No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

PTMA Harus Berkontribusi Pada Pengembangan Persyarikatan

27 Februari 2020
in Muhammadiyah, PTM/A
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Leadership Training Angkatan 5 PTMA yang diselengarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah pada Senin (24/2) di Jayakarta Hotel. (Foto: muhammadiyah.or.id)

Leadership Training Angkatan 5 PTMA yang diselengarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah pada Senin (24/2) di Jayakarta Hotel. (Foto: muhammadiyah.or.id)

Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID-Yogyakarta || Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, disrupsi bukan hanya sekadar beralih kepada revolusi industry 4.0, di mana Teknologi Informasi (TI) menjadi bagian dari denyut hidup kita. Tapi lebih kepada bagaimana kita menghadapai era ini untuk melahirkan kemampuan diatas rata-rata, atau juga kemampuan lain yang mengajak kita untuk semakin berkerasi, berinovasi dan lain sebagainya.

Haedar menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Leadership Training angkatan 5 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah yang diselengarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah pada Senin (24/2) di Jayakarta Hotel.

“Namun di era ini kita juga harus berhati-hati, karena sering kita berbelok dari ide dasar kita,” ucapnya.

Haedar menjelaskan dalam persoalan pendidikan misalnya, dalam penyelenggaraan pendidikan Muhammadiyah harus dituntut tetap sadar untuk tetap memiliki ideologi yang dipakai sebagai dasar untuk membangun, menciptakan dan membentuk generasi yang memiliki orientasi sebagai subyek peradaban, bukan menjadi obyeknya.

“Karena pendidikan itu menjadikan manusia seutuhnya, sehingga tidak boleh pendidikan itu menjadi pabrik yang hanya berorientasi memproduksi pekerja. Jangan menjadikan institusi pendidikan sebagai pabrik, kalau itu yang terjadi berarti kita mengorbankan proses perjalanan pendidikan nasional kita dari yang menghidupkan kecerdasan bangsa,” tuturnya.

Hal ini yang menurutnya sebagai bentuk kamuflase yang berorientasi pragmatis. Sehingga, kepada para pimpinan baik yang berada di Pendidikan Tinggi Muhammadiyah atauapun ‘Aisyiyah harus tetap menjadi pendidik, meskipun disisi lain tetap menjadi manajer atau leader (kepala). Karena itu Ia menekankan bahwa, tugas utama penyelenggara pendidikan adalah untuk mencerdaskan bangsa.

Diharapkan dari orientasi tersebut, lembaga pendidikan Muhammadiyah bisa menghasilkan insan akademik, serta melahirkan pelaku untuk menciptakan peradaban yang berkemajuan. Maka, kesepakatan orientasi mengenai tujuan pendidikan harus disepakati bersama dan dijalankan selaras-seiring.

Merujuk kepada Francis Fukuyama, lanjutnya, disrupsi pada mulanya merupakan sebuah kekacauan. Kehadiran era disrupsi tidak bisa terlepas dari adanya revolusi industri yang terjadi di Barat atau Amerika waktu itu, yang kemudian menimbulkan gap value di masyarakat, sehingga disrupsi yang terjadi bukan hanya terkait dengan challenge, tapi juga menjadi problem yang dihadapi oleh masyarakat.

“kita harus sadar, di era media sosial bisa mengurangi kemampuan kita,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, terjadinya kemrosotan kemampuan yang dialami akademisi, erat kaitannya dengan pola dan barang apa yang dikonsumsi oleh akademisi. Terkait media sosial misalnya, Haedar mewanti-wanti betul akademisi Muhammadiyah untuk membatasi dan memilah ‘makanan’ yang dikonsumsinya, karena jika dibiarkan berterus-terusan hal ini akan menjadi problem mendasar yang berkaitan dengan kemampuan akademis.

“Muhammadiyah sebagai garda terdepan pembaharuan, maka dari perguruan tingginya harus lahir pemikiran-pemikiran besar jika umat memerlukannya. Sehingga harus mampu menghasilkan akademisi yang juga intelegensia, yang berfikirnya betul-betul memberi pencerahan. Maka thinking culture seperti ini harus dibangun,” imbuh Haedar.

Haedar meminta kepada akademisi Muhammadiyah untuk memproduksi pemikiran yang bisa membantu persyarikatan dalam menghadapi perubahan. Maka keberadaan PTMA bukan hanya berlomba dalam urusan akreditasi, meskipun urusan akreditas tersebut penting tapi keberadaan PTMA harus berkontribusi pada pengembangan persyarikatan.

Selain itu, PTMA juga harus memiliki corak kekhasaan masing-masing dalam pengembangan aspek ilmu pengetahuan. Maka diperlukan media artikulasi kepada akademisi untuk masing-masing bisa mengembangkan kefaikahannya dalam bidang akademik yang digeluti. Langkah ini perlu diambil untuk tetap mengairahkan suasana akademik yang memproduksi pemikiran yang genial, serta sebagai cara untuk menangkis kejumudan akademik.

