No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Menjadi Keren Tanpa Prank

1 Juni 2020
in Pedoman
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Haedar Nashir


Generasi milenial itu luar biasa. Energik, kreatif, inovatif, dan jago teknologi informasi. Dunia daring dan streaming native menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang lekat.

Kaum milenial memang generasi baru yang keren. Setelah dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe memperkenalkan sebutan “millennials”, generasi yang lahir awal 2000an ini menjadi sosok-sosok yang populer. Dunia menyebutnya generasi Y.

Kami generasi “kolonial” malah tertatih-tatih dengan teknologi informasi. Belum sepenuhnya paham dunia milenial yang banyak berkreasi. Saya baru tahu istilah “prank” secara teknis.

Ketika sejumlah berita dan medsos ramai memperbincangkan kebiasaan sebagian kaum milenial terjerat kasus aduan ke polisi akibat “prank”.

Prank katanya candaan atau gurauan di dunia kaum muda kini yang menyebabkan masalah bagi orang lain. Tokoh ternama dikasih rambut aneh-aneh lewat permainan teknologi digital. Heboh tentu saja.

Di satu daerah empat anak remaja melakukan “prank” seolah positif Covid-19, yang membuat para petugas kesehatan di rumah sakit panik. Polisi akhirnya menciduk para remaja iseng itu. Jadi heboh.

BACA JUGA

Muhammadiyah dan Perjuangan Kebangsaan

Martabat Bangsa

Pendidikan Indonesia Mau Kemana?

Mendidik dengan Keteladanan

Ihsan Menjalani Hidup

Pancasila Hilang di Mana?

Bercanda itu boleh dan manusiawi. Manusia itu homo ludens, makhluk bermain. Kita menjadi rileks dengan bercanda. Para kyai dan ustadz juga suka bercanda. Namun canda tetap ada batasnya, yakni kewajaran.

Juga perlu akhlak atau moral dan sopan santun. Tidak bisa semaunya sendiri, karena kita hidup dengan orang lain dan ada tatanan agama, moral, dan budaya luhur yang harus diindahkan bersama.

Manusia di manapun tidak hidup sendiri. Di negara modern pun ada tatakrama. Ada tatanan sosial bersama yang harus diikuti atau jadi bingkai berperilaku.

Bercanda atau prank, bisa menjadi tidak boleh dan masalah ketika melewati batas. Mengusili orang yang cenderung memperolok, menggunjing, mempermainkan, dan merendahkan harga diri atau nama baiknya akan menjadi prank yang bermasalah.

Apalagi canda yang membuat suasana panik, gaduh, dan heboh seperti canda bom, kena positif corona, dan sejenisnya. Malah bila kebablasan bisa jadi perkara hukum dan memicu konfik antar sesama. Di sinilah pentingnya batas bercanda.

Kaum milenial saat ini punya potensi luar biasa. Silakan ada keriangan dan canda yang wajar dalam berinteraksi. Lebih jauh buka ruang terbuka untuk kreatif dan inovatif. Tapi arahkan ke hal-hal yang positif dan produktif.

Berkreasi dengan IT jadilah ahli IT yang sukses seperti Jeff Bezos, Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan para milyarder dunia yang kaya karena kreasi berteknologi informasi.

Juga jadi kaum profesional dan ilmuwan terbaik, serta para inovator maju di berbagai negeri termasuk di Indonesia seperti BJ Habibie. Jangan jadi anak muda prank, yang membawa masalah.

Gunakan IT dan medsos untuk hidup maju dan sukses. Itulah sosok milenial hebat. Milenial keren yang sesungguhnya.

Anak muda dan generasi milenial Indonesia boleh keren dengan ilmu, kreasi, dan inovasi. Itu keren yang membanggakan. Tapi jangan keren karena prank, yang menyebar virus gaduh di muka umum. Nanti rugi sendiri, dan merugikan orang lain! (*)


Tulisan ini dikonversi dari utas yang ditulis Haedar Nashir di akun twitter @HaedarNs

Tags: generasi milenialHaedar Nashirkerenprank
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Mahasiswa UMSU Harus Jadi Pelaku Perubahan Menuju Indonesia Emas
Daerah

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Mahasiswa UMSU Harus Jadi Pelaku Perubahan Menuju Indonesia Emas

by Mujaddid
28 September 2026
56
Ketum PP Muhammadiyah: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Jadi Agenda Utama
Kebangsaan

Ketum PP Muhammadiyah: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Jadi Agenda Utama

by Mujaddid
17 Agustus 2026
82
Ayo Ikuti Acara Khusus Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027: Pak Ketum PP Muhammadiyah Menyapa Para Murid Sekolah/Madrasah Muhammadiyah se-Indonesia
AUM

Ayo Ikuti Acara Khusus Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027: Pak Ketum PP Muhammadiyah Menyapa Para Murid Sekolah/Madrasah Muhammadiyah se-Indonesia

by Mujaddid
10 Juli 2026
103
Lompatan Baru Pendidikan Berkemajuan: Haedar Nashir Resmikan Muhammadiyah Sapen Universal School Berarsitektur ‘Bandung Bondowoso’
AUM

Lompatan Baru Pendidikan Berkemajuan: Haedar Nashir Resmikan Muhammadiyah Sapen Universal School Berarsitektur ‘Bandung Bondowoso’

by Mujaddid
4 Juli 2026
62
Pancasila Hilang di Mana?
Kebangsaan

Pancasila Hilang di Mana?

by Mujaddid
1 Juni 2026
91
Mendidik dengan Keteladanan
Kebangsaan

Mendidik dengan Keteladanan

by Mujaddid
2 Mei 2026
115
Haedar Nashir: KHGT merupakan Respons terhadap Keniscayaan Globalisasi
Islam

Haedar Nashir: KHGT merupakan Respons terhadap Keniscayaan Globalisasi

by Mujaddid
22 Maret 2026
148
Haedar Nasir Tanggapi Putusan MK Soal SD Swasta Gratis
AUM

Haedar Nasir Tanggapi Putusan MK Soal SD Swasta Gratis

by Mujaddid
4 Juni 2025
105
Ketum PP Muhammadiyah: Jadikan Ajaran Islam Motor untuk Majukan Negara Serumpun
Internasional

Ketum PP Muhammadiyah: Jadikan Ajaran Islam Motor untuk Majukan Negara Serumpun

by Mujaddid
7 Mei 2025
104
Dukung Pengembangan AUM, Ketum PP Muhammadiyah Beri Penghargaan kepada Dirut Holding Perkebunan Nusantara
Daerah

Dukung Pengembangan AUM, Ketum PP Muhammadiyah Beri Penghargaan kepada Dirut Holding Perkebunan Nusantara

by Mujaddid
24 Februari 2025
114

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
  • Terpilih Secara Aklamasi, Arya Sinulingga Resmi Pimpin PSSI Sumut Periode 2026–2030
  • Kaji Industri Komunikasi Hadapi Disrupsi, UMY dan UMJT Gelar Seminar di Madiun
  • Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
  • SMeCK Hooligan Apresiasi League Cup, Siap Jadikan Medan Tuan Rumah yang Ramah
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
Esai

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
Daerah

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.