No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Tata Kelola Pasar Tradisional di Tapanuli Selatan

7 Mei 2020
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

 

 

 

 

BACA JUGA

Untung Buntung Dampak Covid-19

Ekonomi Menuju Inflasi

SMK: Pilihan Tepat Menuju Generasi Siap Kerja dan Mandiri

Optimalisasi Konektivitas Maritim Indonesia: Membangun Poros Maritim Dunia

Pelatihan Kerja: Pilar Utama Meningkatkan Kompetensi dan Daya Saing Tenaga Kerja

Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

Oleh : Dr (Cand) Suheri Harahap MSi


Eksistensi Pedagang Kaki Lima (PKL) atau disebut juga pedagang informal (informal sektor) hingga saat ini sangat dilematis. Disatu sisi membawa implikasi atas kesamrawutan wajah kota/kabupaten, tapi disisi lain harus kita akui mampu mendorong perekonomian mikro.

Namun tidak demikian bila dilihat dari sisi tata ruang kota, dimana ruang terbuka publik telah terkontaminasi oleh keberadaan yang tidak terorganisir sehingga mencela hak-hak warga negara lain dalam penggunaan fasilitas negara berupa ruang publik yang hijau, nyaman dan aman.

Sektor informal (pasar tradisional) sering menjadi tertuduh sebagai ladang kebanjiran sanitasi yang tersumbat, tidak adanya ketertiban dalam pengumpulan sampah dan pemerintah sering mengatasi persoalan ini dengan relokasi (zonasi) dan penggusuran serta membuka ruang hadirnya persaingan baru dengan menyediakan alternatif pasar modern.

Persoalan menata ruang dan mengorganisasikan pelaku sektor informal serta menata pasar-pasar tradisional adalah menyediakan lapangan pekerjaan di sektor informal ini, seban lapangan kerja sektor formal belum cukup, masyarakat masih membutuhkan keberadaan pasar tradisional sebagai tempat transaksi barang (dulu namanya jual beli sistem barter) dan pusat interaksi sosial antara masyarajat di desa.

Pasar tradisional sebagai pusat interaksi pedagang PKL dianggap semrawut, kotor, jorok, menimbulkan aroma tidak sedap, dan pemerintah sering memperlakukan konsep perekonomian modern (mall, plaza, hypermart dan lainnya) sebagai wujud sistem yang dianggap lebih nyaman, aman, sehat sehingga bisnis ini masuk begitu cepat ke seluruh wilayah di Sumatera Utara, tak terkecuali Tapanuli Selatan meski belum banyak tapi sudah ada di Sipirok.

Kenapa kita perlu mempertahankan pasar tradisional di Tapanuli Selatan? Hal ini menjadi bentuk tanggung jawab moral bagi pemimpin kedepan agar sistem perekonomian rakyat tidak hancur.

Berdasarkan aturan yang ada seperti Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern menyebutkan, bahwa lokasi pendirian pasar tradisional dan pasar modern wajib mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota dan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota, termasuk peraturan zonasinya.

Di Tapanuli Selatan jelas sudah ada payung hokum, yakni Perda No. 5 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tapanuli Selatan (2017 – 2037). Perda ini harus terus diperkuat agar pasar-pasar tradisional tetap eksis di bumi dalihan na tolu Tapsel.

Lantas, bagaimana dengan data pasar tradisional kita sekarang ini? Tentu ini menjadi bentuk kewaspadaan kita menjaga agar pasar modern tidak masuk dan menguasai sistem ekonomi rakyat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di desa-desa.

Data PODES (BPS) 2018, menyebut jumlah pasar tanpa bangunan di Tapanuli Selatan  yaitu; Batang Angkola (5), Sayur Matinggi (3), Angkola Timur (1), Angkola Selatan (9), Angkola Barat (0), Batang Toru (1),  Marancar (1), Muara Batang Toru (0),  Sipirok (3), Arce (0),  Saipar Dolok Hole (0) dan Aek Bilah (3).

Data ini menyebut belum ada pasar modern di setiap kecamatan. Mampukah kita mempertahankan ini atau bagaimana kemungkinan munculnya pasar modern sekarang ini?

