Momentum Refleksi Diri
Islam

Haedar Nashir: Ibadah Puasa sebagai Momentum Refleksi Diri

by Mujaddid
12 Februari 2025
91

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Pemuda Muhammadiyah Sumut Desak Investigasi Total Kebakaran PT Evyap di Sei Mangke
  • Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT
  • Lazismu Himpun Dana Bantuan Rp 6 Miliar untuk Korban Gempa NTT
  • Dosen UMJT Ingatkan Mitigasi Penyalahgunaan Kekuasaan dalam RUU Perampasan Aset
  • Dosen Ilmu Lingkungan UMJT Madiun: Efek Kebakaran Hutan Harus Diwaspadai
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia
Daerah

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini
Daerah

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan
Muhammadiyah

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan

Konten Kreator ‘Parmitu’
Daerah

Konten Kreator ‘Parmitu’

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM
Daerah

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah
Daerah

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.