Kamis, Juli 16, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Haedar Nashir Ungkap Isu-Isu Sentral yang Jadi Tantangan Cendekiawan Muda Muhammadiyah

Mujaddid by Mujaddid
2020/03/07
in Kemuhammadiyahan, Muhammadiyah
Reading Time: 2 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID-Malang || Cendekiawan muda Muhammadiyah saat ini harus mampu mengkapitalisasi ilmu untuk membaca arah zaman. Pembacaan terhadap laju zaman hanya dapat terealisasi dengan baik jika cendekiawan muda Muhammadiyah tidak terjebak pada simulacra.

Demikian dijelaskan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir saat memberikan peta isu sentral yang harus dibahas dalam kegiatan Kolokium Nasional Interdisipliner Cendekiawan Muda Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Jumat (6/3).

Dijelaskan Haedar, simulacra merupakan realitas semu yang diproduksi oleh sebuah industri komunikasi massa yang mengaburkan fakta melalui konstruksi realitas buatan secara masif. Di tengah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang dahsyat saat ini, realitas telah hilang dan kebenaran seringkali menguap.

Agar tidak terjebak dengan simulacra, Haedar menegaskan agar cendekiawan muda Muhammadiyah tahu isu-isu sentral yang sedang dihadapi.

Isu sentral pertama tentang perumusan visi keislaman dan keindonesiaan. Kita beruntung memiliki dokumen sejarah yang tertulis. Konsep tersebut dalam Muhammadiyah kini telah menjadi peneguh identitas dalam memilih wujud relasi Islam dan Indonesia yang disebut sebagai dar al-Ahdi wa as-Syahadah.

“Muhammadiyah menyegel keislaman dan keindonesiaan dengan dar al-Ahdi wa as-Syahadah,” jelas Haedar.

Isu sentral kedua menurut Haedar adalah wacana radikalisme. Dalam persoalan ini cendekiawan muda Muhammadiyah harus mampu mengedepankan moderasi dibanding deradikalisasi.

Bagi Haedar, deradikalisasi merupakan gerakan radikalisme dalam bentuk yang lain, sehingga jalan moderat merupakan solusi paling tepat untuk menahan laju ekstremisme.

Menurut Haedar, kalangan muda Muhammadiyah harus mengelaborasi konsep moderasi dalam Muhammadiyah sebagai solusi fenomena radikalisme ekstrim yang terjadi di Indonesia.

“Kita tentu saja mengakui ada ekstremisme dalam beragama. Namun fenomena radikal ekstrem itu bukan hanya pada agama, ada pada primordialisme kesukuan, ada pada ideologi, politik dan ekonomi,” kata Haedar.

Isu sentral selanjutnya yaitu hubungan Islam dan politik. Dalam hal ini perlu untuk mengelaborasi seberapa jauh mana yang subtantif dan mana yang ijtihadi.

“Berilah perspektif yang dapat akomodatif, bagaimana politik Islam? Ini agenda yang harus dipikirkan,” ujarnya.

Haedar mengatakan bahwa usaha mewujudkan relasi Islam politik harus didasari realitas akan keniscayaan kebinekaan yang ada di negara Indonesia. Wacana Islamisme, sekularisme, dan nasionalisme, merupakan wacana yang telah banyak dibicarakan oleh berbagai kalangan, namun Haedar Nashir berharap kalangan muda Muhammadiyah dapat berpikir strategis melampaui dari ketiga wacana tersebut.

Kemudian isu sentral terakhir adalah diskusi positif atas eksistensi gerak juang Muhammadiyah sendiri di pentas nasional dan internasional. Persoalannya, menurut Haedar adalah belum adanya pembiasaan untuk membaca dan memahami secara menyeluruh dokumen-dokumen penting.

“Sebut saja Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah, hingga Manhaj Tarjih Muhammadiyah,  tokoh-tokoh Muhammadiyah bisa jadi ada yang belum membaca secara lengkap karya tersebut,” sindir Haedar.

Menurut Haedar, menjadi tugas generasi muda Muhammadiyah untuk membaca seluruh isi putusan persyarikatan agar nantinya tidak terombang ambing dalam membaca realitas zaman di masa depan.

“Kalau perlu, kalangan muda Muhammadiyah melakukan upaya sistematisasi dan menelurkan turunan-turunan dari berbagai karya tersebut untuk diaplikasikan dalam rangka mewarnai berbagai ranting dan amal usaha Muhammadiyah di kalangan masyarakat,” pungkas Haedar. (*)


Sumber: muhammadiyah.or.id

Tags: Cendekiawan Muda MuhammadiyahHaedar NashirMuhammadiyah
Previous Post

Muhammadiyah Harapkan Pilkada Serentak 2020 Bisa Selesaikan Persoalan Krusial Bangsa

Next Post

Haedar Nashir Minta Kaum Muda Muhammadiyah Contoh KH Ahmad Dahlan

Related Posts

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

15 Juli 2026
109
Dosen Prodi Manajemen Program Doktor UMSU Laksanakan Visiting Lecture di UMAM Malaysia

Dosen Prodi Manajemen Program Doktor UMSU Laksanakan Visiting Lecture di UMAM Malaysia

15 Juli 2026
111
Prodi Manajemen Program Doktor SPs UMSU dan UMAM Perlis Malaysia Perkuat Implementasi Kolaborasi Akademik Internasional

Prodi Manajemen Program Doktor SPs UMSU dan UMAM Perlis Malaysia Perkuat Implementasi Kolaborasi Akademik Internasional

15 Juli 2026
115
Kolaborasi Prodi Manajemen Program Doktor UMSU dan UMAM Laksanakan PkM Internasional di PRIM Perlis Malaysia

Kolaborasi Prodi Manajemen Program Doktor UMSU dan UMAM Laksanakan PkM Internasional di PRIM Perlis Malaysia

15 Juli 2026
110
Pertama Digelar di Madiun Selatan, DowerRun Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMJT Dapat Apresiasi

Pertama Digelar di Madiun Selatan, DowerRun Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMJT Dapat Apresiasi

14 Juli 2026
110
Kopdar dan Rapat Pembentukan Pengurus BikersMu Korwil Banten

Kopdar dan Rapat Pembentukan Pengurus BikersMu Korwil Banten

14 Juli 2026
107
Next Post

Haedar Nashir Minta Kaum Muda Muhammadiyah Contoh KH Ahmad Dahlan

Lima Rekomendasi untuk Pemrakarsa Masyumi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20082 shares
    Share 8033 Tweet 5021
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6311 shares
    Share 2524 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6099 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah
Daerah

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

15 Juli 2026
109
Pertamina: Agonizing Indonesia
Daerah

Pertamina: Agonizing Indonesia

15 Juli 2026
151
Ketika Negara Lupa Menjaga Hak untuk Percaya
Esai

Ketika Negara Lupa Menjaga Hak untuk Percaya

14 Juli 2026
105
Ketika Orang Batak Mengajarkan Kelembutan
Daerah

Ketika Orang Batak Mengajarkan Kelembutan

14 Juli 2026
118
Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan
Daerah

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan

13 Juli 2026
114
Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’
Daerah

Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’

13 Juli 2026
117

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan