No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Bagaimana Pariwisata Halal Membentuk Kembali Industri Pariwisata Global?

18 Juli 2020
in Opini, Ulasan
Reading Time: 3 mins read
0
A A
1
Share on Facebook
Share on Twitter

Wisatawan Muslim akan membelanjakan US $ 220 miliar tahun 2020. Pariwisata halal menjadi kategori pariwisata yang berkembang pesat. Karena itu platform Muslim Friendly (ramah-Muslim) mulai bermunculan dimana-mana

Data pengeluaran pelancong Muslim diperkirakan akan meningkat menjadi US $ 220 miliar pada tahun 2020, dengan jumlah wisatawan Muslim tumbuh menjadi 156 juta dari 121 juta pada 2016. Data itu diperoleh dari Indeks Perjalanan Muslim Global (GTMI) tahun 2017.

Tidak bisa dipungkiri, sebagai fenomena bisnis yang laju pertumbuhannya sangat pesat, wisata ‘halal’ itu jelas merupakan segmen pasar yang berkembang. Turis Muslim pencari tujuan yang memenuhi standar kebutuhan mereka (dalam hal makanan, pakaian, atau ritual, ini) begitu penting untuk diabaikan oleh pasar dan pemerintahan di dunia.

Memang penduduk negara ini mayoritas Budha, meskipun dengan populasi Muslim yang cukup besar di selatan, tetapi adalah fakta yang takmungkin dipungkiribahwa Thailand telah terbukti menjadi tujuan populer bagi umat Islam, terutama dari Indonesia, yang mencari liburan yang terjangkau dan makanan Thailand. Sedangkan untuk Inggris, pengeluaran Muslim diperkirakan akan meningkat menjadi US $ 4,1 miliar pada tahun 20204.

 

Adaptasi dengan Kebutuhan Wisatawan Muslim

Mengingat potensi sektor ini, penting bagi industri perhotelan untuk beradaptasi dengan perubahan persyaratan halal untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim. Menurut CrescentRating, hotel dan restoran setidaknya harus menawarkan makanan halal. Sebuah destinasi kemudian dipandang semakin menarik bagi para pelancong Muslim (sebagaimana dinilai dalam peringkat GTMI) berdasarkan ketersediaan fasilitas sholat, kamar mandi ramah Muslim dan penawaran terkait Ramadhan. Sementara banyak bandara di dunia sekarang menawarkan makanan halal dan ruang sholat, beberapa masih kekurangan fasilitas cuci atau wudhu.

 

Membentuk Masa depan Dengan Teknologi

Selain agen perjalanan online atau Online Travel Agency (OTA) yang lebih tradisional seperti booking.com atau TripAdvisor, platform ramah- Muslim mulai bermunculan. Platform peer-to-peer juga muncul.

Bookhalalhomes.com telah menjadi portal terkemuka dunia untuk penyewaan akomodasi halal. Ini membedakan dirinya dari Airbnb dengan menjamin layanan bersertifikat halal seperti makanan halal dan mushalla yang ditunjuk.

 

Aplikasi smartphone juga sedang dikembangkan.

Otoritas Pariwisata Thailand konon telah meluncurkan aplikasi yang membantu pelancong Muslim menemukan produk dan layanan halal. Ini menyediakan informasi tentang waktu sholat, pilihan makanan, dan paket tamasya. Aplikasi lain, HalalTrip, menawarkan informasi terkait lebih dari 65 tujuan di seluruh dunia. Ini menghasilkan pendapatan dengan menjual paket wisata yang cocok, apakah itu menikmati Hiu Putih Hebat di Afrika Selatan, budaya dan sejarah di Spanyol, atau berbelanja di Dubai.

 

Bagaimana Inovasi Memengaruhi Permintaan?

Dengan pengeluaran para pelancong Muslim yang akan mencapai US $ 220 miliar tahun 2020, dan fakta populasi Islam sebagai agama paling cepat tumbuh di dunia, para wisatawan Muslim jelas merupakan beberapa pelanggan terpenting pasar wisata.

Faktor-faktor penarik seperti layanan yang ramah keluarga dan ramah Muslim adalah penting, seperti halnya kesadaran halal. Ketika masalah keamanan dan persyaratan halal dasar dipenuhi, pariwisata dunia akan terus tumbuh. Adapun teknologi, perusahaan teknologi halal tampaknya telah membentuk keuntungan penggerak pertama. Tapi itu hanya masalah waktu sebelum OTA utama negara-negara Barat masuk dan berusaha untuk mendominasi pasar yang amat menjanjikan ini.

 

Trend Dunia

Sebagaimana telah digambarkan pada bagian awal tulisan ini, fakta saat ini menunjukkan bahwa sesungguhnya model-model yang sedang diusahakan di Indonesia dengan penerbitan regulasi Jaminan ProdukHalal (JPH) sudah tumbuh pesat menjadi bisnis multi-miliar dolar di seluruh dunia. Demandnya (permintaan) terus meningkat dan sekarang diterima secara luas karena memang produk bersertifikat halal itu secara substantif telah memenuhi standar internasional untuk keamanan konsumsi .

Selain itu di seluruh dunia kini banyak lembaga yang memiliki kewenangan mengurusi masalah halal yang menurut sejarahnya sejak tahun 1999 lalu telah bersepakat atas pendirian Dewan Makanan Halal Dunia (WHFC) yang di dalamnya Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM MUI) memiliki peran penting.

BACA JUGA

Sastra Lisan dan Pembentukan Nasionalisme Indonesia

Politik Belah Nangka

Purifikasi Demokrasi

Kapolri Baru Tetap Polisi

Menakar Popularitas Calon Walikota Medan 2020 (Bagian 2)

Partai Tunggal?

 

Kontroversi di Dalam Negeri

Ini harus diawali dengan peninjauan atas regulasi yang ada. Setidaknya terdapat beberapa kealpaan besar Indonesia seputar penerbitan UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Hingga kini kehadiran UU itu seolah hanya dapat dinilai sebagai kemunculan sebuah tekad belaka. Kurangnya upaya civil society untuk mendorong dan bahkan menekan pemerintah untuk memenuhi kewajibannya secara jelas berkaitan dengan lemahnya posisi tawar saat ini. (*)


Penulis adalah Dosen FISIP UMSU

 

Tags: pariwisata halalwisata halal
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Opini

Faktor Demografis Peningkatan “Halal Tourism”

by Mujaddid
19 Juli 2020
241

Comments 1

  1. Ping-balik: Faktor Demografis Peningkatan "Halal Tourism" - TAJDID.ID

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung
  • Lulusan Terbaik Medkom UMY Bahas Fenomena Jastip dan Guru Gembul dalam Seminar Media dan Komunikasi UMJT
  • Belajar dari Kelangkaan BBM di Bali: FSPPB Dorong Pembenahan Tata Kelola lewat RUU Migas 2026
  • Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
  • Terpilih Secara Aklamasi, Arya Sinulingga Resmi Pimpin PSSI Sumut Periode 2026–2030
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung
Jufri Daily

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
Esai

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
Daerah

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.