• About Us
  • http://jnews.io
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Prof Nawer Yuslem: Kebertauhidan adalah Modal Dasar, Benteng dan Senjata Ampuh Hadapi Cocid-19

by Mujaddid
2020/06/07
Reading Time: 4 mins read
0
Bagikan di Facebook
Bagikan di Twitter
Bagikan di Whatsapp

TAJDID.ID-Medan || Kebertauhidan sebagai keberIslaman dan disebut Islami Life merupakan sesuatu yang mengantarkan kita akan keyakinan bahwa Allah SWT itulah yang berkuasa dan menciptakan. Allah itu yang memelihara dan mengatur bahkan menguasai alam semesta. Ciri pertama kebertauhidan ini menjadi modal dasar dan sekaligus benteng dan senjata yang ampuh dalam menghadapi pandemi Covid 19.

Demikia disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara Prof Dr Nawir Yuslem pada Kajian Virtual yang diselenggarakan PW Muhammadiyah Sumut, Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sumut dan MCCC Sumut, Sabtu (6/6/2020).

“Kalau merujuk persyarikatan Muhammadiyah, kehidupan bertauhid merupakan bagian dari Mukaddimah Anggaran Dasar (AD) Muhammadiyah dan pokok pikiran pertama, bertauhid merupakan sesuatu yang menjadi landasan dalam berMuhammadiyah,” tutur Nawir Yuslem.

RELATED STORIES

Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan

Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan

12 Agustus 2026
128
Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Soliditas

Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Soliditas

7 Agustus 2026
124

Nawir menjelaskan, sebagai umat Islam lebih spesifik warga Muhammadiyah sudah memiliki bekal, bahwa apa yang terjadi sekarang, yang dicemaskan, dikhawatirkan yakni Covid 19 di mana tidak kunjung berakhir. Maka, bekal keberIslaman dengan menyakini Allah, sebagai satu-satunya yang berkuasa, mencipta, mengatur alam semesta sehingga membuat ada semacam tidak gamang, takut dan cemas, dengan new normal ini.

Kalau tidak memiliki pemahaman yang positif dan didukung keberislaman yang baik dan benar, lanjut Nawir Yuslem, bisa salah kaprah, seolah-olah kita seperti normal kembali. Padahal, new normal tidak harus sama dengan apa yang terjadi sebelum Covid-19.

“New normal ini bisa dipahami aturan, prosedur, protokol dan kita laksanakan serta ikuti untuk menjadi sesuatu yang normal dalam kehidupan, sepanjang covid 19 belum berakhir,” katanya.

Guru Besar UIN Sumut ini mengungkapkan, sering kali dalam suasana yang luar biasa, dalam bentuk musibah membuat orang yang lupa kepada Tuhan, akhirnya tersadarkan. Boleh jadi ini merupakan wujud apa yang diajarkan Alquran. Bagaimana cara Allah mengingatkan dan menyadarkan manusia.

 

Pengabdian

Setelah kebertauhidan, Nawir Yuslem menyampaikan maka akan berlanjut pada tindakan dan perbuatan melaksanakan aturan. Tindaklanjut tauhid akan menjadikan manusia hadir, sebagai pengabdi atau beribah kepada Allah. Tuntutan al-Quran lanjut tentang kehidupan Islami, selain bertauhid adalah beribadah kepada Allah SWT.

Dikatakannya, hubungan dengan Covid 19 dalam pelaksanaan beribadah ini, terutama ibadah yang sifatnya berhubungan berjamaah. Seperti salat berjamaah, salat Jumat, salat terawih dan salat Idulfitri, sebagai persyarikatan,organisasi telah melahirkan tuntutan, dengan lahirnya maklumat dan tuntuan ibadah dari PP Muhmamdiyah melalui majelis tarjih dan tajid,

Dalam suasana new normal, katanya,  sudah ada tuntutan ibadah. PP Muhammadiyah sudah mulai memberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah yang sifantya berjemaah. Namun tetap dalam kerangka taat dan patuh pada protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan diikuti oleh warga persyarikatan. Ini bentuk kehidupan Islami yang kedua.

Terkait bagaimana manusia melaksanakan ibadah kepada Allah, seperti ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdha. Dijelaskannya, untuk ibadai Ghairu Mahdha bisa berijtihad, berkreasi dan berinovasi, sepanjang tidak bertentang dengan larangan Allah SWT. Misalnya, disebut muammalah duniawi, silahkan melaksanakan sepanjang tidak ada larangan Allah. Ini tetap mengacu pada suasana new normal yang tetap mengaju kepada protokol kesehatan dan tidak sampai mengantarkan pada mudharat. Dalam larangan Allah, tidak dibenarkan menjerumuskan diri kita kepada mudharat.

Dia menambahkan, sebagai wujud dari beribadah adalah kita menerima dan mengembangkan amanah, maka di antaranya amanah yang ditetapkan dan diberikan Allah sebagai khilafah. Ini merupakan cermin kehidupan Islami.

“Kita harus memerankan diri sebagai Khilafah. Seperti yang disampaikan Allah SWT dalam Surah Hud ayat 61; Ingat ketika Tuhanmu menyampaikan pada para malaikat, aku akan menjadikan bumi ini khalifah dimasukkan adam dan anak cucunya,” tuturnya.

Jadi ini merupakan wujud dari kehidupan Islami bahwa kita bertugas dan berfungsi menjadi Khalifatullah. Dan sebenarnya fungsi dan peranan ini bagian Mukaddimah AD Muhammadiyah, yakni menunaikan amanah yang mewujdukan khalifatullah, wujudnya menciptakan kemakmuran di muka bumi.

