Selasa, Juli 14, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Tata Kelola Pasar Tradisional di Tapanuli Selatan

Mujaddid by Mujaddid
2020/02/11
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

 

 

 

 

Oleh : Dr (Cand) Suheri Harahap MSi


Eksistensi Pedagang Kaki Lima (PKL) atau disebut juga pedagang informal (informal sektor) hingga saat ini sangat dilematis. Disatu sisi membawa implikasi atas kesamrawutan wajah kota/kabupaten, tapi disisi lain harus kita akui mampu mendorong perekonomian mikro.

Namun tidak demikian bila dilihat dari sisi tata ruang kota, dimana ruang terbuka publik telah terkontaminasi oleh keberadaan yang tidak terorganisir sehingga mencela hak-hak warga negara lain dalam penggunaan fasilitas negara berupa ruang publik yang hijau, nyaman dan aman.

Sektor informal (pasar tradisional) sering menjadi tertuduh sebagai ladang kebanjiran sanitasi yang tersumbat, tidak adanya ketertiban dalam pengumpulan sampah dan pemerintah sering mengatasi persoalan ini dengan relokasi (zonasi) dan penggusuran serta membuka ruang hadirnya persaingan baru dengan menyediakan alternatif pasar modern.

Persoalan menata ruang dan mengorganisasikan pelaku sektor informal serta menata pasar-pasar tradisional adalah menyediakan lapangan pekerjaan di sektor informal ini, seban lapangan kerja sektor formal belum cukup, masyarakat masih membutuhkan keberadaan pasar tradisional sebagai tempat transaksi barang (dulu namanya jual beli sistem barter) dan pusat interaksi sosial antara masyarajat di desa.

Pasar tradisional sebagai pusat interaksi pedagang PKL dianggap semrawut, kotor, jorok, menimbulkan aroma tidak sedap, dan pemerintah sering memperlakukan konsep perekonomian modern (mall, plaza, hypermart dan lainnya) sebagai wujud sistem yang dianggap lebih nyaman, aman, sehat sehingga bisnis ini masuk begitu cepat ke seluruh wilayah di Sumatera Utara, tak terkecuali Tapanuli Selatan meski belum banyak tapi sudah ada di Sipirok.

Kenapa kita perlu mempertahankan pasar tradisional di Tapanuli Selatan? Hal ini menjadi bentuk tanggung jawab moral bagi pemimpin kedepan agar sistem perekonomian rakyat tidak hancur.

Berdasarkan aturan yang ada seperti Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern menyebutkan, bahwa lokasi pendirian pasar tradisional dan pasar modern wajib mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota dan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota, termasuk peraturan zonasinya.

Di Tapanuli Selatan jelas sudah ada payung hokum, yakni Perda No. 5 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tapanuli Selatan (2017 – 2037). Perda ini harus terus diperkuat agar pasar-pasar tradisional tetap eksis di bumi dalihan na tolu Tapsel.

Lantas, bagaimana dengan data pasar tradisional kita sekarang ini? Tentu ini menjadi bentuk kewaspadaan kita menjaga agar pasar modern tidak masuk dan menguasai sistem ekonomi rakyat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di desa-desa.

Data PODES (BPS) 2018, menyebut jumlah pasar tanpa bangunan di Tapanuli Selatan  yaitu; Batang Angkola (5), Sayur Matinggi (3), Angkola Timur (1), Angkola Selatan (9), Angkola Barat (0), Batang Toru (1),  Marancar (1), Muara Batang Toru (0),  Sipirok (3), Arce (0),  Saipar Dolok Hole (0) dan Aek Bilah (3).

Data ini menyebut belum ada pasar modern di setiap kecamatan. Mampukah kita mempertahankan ini atau bagaimana kemungkinan munculnya pasar modern sekarang ini?

Tentu kita mengapresiasi Bupati Tapanuli Selatan Bspak Drs. H. Syahrul M. Pasaribu yang menjabat sepuluh tahun terakhir ini yang mendorong kekuatan ekonomi rakyat Tapanuli Selatan. Dari data terlihat ada pasar tradisional yang diresmikan seperti peresmian pasar tradisional di Situmba kecamatan Sipirok (anggara dari Kementrian Koperasi dan UKM dengan biaya Rp. 900 jt yang langsung dilaksanakan oleh Koperasi Wanita Saroha).

Potret pasar tradisional lainnya seperti apa yang ada di pasar Sitinjak (Angkola Barat), Pasar Tolang ( Sayur Matinggi), Pasar Sangkunur (Angkola Sangkunur),  Pasar Huta Tonga (Batang Angkola), pasar Sampurna (Marancar), Pasar Batang Toru (Batang Toru) dll.

Semoga hasil-hasil pertanian dan keberadaan pasar tradisional di Tapanuli Selatan tetap terjaga dan tertata dengan semangat membangun bona pasogit.

Mungkin kita punya saudara/keluarga pedagang  sebagai parrengge-rengge,  baik jual dagangan dari pasar ke pasar di poken jonjong, mudah-mudahan pemerintah hadir membantu usaha dan modal dan menjaga stabilitas harga. (*)

Tags: Pasar Sipirokpasar tradisionalTapanuli SelatanTapsel
Previous Post

Kompetisi Peradilan Semu Jilid IV 2020 FH UMSU Ditutup dengan Malam Penganugerahan

Next Post

Peneliti AS: Cuma Tuhan yang Dapat Hentikan Virus Corona

Related Posts

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan

13 Juli 2026
114
Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’

Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’

13 Juli 2026
117
LUNAS: Ketika Muhammadiyah dan Aisyiyah Berjalan Berdampingan

LUNAS: Ketika Muhammadiyah dan Aisyiyah Berjalan Berdampingan

13 Juli 2026
125
Peserta Darul Arqam Terlucu

Peserta Darul Arqam Terlucu

12 Juli 2026
146
Indonesia yang Dibangun oleh Cerita-cerita Kecil

Indonesia yang Dibangun oleh Cerita-cerita Kecil

11 Juli 2026
112
Perang Geng Berjubah Hukum

Perang Geng Berjubah Hukum

11 Juli 2026
118
Next Post

Peneliti AS: Cuma Tuhan yang Dapat Hentikan Virus Corona

Heboh! Ketua BPIP Yudian Wahyudi Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20081 shares
    Share 8032 Tweet 5020
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6311 shares
    Share 2524 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6099 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan
Daerah

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan

13 Juli 2026
114
Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’
Daerah

Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’

13 Juli 2026
117
LUNAS: Ketika Muhammadiyah dan Aisyiyah Berjalan Berdampingan
'Aisyiyah

LUNAS: Ketika Muhammadiyah dan Aisyiyah Berjalan Berdampingan

13 Juli 2026
125
Peserta Darul Arqam Terlucu
'Aisyiyah

Peserta Darul Arqam Terlucu

12 Juli 2026
146
Indonesia yang Dibangun oleh Cerita-cerita Kecil
Esai

Indonesia yang Dibangun oleh Cerita-cerita Kecil

11 Juli 2026
112
Perang Geng Berjubah Hukum
Nasional

Perang Geng Berjubah Hukum

11 Juli 2026
118

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan