Selasa, Juli 14, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Konflik PAN: Konsistensi Reformatif Vs Kecenderungan Pragmatis

Mujaddid by Mujaddid
2020/02/13
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Pilkada Medan, Pembentukan Poros Baru Positif Antisipasi Ancaman Degradasi Demokrasi

Shohibul Anshor Siregar

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID-Medan || Pemerhati sosial-politik Shohibul Anshor Siregar mengatakan, semua partai politik berorientasi kekuasaan dan karena itu partai yang berpotensi melawan pemerintahan akan disikapi dengan kekuasaan.

Artinya, kata Shohibul,  “campur tangan” pemerintah dalam konflik setiap partai politik adalah sesuatu yang sulit dipungkiri.  Di Indonesia hal itu sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak zaman Soekarno.

“Berapa banyak parpol dibubarkan zaman Soekarno? Dan lihat bagaimana Soeharto menata kepartaian, agar semuanya tunduk meskipun secara formal semua partai tetap terkesan sebagai institusi demokrasi,” ujar Dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini di Medan, Kamis (13/2).

Menurut Shohibul, semuanya itu melukiskan pengalaman demokrasi dan politik yang menegaskan keniscayaan kekuasaan. Sebagai contoh, Golkar adalah partai yang dibangun Pak Harto dan sudah tercatat berulangkali gagal mempertahankan soliditas hingga lahir partai-partai baru seperti Gerindra, Hanura, Nasdem dan lain-lain.

Dijelaskannya, tentang adanya agenda konflik terhadap partai politik di Indonesia dapat dilihat dari dua indikasi; Pertama, saat pergantian pengurus (kongres, musyawarah tingkat pusat maupun daerah). Kedua, penentuan caleg. Ketiga, penentuan figur untuk jabatan-jabatan eksekutif.

 

Konflik PAN

Seperti partai politik lainnya, lanjut Shohibul, Partai Amanat Nasional (PAN) juga tidak bisa menghidar dari faksionalisasi yang berujung konflik.

PAN sendiri pernah gagal mengakomodasi gejolak internal hingga melahirkan Partai Matahari Bangsa (PMB) meskipun hanya pernah ikut sekali pemilu dan bubar selamanya.

Dalam kasus PAN, Shohibul melihat adanya polarisasi yang menajam tak hanya menjelang kongres. Meski tidak persis sama apa yang dialami PKS kelihatan dalam PAN dengan barisan yang menginginkan konsistensi sikap reformatif atau kencenderungan pragmatis.

Shohibul menegaskan, berapa pun kandidat yang maju pada kongres itu dapat diklasifikasi kepada dua kategori, yakni reformatif dan pragmatis.

“Pertarungan itu akhirnya dimenangkan oleh kalangan kedua. Bahkan kalangan reformatif seakan tak bergaung sama sekali,” sebutnya.

Shohibul menilai, PAN sudah agak lama membangun tradisi yang kurang demokratis, sehingga permusyawaratan di daerah kurang menghargai aspirasi yang digantikan oleh argumen komando.

“Mungkin masuk akal juga alasan demi eliminasi money politic dalam musyawarah pergantian pengurus dan span of control yang kuat dari pusat.

Tetapi, kata Shohibul,  dampaknya sangat besar dan luas. Bahwa tanpa disadari kini PAN mengalami kerugian besar dengan tradisi baru itu dengan apatisnya kader idealis dan keraguan yang semakin besar atas keamanahan yang terus diharapkan oleh konstituen kepada partai ini.

 

Pilkada Medan

Lantas, apa pengaruhnya untuk pilkada Medan 2020? Shohibul melihat dugaan PAN bergabung ke Bobby Nasution itu tidak aneh.

Tetapi, menurutnya kader idealis dan konstituennya sama sekali tak dapat dijamin bersedia menerima putusan itu, dan kondisi itu tentu saja diketahui persis oleh penentu sikap partai di daerah maupun di pusat.

Di sini, kata Shohibul, urusan dapat dipilah sebagai urusan pragmatis elit partai dan urusan penajaman peran advokasional partai untuk rakyat. Dalam situasi seperti ini kerugian kerap tak dihitung dari sisi degradasi kepercayaan konstituen.

“Calon yang didukung dan diantarkan ke KPU pun bisa saja tak menyadari bahwa ia hanya diberi tiket politik usungan atau yang ditengah masyarakat lazim disebut ‘perahu sewaan’ belaka,” pungkasnya. (*)

Tags: konflik PANkonflik partaiPANshohibul anshor siregar
Previous Post

Jum’at Besok Koalisi Umat Islam Sumut Akan Gelar Aksi “Tolak SaveBabi”

Next Post

Surat Terbuka Buat Ketua BPIP Yudian Wahyudi

Related Posts

Muhammadiyah Perkuat Sinergi Pelayanan Sosial Indonesia Timur, Teguhkan Spirit Al-Ma’un sebagai Pilar Gerakan

Muhammadiyah Perkuat Sinergi Pelayanan Sosial Indonesia Timur, Teguhkan Spirit Al-Ma’un sebagai Pilar Gerakan

13 Juli 2026
110
Dosen FIP UNY Bekali Guru di Lingkungan PCM Tonjong Brebes Strategi Pembelajaran Deep Learning yang Menyenangkan

Dosen FIP UNY Bekali Guru di Lingkungan PCM Tonjong Brebes Strategi Pembelajaran Deep Learning yang Menyenangkan

12 Juli 2026
118
Puisi-puisi Zahra Nur Alfiyah

Puisi-puisi Zahra Nur Alfiyah

12 Juli 2026
135
Indonesia yang Dibangun oleh Cerita-cerita Kecil

Indonesia yang Dibangun oleh Cerita-cerita Kecil

11 Juli 2026
112
Agus Taufiqurrahman Beberkan Konsep Spirit Teologi Al-Maun Kekinian

Agus Taufiqurrahman Beberkan Konsep Spirit Teologi Al-Maun Kekinian

11 Juli 2026
122
Perang Geng Berjubah Hukum

Perang Geng Berjubah Hukum

11 Juli 2026
118
Next Post

Surat Terbuka Buat Ketua BPIP Yudian Wahyudi

Faksionalisasi Parpol

Faksionalisasi Parpol

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20081 shares
    Share 8032 Tweet 5020
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9188 shares
    Share 3675 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6311 shares
    Share 2524 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6099 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan
Daerah

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan

13 Juli 2026
114
Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’
Daerah

Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’

13 Juli 2026
117
LUNAS: Ketika Muhammadiyah dan Aisyiyah Berjalan Berdampingan
'Aisyiyah

LUNAS: Ketika Muhammadiyah dan Aisyiyah Berjalan Berdampingan

13 Juli 2026
125
Peserta Darul Arqam Terlucu
'Aisyiyah

Peserta Darul Arqam Terlucu

12 Juli 2026
146
Indonesia yang Dibangun oleh Cerita-cerita Kecil
Esai

Indonesia yang Dibangun oleh Cerita-cerita Kecil

11 Juli 2026
112
Perang Geng Berjubah Hukum
Nasional

Perang Geng Berjubah Hukum

11 Juli 2026
118

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan