No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result
Home
Syahdan

Keadilan

by Mujaddid
24 Februari 2020
in Syahdan
Reading Time: 3 mins read
0
0
Ilustrasi aroma masakan.

Ilustrasi aroma masakan.

0
SHARES
217
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

Syahdan. Hiduplah seorang lelaki miskin bernama Ali. Dia bekerja keras untuk mencari nafkah dan puas dengan apa pun yang dimilikinya.

Ali punya tetangga bernama Kasim, seorang cukup berada namun sangat pelit. Kasim tidak pernah merasa senang melihatĀ  tetangganya yang miskin bahagia. Kasim selalu mencari cara danĀ  alasan untuk membuat Ali bermasalah.

Suatu hari, Kasim mengadakan pesta di rumahnya. Aroma semua hidangan yang dimasak di rumahnya terbawa oleh angin dan menyebar ke seluruh lingkungan, terutama kerumah-rumah tetangganya.

Kasim, tentu saja tidak pernah peduli untuk mengundang tetangganya yang miskin. Sebaliknya, ia mengintip dari balkon rumahnya ke halaman tetangganya.

Tiba-tiba Kasim jadi gelisah, dia melihat Ali duduk dan menikmati aroma lezat yang berasal dari dapurnya. Kasim tidak senang melihat gerak-gerik Ali yang menikmati aroma masakan dari dapurnya.

“Beraninya orang miskin itu menghirup aroma dari dapurku?! Aroma dari makanan yang dimasak dengan uangku! Bajingan! Aku akan membuatnya membayar untuk ini! Saya akan membawanya ke Qazi (hakim) dan menuntut keadilan!” ujar Kasim dalam hati penuh emosi.

Dengan wajah marah, Kasim bergegas ke rumah Ali. Tanpa mengucap salam, Kasim mengherdik tetangganya itu.

“Kau perampok, kau pencuri! Beraninya kau mencuri dari rumahku!,ā€ teriak Kasim.

Ali yang malang tidak mengerti pencurian apa yang dituduhkan kepadanya.

Tanpa menjelaskan apa-apa, Kasim menyeret pria malang itu ke pengadilan.

Berita itu menyebar begitu cepat, sehingga kemudian banyak warga yang berkumpul ingin menyaksikan prosesnya.

Kasim berdiri di depan Qazi (hakim) dan dengan nada sombong ia berkata;

ā€œYang Mulia, laki-laki ini sangat ceroboh duduk di halaman belakang rumahnya dan tanpa permisi menikmati aroma makanan lezat yang berasal dari dapur saya. Saya menuntut pembayaran untuk kesenangan yang dia nikmati. Yang Mulia, Anda selalu adil dan saya yakin Anda akan memberikan keadilan dalam kasus ini juga,”.

Memang Qazi adalah orang yang adil dan bijaksana. Dia mendengarkan dengan tenang – guncangan di wajahnya perlahan digantikan oleh binar di matanya.

Kemudian dia menoleh ke Ali dan bertanya; “Apakah yang dikatakan pria ini benar? Apakah Anda menikmati aroma maskannya tanpa membayarnya? “

“Benar Yang Mulia, tetapi saya tidak bisa menahannya,” jawab Ali.

ā€œAli, kamu harus membayar Kasim atas apa yang telah kau nikmati. Pengadilan memerintahkan Anda berdua untuk datang ke sini besok pada saat yang sama. Demi Tuhan, keadilan akan saya tegakkan!,” ujar Qazi.

Kasim menatap Ali dengan dengan sinis dan berjalan keluar dari tempat itu dengan senyum kemenangan di bibirnya. Sedangkan Ali yang malang merasa sedih dan bingung.

Saat Kasim sudah pergi, Qazi mendekati Ali yang masih terduduk lesu dan membisikkan sesuatu di telinganya.

Seketika itu wajah Ali bersinar dan dia pun bergegas ke rumahnya.

Keesokan harinya, sesuai waktu yang sudah ditetapkan, pengadilan dipenuhi oleh warga. Seluruh warga kota yang tahu tentang karakter Kasim yang arogan dan sifat Ali yang jujur, ingin melihat bagaimana Qazi mereka akan menyelesaikan masalah ini.

Dua orang yang berperkara, yakni Kasim dan Ali sudah hadir di hadapan Qazi.

Ali membawa sebuah kotak besar bersamanya. Wajah Kasim cerah sambil melirik kotak uang yang di pegang Ali.

“Apa yang kamu pegang, Ali,” tanya Qazi.

“Kotak uang milik sayaa, Yang Mulia,” kata Ali.

“Baik. Sekarang, coba engkau goncang kotaknya agar kita semua bisa yakin bahwa kotak Anda berisi uang,ā€ kata Qazi.

Ali mengguncang kotak uang dengan kuat dan ada suara gemerincing yang keras.

Qazi kemudia menoleh ke Kasim dan berkata; “Kasim, bagaimana menurutmu, bukankah suara gemericing itu terdengar indah?,” tanya Qazi.

“Iya, ya, ya, Yang Mulia. Suaranya sangat indah,” jawab Kasim.

“Ali, kocok kotak itu sekali lagi”, perintah Qazi. Ali menuruti.

“Kasim, tidakkah kamu merasa senang mendengar suara begitu banyak koin?” Tanya Qazi.

Matanya berkilauan, Kasim berkata, “Ya Yang Mulia, suara uang itu sungguh membuat saya begitu senang!,”Ā 

“Ok. Walaupun kau senang mendengarnya, tapi jangan sesekali menyentuhnya apa lagi berharap bisa memilikinya! Kau harus tahu, Ali telah membayar semua apa yang anda tuntut darinya. Sama seperti aroma makanan Anda memberinya kesenangan, begitu pula suara uangnya memberi Anda kesenangan. Kamu telah dibayar secara lunas oleh Ali dengan suara koin itu. Keadilan telah ditegakkan seadil-adilnya,” ujar Qazi.

Mendengar keputusan Qazi, ruang sidang sontak riuh oleh tepuk tangan meriah dari pengunjung. Mereka menilai Qazi sangat cerdas dan bijaksana.

Di akhir persidangan sang Qazi berkata; “Kasim, kamu harus bayar Ali seratus koin emas sebagai hukuman karena mengganggu tetangga Anda dan denda karena mengganggu kedamaian rumah tangganya,”.

Mendengan keputusan Qazi, Kasim tertunduk lemas dan tidak bisa lagi berkata-kata. (*)

Tags: aroma masakankeadilankisah inspiratifkisah penuh hikmahkotak uangqazi

Related Posts

Ketika Keadilan Menjadi Milik yang Kuat: Membaca Plato di Tengah Realitas Indonesia
Esai

Ketika Keadilan Menjadi Milik yang Kuat: Membaca Plato di Tengah Realitas Indonesia

1 Juni 2026
43
Dari Kepastian Hukum menuju Kepastian Keadilan
Catatan Hukum

Dari Kepastian Hukum menuju Kepastian Keadilan

7 Mei 2026
67
Jurus Diam Ala Ibnu Sina
Islam

Jurus Diam Ala Ibnu Sina

20 April 2026
1.2k
Mencari Keadilan Hukum
Nasional

Mencari Keadilan Hukum

6 April 2026
52
Jalan Tanpa Ujung Para Pencari Kebenaran dan Keadilan
Nasional

Jalan Tanpa Ujung Para Pencari Kebenaran dan Keadilan

24 November 2025
94
Abdul Qadir
Islam

Syekh Abdul Qadir al~Jaelani dan Pertanyaan Seorang Pemabuk

20 April 2026
398

Recent Posts

  • FISIP UMSU FC Tampil di Piala Rektor 2026, Bawa Semangat Kebersamaan dan Riang Gembira
  • Perkuat Ekosistem Digital Kampus, Rektor UMSU Temui Menteri Komdigi Meutya Hafid
  • Jadi Kontingen Terbesar di ASEAN, UMSU Utus 47 Mahasiswa Kuliah dan Studi Pengalaman di Malaysia
  • Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan
  • Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara

Recent Comments

  1. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  2. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  3. Ashsaism mengenai IMM Sumsel Dukung Zaki Nugraha jadi Caketum pada Muktamar IMM XX Palembang
  4. Ay mengenai Temanku
  5. Akuntansi mengenai Dukung Swasembada Pangan Nasional, Penyuluh Pertanian OKUT Normalisasi Saluran Irigasi

Follow TAJDID.ID on:

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Ā© 2026Ā JNews – Premium WordPress News & Magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?
Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required.
Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.