Selasa, Juli 21, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

PTMA Harus Berkontribusi Pada Pengembangan Persyarikatan

Mujaddid by Mujaddid
2020/02/27
in Muhammadiyah, PTM/A
Reading Time: 3 mins read
0
PTMA Harus Berkontribusi Pada Pengembangan Persyarikatan

Leadership Training Angkatan 5 PTMA yang diselengarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah pada Senin (24/2) di Jayakarta Hotel. (Foto: muhammadiyah.or.id)

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID-Yogyakarta || Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, disrupsi bukan hanya sekadar beralih kepada revolusi industry 4.0, di mana Teknologi Informasi (TI) menjadi bagian dari denyut hidup kita. Tapi lebih kepada bagaimana kita menghadapai era ini untuk melahirkan kemampuan diatas rata-rata, atau juga kemampuan lain yang mengajak kita untuk semakin berkerasi, berinovasi dan lain sebagainya.

Haedar menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Leadership Training angkatan 5 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah yang diselengarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah pada Senin (24/2) di Jayakarta Hotel.

“Namun di era ini kita juga harus berhati-hati, karena sering kita berbelok dari ide dasar kita,” ucapnya.

Haedar menjelaskan dalam persoalan pendidikan misalnya, dalam penyelenggaraan pendidikan Muhammadiyah harus dituntut tetap sadar untuk tetap memiliki ideologi yang dipakai sebagai dasar untuk membangun, menciptakan dan membentuk generasi yang memiliki orientasi sebagai subyek peradaban, bukan menjadi obyeknya.

“Karena pendidikan itu menjadikan manusia seutuhnya, sehingga tidak boleh pendidikan itu menjadi pabrik yang hanya berorientasi memproduksi pekerja. Jangan menjadikan institusi pendidikan sebagai pabrik, kalau itu yang terjadi berarti kita mengorbankan proses perjalanan pendidikan nasional kita dari yang menghidupkan kecerdasan bangsa,” tuturnya.

Hal ini yang menurutnya sebagai bentuk kamuflase yang berorientasi pragmatis. Sehingga, kepada para pimpinan baik yang berada di Pendidikan Tinggi Muhammadiyah atauapun ‘Aisyiyah harus tetap menjadi pendidik, meskipun disisi lain tetap menjadi manajer atau leader (kepala). Karena itu Ia menekankan bahwa, tugas utama penyelenggara pendidikan adalah untuk mencerdaskan bangsa.

Diharapkan dari orientasi tersebut, lembaga pendidikan Muhammadiyah bisa menghasilkan insan akademik, serta melahirkan pelaku untuk menciptakan peradaban yang berkemajuan. Maka, kesepakatan orientasi mengenai tujuan pendidikan harus disepakati bersama dan dijalankan selaras-seiring.

Merujuk kepada Francis Fukuyama, lanjutnya, disrupsi pada mulanya merupakan sebuah kekacauan. Kehadiran era disrupsi tidak bisa terlepas dari adanya revolusi industri yang terjadi di Barat atau Amerika waktu itu, yang kemudian menimbulkan gap value di masyarakat, sehingga disrupsi yang terjadi bukan hanya terkait dengan challenge, tapi juga menjadi problem yang dihadapi oleh masyarakat.

“kita harus sadar, di era media sosial bisa mengurangi kemampuan kita,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, terjadinya kemrosotan kemampuan yang dialami akademisi, erat kaitannya dengan pola dan barang apa yang dikonsumsi oleh akademisi. Terkait media sosial misalnya, Haedar mewanti-wanti betul akademisi Muhammadiyah untuk membatasi dan memilah ‘makanan’ yang dikonsumsinya, karena jika dibiarkan berterus-terusan hal ini akan menjadi problem mendasar yang berkaitan dengan kemampuan akademis.

“Muhammadiyah sebagai garda terdepan pembaharuan, maka dari perguruan tingginya harus lahir pemikiran-pemikiran besar jika umat memerlukannya. Sehingga harus mampu menghasilkan akademisi yang juga intelegensia, yang berfikirnya betul-betul memberi pencerahan. Maka thinking culture seperti ini harus dibangun,” imbuh Haedar.

