No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result
Home
Muhammadiyah

Webinar MAHUTAMA, Prof Aidul: Kedatangan TKA China Ancam Kedaulatan Bangsa Indonesian

by Mujaddid
1 Juni 2020
in Muhammadiyah, Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
0
0
SHARES
229
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

 

TAJDID.ID-Medan || Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45) itu bukan sekedar konstitusi politik, tetapi juga mengandung konstitusi sosial atau konstitusi ekonomi

Demikian djelaskan Ketua Umum Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (MAHUTAMA) Prof Dr Aidul Fitriciada Azhari SH MHum saat menyampaikan pengantar pada acara Webinar Nasional MAHUTAMA dengan tema: “Kontroversi Kedatangan TKA Pada Masa Pandemi dalam Perspektif Ketatanegaraan”, Sabtu (16 Mei 2020) jam 13.00-15.00 WIB

Aidul mengatakan, UUD 45 adalah konstitusi yang mengatur sisitem perekonomian nasioanal dan itu dimuat dalam pasal 33 yang intinya ada demokrasi ekonomi, perencanaan ekonomi secara kolektif (dulu dirumuskan dalam GBHN), hak menguasai negara, mengutamakan BUMN/D dan Koperasi dan berorientasi pada produksi.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, bagaimana sistem ekonomi nasional Indonesia telah mengalami dinamika perkembangan. Di awal kemerdekaan sepenuhnya UUD 45 itu tidak bisa diamalkan, karena pada Konfrensi Meja Bundar (KMB) tanggal 7 Desember 1949 ada beberapa ketentuan yang mengikat kita terkait ekonomi.

Pada perkembangan terakhir, kata Aidul, sistem ekonomi nasional Indonesia terperangkap oleh neoliberalisme (neolib). Seperti yang digambarkan Joseph M Schwartz karakteristik  neoliberalisme itu antara lain, melakukan deregulasi ekonomi, menghancurkan serikat-serikat buruh, menurunkan pajak untuk orang-orang kaya dan korporasi, mengurangi biaya publik, melakukan represi terhadap orang-orang miskin.

Sedangkan ciri dari neolib itu, diantaranya sangat aktif mendukung kepentingan bisnis besar (korporasi), mengurangi proteksi terhadap UU perburuhan, mengeliminasi pelayanan sosial, membuat kebijakan perdagangan bebas memberdayakan perusahaan untuk mencari tenaga kerja dan sumber daya murah dan memperkuat militer untuk menekan oposisi.

“Semua ciri-ciri itu dapat dilihat pada zaman orde baru, tapi sekarang sebenarnya sama saja,” ujarnya.

Dikatakan Aidul, dalam kaitan Hukum Tata Negara sebenarnya ada putusan MKR No 33/PUU-IX/2011 tentang pengujian UU No 38 Tahun 2008 tentang Pengesahan piagam ASEAN terhadap UUD 45 disebutkan bahwa pemerintahan Indonesia dalam membuat aturan pelaksanaan ekonomi harus seuai dengan kepentingan nasional berdasarkan UUD 45. Namun karena kuatnya pengaruh neolib, ketentuan itu sepertinya tidak diindahkan.

Terkait dengan TKA China, Aidul mengatakan, China adalah salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia saat ini. Dan sebenarnya China juga melaksanakan neoliberalisme, itu dimulai pada athun 2001 dengan menjadi anggota WTO juga. Tetapi cina disertai dengan sisitem perencanaan ekonomi lima tahun seperti yang pernah dipraktekkan Indonesia pada masa Orba. Sekarang tahapan perencanaan ekonomi China sudah tahap ke 13, dimana perencanaan ekonominya sekarang lebih menekankan pada inovasi.

“Neliberalisme china itu kemudian membawa implikasi berupa tuntutan untuk memperluas pasar, diantaranya dengan merancang OBOR (one Belt One Road) atau BRI (Belt and Road Initiative), Silk Road Ekonomic Belt, 21st Century Maritime Silk Road,” jelasnya.

Dalam konteks ini, kata Aidul, Indonesia dan China itu sebenarnya sama-sama terintegrasi dalam sistem ekonomi global, dan ini menjadi persoalan dari sisi UUD 45, karena amanat UUD 45 sebenernya cenderung mengamanatkan penguatan ekonomi nasional.

“Persoalannya, Indonesia tidak memiliki perencanaan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, tergantung kepada presiden terpilih, dan ini merupakan konsekuensi dari sistem presidensial. Berbeda dengan China yang memiliki sisitem perencanaan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan yang disusun NPC, tidak tergantuk kepada presiden terpilih,” sebutnya.

Menurut Aidul, kepentingan China itu sangat besar, termasuk di Indonesia. Neoliberalisme China menuntutnya membuat pasar bebas dan terbuka di luar China melalui OBOR/BRI dengan kemudahan investasi dan dengan sarat pekerja migran China, termasuk di Indonesia.

“Persoalannya, Negara kita mengalami keselahan sistem, dimana kebijakan ekonomi ditentukan oleh presiden hasil eleksi, sehingga begitu rentan ditekuk oleh kepentingan asing,” tegasnya.

Harus kita pahami, sekarang China adalah sebuah Negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Dan China merupakan Negara dengan investasi terbesar nomor 2 di Indonesia setelah Singapura.

“Besarnya investasi China ini juga tentunya berpengaruh terhadap sikap pemerintahan Indonesia,”

Namun pastinya, Aidul menilai kedatangan pekerja migran China di tengah pandemi Covid-19 dapat menjadi ancaman terhadap kedaulatan negara dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Bagaimanpun pemerintahan Indonesia harus memiliki political will untuk melindungi masyarakat dan bangsa ini serta mewujudkan tujuan Negara untuk memajukan kesejahteraan umum dan keadilan sosial,” tutupnya. (*)

Tags: Berita MAHUTAMAMasyarakat Hukum Tata Negara MuhammadiyahProf Dr Aidul Fitriciada Azhari SH MHumWebinar MAHUTAMA

Related Posts

Ditanya Apakah Ada Sumbangan dari Pemerintah untuk Pembangunan Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS? Prof Aidul: Alhamdulillah Tidak
Muhammadiyah

Ditanya Apakah Ada Sumbangan dari Pemerintah untuk Pembangunan Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS? Prof Aidul: Alhamdulillah Tidak

11 Juli 2022
2k
Prof Aidul: Ramadhan dan Lebaran Menggerakkan Ekonomi
Nasional

Prof Aidul: Ramadhan dan Lebaran Menggerakkan Ekonomi

3 Mei 2022
263
Muhammadiyah

MAHUTAMA dan MIH UMS Akan Gelar Webinar Nasional Refleksi Akhir Tahun 2021

27 Desember 2021
204
MAHUTAMA Kembali Akan Gelar Seminar Nasional Online
Muhammadiyah

MAHUTAMA Kembali Akan Gelar Seminar Nasional Online

9 September 2020
367
Prof Suteki: Kebebasan Berpendapat adalah “Ruh” Demokrasi
Nasional

Prof Suteki: Kebebasan Berpendapat adalah “Ruh” Demokrasi

2 Juni 2020
597
Soal Pemakzulan, Refly Harun: Harus Dibedakan Antara Wacana dengan Gerakan
Nasional

Soal Pemakzulan, Refly Harun: Harus Dibedakan Antara Wacana dengan Gerakan

2 Juni 2020
550
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0

Persyarikatan

Ketum PP Muhammadiyah: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Jadi Agenda Utama
Kebangsaan

Ketum PP Muhammadiyah: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Jadi Agenda Utama

Akademisi UMJT Madiun Kritik Pelecehan Ayat Suci dalam The Sounds Project, Tekankan Pentingnya Etika
Muhammadiyah

Akademisi UMJT Madiun Kritik Pelecehan Ayat Suci dalam The Sounds Project, Tekankan Pentingnya Etika

Gebyar HUT RI 81 dan Syiar Muktamar 49 Muhammadiyah, PRM Titi Papan Gelar Beragam Kegiatan
Daerah

Gebyar HUT RI 81 dan Syiar Muktamar 49 Muhammadiyah, PRM Titi Papan Gelar Beragam Kegiatan

UMSU 1957 FC: Dari Lapangan Kampus, Menendang Bola Kemajuan
Jufri Daily

UMSU 1957 FC: Dari Lapangan Kampus, Menendang Bola Kemajuan

Langkah Progresif Kampus Berkemajuan: UMSU Siap Dirikan Klub Sepak Bola Profesional ‘UMSU 1957 FC’
Muhammadiyah

Langkah Progresif Kampus Berkemajuan: UMSU Siap Dirikan Klub Sepak Bola Profesional ‘UMSU 1957 FC’

Rektor UMSU Cetak Gol di Final, Rektorat FC Segel Juara Piala Rektor 2026
Daerah

Rektor UMSU Cetak Gol di Final, Rektorat FC Segel Juara Piala Rektor 2026

Opini

Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka: Soekarno-Hatta dan Wajah Kepemimpinan Indonesia
Jufri Daily

Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka: Soekarno-Hatta dan Wajah Kepemimpinan Indonesia

81 Tahun: Sudah Berapa Persen Merdeka Kita?
Nasional

81 Tahun: Sudah Berapa Persen Merdeka Kita?

UMSU 1957 FC: Dari Lapangan Kampus, Menendang Bola Kemajuan
Jufri Daily

UMSU 1957 FC: Dari Lapangan Kampus, Menendang Bola Kemajuan

Adab Lebih Dulu daripada Artificial Intelligence
Nasional

Adab Lebih Dulu daripada Artificial Intelligence

Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan
Jufri Daily

Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan

Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara
Daerah

Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara

Follow TAJDID.ID on:

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

© 2026 JNews – Premium WordPress News & Magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?
Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required.
Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.