“Wujud kemakmuran, melahirkan perbuatan baik dan menghindari mengeliminasi, atau mereduksi berbagai kegiatan yang bisa merusak. Jadi peran kita pengganti Allah dalam rangka mewujudkan apa yang diinginkan kebaikan di bumi,” katanya.

Di sini, lanjutnya sebagai warga Muhammadiyah dan umat manusia secara umum, terpanggil dalam suasana perang Covid-19, keterlibatan untuk melahirkan apa yang namanya Al-Ihsan, Al-Khair. Salah satu yang popular fastabiqul khairat (berlomba-lomba mewujudkan kebaikan), mulai tingkat nasional, wilayah, daerah, cabang hingga ranting.

“Hendak berbuat baik, kepada ibu bapak, kerabat, anak yatim, orang miskin di mana pada pademi Covid-19 ini, bertambah jumlah angka orang yang miskin, bisa jadi karena keterbatasan berusaha, PHK, ditutup berbagai kegiatan usaha dan tetangga di sekitar, yang dekat maupun jauh, teman seperjalanan, ibnu sabil, orang yang berada di bawah kontrol dan kekuasaan. Inilah yang disebut kehidupan Islamic life agar bisa saling melahirkan dan memberikan kebaikan,” jelasnya.

Selain bertauhid, beribadah dan menunaikan ibadah sebagai khalifah, maka dalam rangka memaksimalkan kehidupan Islami  dituntut untuk menyakini dan mengamalkan dan taat aturan yang ditentukan oleh. Konsekuensi lanjut dari tiga subtansi Islam adalah melaksanakan syariat.

Dijelaskannya, syariat ini menurut rumusan Mahmud Syaitut tidak dipahami sempit oleh umat Islam tetapi lebih jauh. Ada syariat yang diturunkan oleh Allah sifatnya detail dan siap pakai, atau ada yang perlu lebih lanjut untuk menata hubungan dengan Tuhan, menata sesama muslim, hak-hak dan menata hubungan sesama saudara, umat Islam tanpa membedakan agama dan keyakinan, terutama kondisi, hubungan dengan alam semesta, sumber daya, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.

“Ini empat subtansi, kita sebagai Muhammadiyah, menjadikan Islam menjadi Islam itu sebagai pedoman hidup dalam keseharian dan harus diwujudkan, PHIWM sudah dikenal, mungkin perlu dalam kondisi suasana pandemi, kita baca kembali terutama dalam menghadapi Islamic life new normal,” sebutnya.

Dalam Muhammadiyah PHIWM itu harus diwujudkan, subtansi Islam yang minimal dirinci dalam empat, dalam kehidupan pribadi orang per orang, kehidupan keluarga, kehidupan bermasyarakat, bertetangga, berteman, dan dalam kehidupan berorganisasi, tingkat paling rendah, ranting, cabang, daerah, wilayah dan pusat.

“Jadi dengan mengimplementasikan PWIHM adalah merupaka aktualisasi dan implementasi subtansi kehidupan Islami yang coba digali dari al-Quran dan as-Sunah,” ajaknya.

Kajian Virtual dibuka oleh Ketua PW Muhammadiyah Sumut, Prof Dr Hasyimsyah Nasution, MA dengan pematik Sekretaris PW Muhammadiyah Sumut, Irwan Syahputra, MA dan moderator Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Sumut, Syaiful Hadi. (*)

Tags: Islamic life new normalketauhidanMuhammadiyah SumutNawir yuslemPHIWM

About Us

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Recent Stories

  • Perkuat Ekosistem Digital Kampus, Rektor UMSU Temui Menteri Komdigi Meutya Hafid
  • Jadi Kontingen Terbesar di ASEAN, UMSU Utus 47 Mahasiswa Kuliah dan Studi Pengalaman di Malaysia

Categories

  • 'Aisyiyah
  • Advertorial
  • AUM
  • Beauty
  • Catatan Hukum
  • Celebrity
  • Celotehan
  • Cerpen
  • Culture
  • Daerah
  • Editorial
  • Entertainment
  • Esai
  • Fashion
  • Foto
  • Health
  • Hizbul Wathan
  • IMM
  • Internasional
  • IPM
  • Islam
  • Jepretan
  • Jufri Daily
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Kemuhammadiyahan
  • Kesehatan
  • Kiat
  • KOKAM
  • Kutipan
  • LabMu
  • LazisMu
  • Living
  • M. Risfan Sihaloho
  • MahasiswaMu Menulis
  • MCCC
  • MDMC
  • Medsos
  • Muhammadiyah
  • Muktamar
  • Muktamar 49
  • Muswil13
  • Nasional
  • Nasyiatul 'Aisyiyah
  • Nukilan
  • Olah Raga
  • Opini
  • Ortom
  • Pedoman
  • Pemilu
  • Pemko Binjai
  • Pemuda Muhammadiyah
  • Pengumuman
  • Percikan
  • Pilkada
  • Prestasi
  • PTM/A
  • Puisi
  • Resensi
  • Sains
  • Sejarah
  • Semarak Muktamar
  • Sosok
  • Syahdan
  • TAJDID Channel
  • Tapak Suci
  • Teknologi
  • Tilikan
  • Tokoh Dunia
  • Tokoh Nasional
  • Travel
  • Ulasan
  • Uncategorized
  • Utasan
  • Video
  • Wawasan

Follow Us

Facebook
Twitter
Instagram
  • Redaksi
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan