No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result
Home
Pemuda Muhammadiyah

Muhammad Qorib: Ateisme Jadi Tantangan Terbesar Dakwah Masa Kini

by Mujaddid
31 Mei 2020
in Pemuda Muhammadiyah
Reading Time: 2 mins read
0
0
0
SHARES
352
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID-Medan || Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (PWM Sumut) Dr Muhammad Qorib MA mengatakan, tantangan dakwah Islam dewasa ini makin besar. Salah satu problem yang menjadi tantangan dakwah itu adalah makin berkembangnya komunitas ateis dan agnostik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Ini persoalan serius. Data terakhir mencatat, dari 7 milyar penduduk planet ini, kabarnya 1.5 miliar adalah ateis. Dan yang lebih mengejutkan lagi di Indonesia jumlah mereka sudah mencapai sekitar 3 ribu orang, sebagian besarnya adalah mahasiswa,” ujarnya ketika tampil sebagai pembicara dalam acara Seminar Memperkuat Peran Pemuda Mencegah Radikalisme dan Terorisme:”Islam Bukan Agama Terorisme” yang diadakan PWPM Sumut bekerjasama dengan FAI UMSU di Aula Kampus Pascasarjana UMSU, Jalan Denai No 217 Medan, Sabtu (26/2/2020).

Dekan FAI UMSU ini menuturkan pengalamannya pernah berdiskusi dengan sejumlah aktivis  ateis dan agnostis dari sejumlah negara. Dari pengakuan para aktivis ateis dan agnostik itu, kata Qorib, terungkap alasan mereka memutuskan untuk tidak beragama adalah dikarenakan selama ini yang terkesan bagi mereka agama itu “not action talk only”, artinya aksi dari agama itu tidak ada, hanya bicara saja.

“Lebih parah lagi kesan mereka terhadap agama begitu negatif. Mereka mengatakan banyak konflik dan kekerasan yang terjadi selama ini terjadi  atas nama agama  dan menggunakan dalil-dalil yang terkandung dalam  kitab-kitab suci agama sebagai justifikasi,” jelasnya.

Perlu diingat, lanjut Qorib, bahwa ternyata  rata-rata orang-orang ateis itu berasal dari keluarga yang religius yang rajin melakukan ibadah dan ritual keagamaan. Tapi masalahnya spirit dari ibadah-ibadah tersebut kering dan gagal dipraktekkan dalam konteks kehidupan sehari-hari.

“Melihat kondisi ini kemudian mereka yang memliki watak idealism berontak dan pada akhirnya karena  merasa  aspirasi mereka terakomodir oleh paham ateisme mereka jadi antipasti terhadap agama,” sebutnya.

Untuk menyiasati tantangan dakwah ini, kata Qorib, kader Muhammadiyah dituntut untuk meningkatkan kapasitas dan cakrawala berpikir.

“Tidak zaman lagi berpikir lokalistik. Posisikanlah diri kita sebagai bagian dari warga global. Ini sangat relevan dengan visi dakwah mutakhir Muhammadiyah yakni Memajukan Indonesia dan Mencerahkan Semesta,” tuturnya.

Kemudian terkait radikalisme, Qorib menjelaskan, bahwa radikal itu maknanya ada dua. Pertama radikal dalam pengertian positif .

Dikatakannya, Muhammadiyah adalah contoh  gerakan radikal dalam pengertian positif, karena pada saat melakukan gerakan di tengah-tengah masyarakat Muhammadiyah berpedoman kepada al-Qur’an dan as-Sunnah, kemudian dipahami secara baik dan mendalam sampai keakar-akarnya.

Kedua, radikal dalam pengertian negatif. Radikal jenis inilah yang  erat kaitannya dengan tindak kekerasaan dan terorisme.

Lebih lanjut Qorib menegaskan, bahwa paham radikalisme versi negatif  disebabkan beberapa alasan. Pertama, karena mengklaim kebenaran tunggal. Kedua, karena ketaatan buta terhadap pemimpin. Ketiga, karena idealisasi zaman lampau.

Untuk mengantisipasi dan menghempang radikalisme negatif  ini, Qorib menawarkan sejumlah solusi, diantaranya; perkuat kompetensi pikir, perkuat kualitas zikir dan  perkuat gerakan literasi. (*)


Berita terkait:

  • Pemuda Muhammadiyah Sumut dan FAI UMSU Gelar Seminar Pencegahan Radikalisme dan Terorisme 
  • Pemuda Muhammadiyah Sumut: Islam Bukan Agama Terorisme
Tags: agnostisateismeFAI UMSUPemuda Muhammadiyahradikalismeterorisme

Related Posts

Bupati Sergai: Saya Bangga jadi Alumni UMSU
Daerah

Bupati Sergai: Saya Bangga jadi Alumni UMSU

31 Juli 2026
18
FAI UMSU Lepas 126 Mahasiswa KKN Internasional ke Empat Negara
Internasional

FAI UMSU Lepas 126 Mahasiswa KKN Internasional ke Empat Negara

27 Juli 2026
13
Dihadiri Wamenko Pangan, Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor Tegaskan Karya Monumental Harus Lahir dari Gerakan Intelektual
Daerah

Dihadiri Wamenko Pangan, Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor Tegaskan Karya Monumental Harus Lahir dari Gerakan Intelektual

5 Juni 2026
20
Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa, FAI UMSU dan PT Pegadaian Gelar Seminar Nasional dan Jalin Kerja Sama
Daerah

Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa, FAI UMSU dan PT Pegadaian Gelar Seminar Nasional dan Jalin Kerja Sama

22 Mei 2026
26
Akar Panjang, Langkah Tenang: Catatan Seorang Kader
Jufri Daily

Akar Panjang, Langkah Tenang: Catatan Seorang Kader

2 Mei 2026
68
Bupati Sergai Beri Kuliah Umum Entrepreneurship di UMSU, Dorong Kolaborasi Pengembangan UMKM
Daerah

Bupati Sergai Beri Kuliah Umum Entrepreneurship di UMSU, Dorong Kolaborasi Pengembangan UMKM

8 April 2026
79

Recent Posts

  • Perkuat Ekosistem Digital Kampus, Rektor UMSU Temui Menteri Komdigi Meutya Hafid
  • Jadi Kontingen Terbesar di ASEAN, UMSU Utus 47 Mahasiswa Kuliah dan Studi Pengalaman di Malaysia
  • Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan
  • Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara
  • Memperkuat Karakter dan Pengabdian, FH UMSU Lepas 441 Mahasiswa Peserta KKN 2026

Recent Comments

  1. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  2. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  3. Ashsaism mengenai IMM Sumsel Dukung Zaki Nugraha jadi Caketum pada Muktamar IMM XX Palembang
  4. Ay mengenai Temanku
  5. Akuntansi mengenai Dukung Swasembada Pangan Nasional, Penyuluh Pertanian OKUT Normalisasi Saluran Irigasi

Follow Global Journal on:

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

© 2026 JNews – Premium WordPress News & Magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?
Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required.
Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.