No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Surat Terbuka untuk Yang Terhormat Mas Nadhiem Menteri Pendidikan Nasional

8 Mei 2020
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Budi Nurastowo Bintriman. (Foto: Fb)

Budi Nurastowo Bintriman. (Foto: Fb)

Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh : Budi Nurastowo Bintriman, Muballigh Akar Rumput. Pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Asy-Syifa’ Bantul (2012 – 2017)

BACA JUGA

Implikasi Kekerasan Struktural terhadap Kejahatan Pemilu

Terorisme dan Kontrol Geopolitik Amerika Serikat

Rumus Generasi Dahulu Memandang Dunia dan Akhirat

Rujuk atau Oposisi ? (2)

Amar Ma’ruf Vs Nahi Munkar

Merawat Nyali dalam Demokrasi


 

  1. Mas, konsep pendidikan kita ini, di atas kertas sangat baik dan ideal.
  2. Tapi tahukah Mas Nadhiem, bahwa di lapangan tidaklah seindah yang dikonsepkan.
  3. Jika di atas kertas pendidikan kita menyeimbangkan antara aspek kognitif, psiko motorik, afektif, adab, ataupun akhlaq, tapi di tataran penyata-laksanaannya yang dominan adalah aspek kognitifnya belaka.
  4. Terhadap kecenderungan tersebut, seluruh stake holder pendidikan sepertinya sudah tak punya kemampuan lagi untuk meluruskannya.
  5. Faktornya apa saja, tentunya banyak. Sudah banyak teori diajukan, tapi adab dan akhlaq para anak didik kita, nyatanya kian ke sini kian merosot. Baik dari segi kuantitasnya maupun dari segi kualitasnya.
  6. Padahal kita semua juga tahu, bahwa kognitif yang tanpa dilandasi adab dan akhlaq, justeru akan menjadi masalah. Masalah tersebut sangat mungkin mengenai diri kita sendiri. Dan masalah tersebut sangat destruktif.
  7. Betapa sudah banyak contoh atau kasus tersaji di depan mata kita. Ada sosok kaum milenial “berkognitif” tinggi tapi berlaku curang pada jabatan yang diperolehnya. Sementara jabatan itu adalah jabatan publik.
  8. Kini tibalah semua aspek kehidupan kita mengalami kedaruratan akibat covid-19. Termasuk di dalamnya bidang pendidikan.
  9. Pendidikan Nasional kemudian merespon kedaruratan tersebut dengan menerapkan program “belajar di rumah”.
  10. Namun saya amati, lagi-lagi, program tersebut sangat kental aspek kognitifnya. Bahkan banyak kalangan merasakan, bahwa kesibukan dan kerepotan masa “belajar di rumah” lebih tinggi dibanding masa normal biasa.
  11. Keluhan-keluhan pun kemudian bermunculan dari orang tua, dari siswa, bahkan dari pihak guru sendiri. Itu mereka salurkan via media-media sosial.
  12. Berdasarkan keadaan itu semua, saya mengusulkan agar program ‘belajar di rumah” ini dievaluasi atau direvisi.
  13. Sebaiknya program “belajar di rumah” ditekankan untuk aspek-aspek yang saat normal dahulu selalu terpinggirkan, yaitu aspek adab dan akhlaq.
  14. Silahkan Mas Nadhiem dan kawan-kawan yang pakar untuk merumuskannya. Kedaruratan ini kita petik hikmahnya sebagai momentum untuk penegakan adab dan akhlaq anak-anak didik kita.
  15. Misal guru atau sekolah bisa memberi tugas kepada siswa dengan tugas membuat kelompok untuk turut peduli terhadap korban covid-19, peduli terhadap tenaga medis, dan lain sebagainya.
  16. Jangan sampai program “belajar di rumah” hanya jadi penuh dengan tugas-tugas kognitif. Itu hanya akan menjadikan anak didik kita tidak peka, a sosial, dan individualistik.
  17. Di lingkungan anak didik berada terjadi kedaruratan luar biasa, tapi anak didik kita tetap saja menyibukkan diri dengan buku-buku pelajaran. Telinga dan mata menangkap berita musibah, tetapi hati dan sikapnya membatu tak tergerak untuk berbuat sesuatu.
  18. Saya sangat yakin, perihal ini akan memberikan kebaikan-kebaikan yang signifikan bagi bangsa ini ke depannya. Karena mereka adalah generasi penerus bangsa.
  19. Program “belajar di rumah” untuk menegakkan adab dan akhlaq ini terlambat tak jadi masalah. Karena selama program ini dijalankan insya ALLAH akan memberi percikan-percikan pemikiran baru yang sejalan dengan visi penegakan adab dan akhlaq. Jadi tidak akan ada ruginya.
  20. Wa-ALLAHU a’lam bishshawwab..