Tentu kita mengapresiasi Bupati Tapanuli Selatan Bspak Drs. H. Syahrul M. Pasaribu yang menjabat sepuluh tahun terakhir ini yang mendorong kekuatan ekonomi rakyat Tapanuli Selatan. Dari data terlihat ada pasar tradisional yang diresmikan seperti peresmian pasar tradisional di Situmba kecamatan Sipirok (anggara dari Kementrian Koperasi dan UKM dengan biaya Rp. 900 jt yang langsung dilaksanakan oleh Koperasi Wanita Saroha).

Potret pasar tradisional lainnya seperti apa yang ada di pasar Sitinjak (Angkola Barat), Pasar Tolang ( Sayur Matinggi), Pasar Sangkunur (Angkola Sangkunur),  Pasar Huta Tonga (Batang Angkola), pasar Sampurna (Marancar), Pasar Batang Toru (Batang Toru) dll.

Semoga hasil-hasil pertanian dan keberadaan pasar tradisional di Tapanuli Selatan tetap terjaga dan tertata dengan semangat membangun bona pasogit.

Mungkin kita punya saudara/keluarga pedagang  sebagai parrengge-rengge,  baik jual dagangan dari pasar ke pasar di poken jonjong, mudah-mudahan pemerintah hadir membantu usaha dan modal dan menjaga stabilitas harga. (*)

Tags: Pasar Sipirokpasar tradisionalTapanuli SelatanTapsel
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Koordinasi dengan Bupati Tapsel, MDMC Jateng Matangkan Rencana Hunian Darurat untuk Penyintas
Daerah

Koordinasi dengan Bupati Tapsel, MDMC Jateng Matangkan Rencana Hunian Darurat untuk Penyintas

by Mujaddid
22 Desember 2025
112
Daerah

Sipirok: Remembering the Past, Remaking the Future

by Mujaddid
22 Juni 2024
133
Jelang Pilkada 2024, Tapsel Butuh Pemimpin Energik dan Berani Berjuang ke Pusat
Daerah

Jelang Pilkada 2024, Tapsel Butuh Pemimpin Energik dan Berani Berjuang ke Pusat

by Mujaddid
15 Maret 2024
196
UMSU dan Pemkab Tapsel Jalin Kerjasama
Daerah

UMSU dan Pemkab Tapsel Jalin Kerjasama

by Mujaddid
27 September 2023
127
LLHPB PP ‘Aisyiyah dan GIDKP Kampanyekan Pelarangan Plastik Sekali Pakai di Pasar Tradisional
'Aisyiyah

LLHPB PP ‘Aisyiyah dan GIDKP Kampanyekan Pelarangan Plastik Sekali Pakai di Pasar Tradisional

by Mujaddid
15 Agustus 2022
76
Polres Tapsel Sukses Tekan Kasus Laka Lantas dalam 3 Tahun Terakhir
Daerah

Polres Tapsel Sukses Tekan Kasus Laka Lantas dalam 3 Tahun Terakhir

by Mujaddid
3 Maret 2022
262
FGD IMM: Catatan Kritis 100 Hari Kerja Bupati Tapanuli Selatan
Daerah

FGD IMM: Catatan Kritis 100 Hari Kerja Bupati Tapanuli Selatan

by Mujaddid
14 Juni 2021
125
Daerah

Peduli Santri dan Pesantren, IMM Sumut Bagikan Ribuan Alkes Covid-19

by Mujaddid
6 Januari 2021
324
Daerah

Kebangkitan Etnis Angkola dalam Pilkada Tapsel 2020

by Mujaddid
26 Juli 2020
462
Daerah

Wujudkan Poda Na 5 untuk Tapsel Bebas Covid 19

by Mujaddid
24 Maret 2020
320

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Budak Tahta (Buta)
  • Korban Dugaan Kriminalisasi, Nenek Marlina Diputus Lepas oleh Hakim di PN Lubuk Pakam
  • Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
  • 50 Petugas LazisMu Sumut akan Ikuti Program Akademi Jurnalistik Filantropi
  • KKN Tematik UMSU Ajak Kaum Ibu Desa Sicanggang Bijak Bermedia Sosial
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Budak Tahta (Buta)
M. Risfan Sihaloho

Budak Tahta (Buta)

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
Jufri Daily

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia
Daerah

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini
Daerah

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan
Muhammadiyah

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan

Konten Kreator ‘Parmitu’
Daerah

Konten Kreator ‘Parmitu’

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.