BACA JUGA

Sahabat yang Juga Seperti Abang

FKIP UMSU Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Korban Banjir di Desa Sekoci Langkat

Wisuda 2.498 Lulusan, Rektor Agussani: Lulusan UMSU Siap Hadapi Tantangan Revolusi industri 4.0

MusypimdaMu Pasbar, PWM Sumbar Ingatkan 4 Program Priorotas Muhammadiyah Sumbar

Madtsamuda Karangasem Sosialisasikan Kurikulum Internasional

MBS Al-Islam Bancar Selenggarakan Wisuda Tahfidz Qur’an Perdana

Selanjutnya akademisi Muhammadiyah perlu memperkaya maroji’ atau memperkuat rujukan, penguatan rujukan menurut Haedar di lingkungan masyarakat akademik Muhammadiyah saat ini berbasis hanya pada lingkup perseorangan. Namun belum meluas pada lingkup organisasi, maka culture tersebut harus dimasifkan dan diluaskan menjadi culture PTMA.

“Bentuklah corner misalkan, yang memaksa para dosen untuk belanja pemikiran-pemikiran baru. Atau mengadakan bazzar buku. Percayalah disitu ada kenikmatan kalau kita suka ilmu,” sebutnya

Haedar berpesan kepada pemangku kebijakan yang mengurusi perguruan tinggi Muhammadiyah untuk menaikkan kelas PTMA. Kepada perguruan tinggi Muhammadiyah yang saat ini masih berada di kelas kecil, perlu dipacu lebih kuat lagi. Karena semua berawal dari yang kecil, dan semuanya sama tidak ada beda, yang membedakan adalah virus need for achivment atau gelora untuk maju.

“Selain itu, PTMA juga harus memiliki sikap entrepreneurship yang bagus. Dan itu membantu, menolong Muhammadiyah, umat dan bangsa. Karena jika swasta tidak punya daya enterprenur nanti akan tertinggal,” tutupnya.

Tags: Haedar NashirPTMA
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Mahasiswa UMSU Harus Jadi Pelaku Perubahan Menuju Indonesia Emas
Daerah

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Mahasiswa UMSU Harus Jadi Pelaku Perubahan Menuju Indonesia Emas

by Mujaddid
28 September 2026
55
Sambut 6.027 Mahasiswa Baru, PKKMB UMSU 2026 Hadirkan Ketum PP Muhammadiyah, Kapolri dan Gubsu
Daerah

Sambut 6.027 Mahasiswa Baru, PKKMB UMSU 2026 Hadirkan Ketum PP Muhammadiyah, Kapolri dan Gubsu

by Mujaddid
28 September 2026
69
Penggabungan Ma’had Abu Ubaidah ke UMSU, Rektor Serahkan SK Dosen dan Tendik
Daerah

Penggabungan Ma’had Abu Ubaidah ke UMSU, Rektor Serahkan SK Dosen dan Tendik

by Mujaddid
21 September 2026
75
Rekonstruksi Kepercayaan Diri Muhammadiyah: Membaca Pesan Agung Danarto di Balik Prestasi Global UMSU
Daerah

Rekonstruksi Kepercayaan Diri Muhammadiyah: Membaca Pesan Agung Danarto di Balik Prestasi Global UMSU

by Mujaddid
21 September 2026
63
Dari Sorong ke Medan: Perjumpaan Singkat, Pelajaran Panjang
Daerah

Dari Sorong ke Medan: Perjumpaan Singkat, Pelajaran Panjang

by Mujaddid
17 September 2026
61
UMJT Jalin Kolaborasi dengan UMSIDA dan UM Gresik
Daerah

UMJT Jalin Kolaborasi dengan UMSIDA dan UM Gresik

by Mujaddid
17 September 2026
57
Resmi Jadi Canselor UMAM, Raja Muda Perlis Siap Bawa UMAM Menuju Kelas Dunia
Internasional

Resmi Jadi Canselor UMAM, Raja Muda Perlis Siap Bawa UMAM Menuju Kelas Dunia

by Mujaddid
14 September 2026
73
Kukuhkan Raja Muda Perlis Jadi Canselor UMAM, Prof. Abdul Mu’ti Berharap Jadi Jembatan Ilmu Pengetahuan Dua Bangsa
Internasional

Kukuhkan Raja Muda Perlis Jadi Canselor UMAM, Prof. Abdul Mu’ti Berharap Jadi Jembatan Ilmu Pengetahuan Dua Bangsa

by Mujaddid
14 September 2026
66
Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara
Internasional

Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara

by Mujaddid
12 September 2026
62
Hari Radio Nasional, Fajar Junaedi: Industri Radio Perlu Adaptasi Multiplatform
Muhammadiyah

Hari Radio Nasional, Fajar Junaedi: Industri Radio Perlu Adaptasi Multiplatform

by Mujaddid
12 September 2026
63

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai
  • Siswa SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Juara 1 Nasional ISPO 2026 Lewat Sistem IoT Penyiraman Cabai
  • Ekstrakurikuler Karawitan SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo Latih Ibu-Ibu Sekolah Lansia, Perkuat Pelestarian Budaya dan Kepedulian Antargenerasi
  • Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat, SPs UMSU Gelar Bazar UMKM, Donor Darah, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
  • Kuliah Umum SPs UMSU Hadirkan Pemprov Sumut, Bahas Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Kreatif
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir
Jufri Daily

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari
AUM

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.