Baca juga: Dramaturgi: Sleeping With The Enemy

Tags: Budi Nurastowo Bintrimannadiem makarimpendidikanpendidikan nasionalsurat terbuka
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia
Daerah

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia

by Mujaddid
5 September 2026
70
Ujian di Bulan Juni: Bukan Sekadar Hasil Belajar
Nasional

Ujian di Bulan Juni: Bukan Sekadar Hasil Belajar

by Mujaddid
12 Juni 2026
100
Amanah Peradaban: Ketika Muhammadiyah Menjaga Arah Pendidikan Bangsa
Jufri Daily

Amanah Peradaban: Ketika Muhammadiyah Menjaga Arah Pendidikan Bangsa

by Mujaddid
3 Mei 2026
83
Mendidik dengan Keteladanan
Kebangsaan

Mendidik dengan Keteladanan

by Mujaddid
2 Mei 2026
115
Negeri vs Swasta: Siapa Sebenarnya Mendidik?
Daerah

Negeri vs Swasta: Siapa Sebenarnya Mendidik?

by Mujaddid
1 April 2026
105
Pengusutan Dugaan Korupsi Laptop di Kemendikbudristek Tidak Boleh Tebang Pilih dan Harus Tuntas
Nasional

Pengusutan Dugaan Korupsi Laptop di Kemendikbudristek Tidak Boleh Tebang Pilih dan Harus Tuntas

by Mujaddid
8 Juni 2025
84
Paradoks Kepemimpinan dalam Eforia Pilkada
Muhammadiyah

Paradoks Kepemimpinan dalam Eforia Pilkada

by Mujaddid
24 November 2024
145
Hardiknas 2023; Momentum Memperkuat Kembali Revolusi Karakter
Esai

Hardiknas 2023; Momentum Memperkuat Kembali Revolusi Karakter

by Mujaddid
2 Mei 2023
125
Kritik Nadiem Soal Aturan Pakaian Adat Jadi Seragam Sekolah, Feni Rose: Mas Menteri Sudah Riset Belum?
Nasional

Kritik Nadiem Soal Aturan Pakaian Adat Jadi Seragam Sekolah, Feni Rose: Mas Menteri Sudah Riset Belum?

by Mujaddid
13 Oktober 2022
245
DPP IMM Desak BPK dan KPK Selidiki “Jin Qorin” Nadiem
IMM

DPP IMM Desak BPK dan KPK Selidiki “Jin Qorin” Nadiem

by Mujaddid
27 September 2022
475

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Terpilih Secara Aklamasi, Arya Sinulingga Resmi Pimpin PSSI Sumut Periode 2026–2030
  • Kaji Industri Komunikasi Hadapi Disrupsi, UMY dan UMJT Gelar Seminar di Madiun
  • Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
  • SMeCK Hooligan Apresiasi League Cup, Siap Jadikan Medan Tuan Rumah yang Ramah
  • Pelantikan PW IPM Sumut Periode 2026–2028, Rektor UMSU Ajak Kader Sukseskan Muktamar 49 Muhammadiyah
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
Daerah

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir
Jufri Daily

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.