Haedar meminta kepada akademisi Muhammadiyah untuk memproduksi pemikiran yang bisa membantu persyarikatan dalam menghadapi perubahan. Maka keberadaan PTMA bukan hanya berlomba dalam urusan akreditasi, meskipun urusan akreditas tersebut penting tapi keberadaan PTMA harus berkontribusi pada pengembangan persyarikatan.

Selain itu, PTMA juga harus memiliki corak kekhasaan masing-masing dalam pengembangan aspek ilmu pengetahuan. Maka diperlukan media artikulasi kepada akademisi untuk masing-masing bisa mengembangkan kefaikahannya dalam bidang akademik yang digeluti. Langkah ini perlu diambil untuk tetap mengairahkan suasana akademik yang memproduksi pemikiran yang genial, serta sebagai cara untuk menangkis kejumudan akademik.

Selanjutnya akademisi Muhammadiyah perlu memperkaya maroji’ atau memperkuat rujukan, penguatan rujukan menurut Haedar di lingkungan masyarakat akademik Muhammadiyah saat ini berbasis hanya pada lingkup perseorangan. Namun belum meluas pada lingkup organisasi, maka culture tersebut harus dimasifkan dan diluaskan menjadi culture PTMA.

“Bentuklah corner misalkan, yang memaksa para dosen untuk belanja pemikiran-pemikiran baru. Atau mengadakan bazzar buku. Percayalah disitu ada kenikmatan kalau kita suka ilmu,” sebutnya

Haedar berpesan kepada pemangku kebijakan yang mengurusi perguruan tinggi Muhammadiyah untuk menaikkan kelas PTMA. Kepada perguruan tinggi Muhammadiyah yang saat ini masih berada di kelas kecil, perlu dipacu lebih kuat lagi. Karena semua berawal dari yang kecil, dan semuanya sama tidak ada beda, yang membedakan adalah virus need for achivment atau gelora untuk maju.

“Selain itu, PTMA juga harus memiliki sikap entrepreneurship yang bagus. Dan itu membantu, menolong Muhammadiyah, umat dan bangsa. Karena jika swasta tidak punya daya enterprenur nanti akan tertinggal,” tutupnya.

Tags: Haedar NashirPTMA
Previous Post

Agung Danarto: Muhammadiyah Harus Berani Hadapi Serangan Pemikiran

Next Post

Rayakan Milad ke-63, UMSU Bertekad Tetap Jadi Universitas yang Unggul Cerdas dan Terpercaya

Related Posts

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

21 Juli 2026
106
Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

20 Juli 2026
123
Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

20 Juli 2026
108
Milad IMM ke-62 se-UMSU, DPP Ajak Kader Sukseskan Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah 2027

Milad IMM ke-62 se-UMSU, DPP Ajak Kader Sukseskan Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah 2027

20 Juli 2026
105
Business Gathering UMKM Jawa Timur 2026: Muhammadiyah Perkuat Agenda Industrialisasi melalui Ekosistem Wirausaha Berkemajuan

Business Gathering UMKM Jawa Timur 2026: Muhammadiyah Perkuat Agenda Industrialisasi melalui Ekosistem Wirausaha Berkemajuan

20 Juli 2026
102
Karakter Jadi Kunci Sukses Dakwah, PDM Gresik Gelar Diklat Mubaligh Muda Muhammadiyah

Karakter Jadi Kunci Sukses Dakwah, PDM Gresik Gelar Diklat Mubaligh Muda Muhammadiyah

20 Juli 2026
101
Next Post
Rayakan Milad ke-63, UMSU Bertekad Tetap Jadi Universitas yang Unggul Cerdas dan Terpercaya

Rayakan Milad ke-63, UMSU Bertekad Tetap Jadi Universitas yang Unggul Cerdas dan Terpercaya

Moratorium Umrah, Abdul Mu'ti: Keputusan Arab Saudi Bisa Dipahami

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20084 shares
    Share 8034 Tweet 5021
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6313 shares
    Share 2525 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6100 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua
AUM

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

21 Juli 2026
106
Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara
Nasional

Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

20 Juli 2026
108
Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 
'Aisyiyah

Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

20 Juli 2026
123
Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia
Daerah

Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

20 Juli 2026
108
Tiga Final Piala Dunia dan Satu Harapan untuk Garuda
Jufri Daily

Tiga Final Piala Dunia dan Satu Harapan untuk Garuda

19 Juli 2026
164
Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”
Nasional

Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”

19 Juli 2026
125

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan