No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Islam Tempatkan Komunitas Difabel Secara Mulia

Catatan Seminar Pra Muktamar di UMSU

24 Februari 2020
in Muhammadiyah, Muktamar
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID-Medan || Secara teologis dan eksperensial, Islam menempatkan komunitas difabel secara mulia. Status kemanusiaan mereka sama seperti yang lain, bahkan untuk aktif di ruang komunal dan ruang publik. Oleh karena itu sudah seharusnya setiap anggota masyarakat tidak melihat mereka sebagai warga kelas dua dan menilainya secara peyoratif.

Demikian dikatakan Muhammad Qorib, Dekan fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), sat tampil sebagai pembicara  dalam acara Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah tahun 2020 yang bertema Jalan Baru Gerakkan Kemanusiaan Muhammadiyah di UMSU pada Sabtu (22/2/2020).

Dijelaskannya, disabilitas dalam UU No. 18 tahun 2016 adalah orang dengan keterbatasan kemampuan dan sikap masyarakat serta lingkungan yang menghambat partisipasi penuh dan efektif mereka di dalam masyarakat.

“Dalam perspektif Islam, katanya, difabel diistilahkan dengan dzawil ahat, dzawil ihtiyaj al-khashah atau dzawil a’dzar yang artinya adalah orang dengan keterbatasan atau uzur,” sebutnya.

lebih lanjut Qorib menegaskan, sesungguhnya Islam tidak menjadikan kategorisasi difabel atau non-difabel sebagai standarisasi kemuliaan manusia. Dalam QS Al Hujurat 49: 13 jelas dikatakan bahwa, yang membedakan manusia atau standarisasi kemuliaan manusia adalah dari kualitas ketakwaannya, bukan dari ras, suku, golongan atau bahkan dari bentuk fisiknya.

Dalam Islam hal ini disebut sebagai prinsip Al Musawwa (kesetaraan/equality). Prinsip tersebut mengandung ajaran bahwa potensi manusia tidak boleh dikebiri berdasarkan latar belakang SARA.

“Pada ayat ini juga ditegaskan bahwa perbedaan jenis kelamin (dzakar wa untsa), heterogenitas suku (syu’ub), dan bangsa (qaba’il) bukan merupakan variable pembeda dan tinggi rendahnya derajat seseorang,” tuturnya.

Secara utuh, kata Qorib, asbabun nuzul dari ayat tersebut adalah keberpihakan Rasulullah terhadap kaum minoritas, yang dalam konteks masa itu adalah Bilal bin Rabbah, mantan budak dan berkulit putih yang diberi kepercayaan oleh Rasulullah sebagai muadzin pada peristiwa penaklukkan kota Mekkah. Oleh beberapa kalangan, Bilal dianggap tidak pantas karena bukan dari ras Arab dan juga mantan budak.

Menurut Qorib, kejadian tersebut menjadi bukti bahwa Islam melarang tindakan diskriminatif yang dilandaskan sentiment suka dan tidak suka. Untuk menutup diskriminasi tersebut maka keadilan harus ditegakkan, karena Allah juga memerintah orang yang beriman untuk berlaku adil. Dalam hal ini keadilan meliputi aspek yang luas, misalnya keadilan politik, teologis, ekonomi, etis, legal dan keadilan sosial.

“Hal yang menarik disini adalah informasi tentang keadilan terkait langsung dengan persoalan dan kebutuhan faktual masyarakat. Keadilan terintegrasi dengan upaya peningkatan kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup warga masyarakat, terutama mereka yang menderita dan lemah posisinya dalam siklus masyarakat,” pungkasnya.

 

Paradigma Baru

Sementara itu, Komisioner Komnas Perempuan, Bahrul Fuad yang juga seorang difabel menuturkan kisahnya.

Diungkapkannya, ketika dahulu masih hidup dikampung bersama keluarganya, oleh tetangga keadaannya dianggap sebagai karma sebab dari keteledoran orang tuanya yang melanggar adat atau pamali di daerahnya. Bahkan dikesempatan lain, sempat seorang teman membuatnya merasa marah, lantaran dikatakan sebagai orang yang tidak sempurna.

BACA JUGA

Semarak Muktamar 48, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 4 Blimbing Gelar Pawai dan Sunatan Masal

Pilihan Dakwah Lewat Rumah Sakit

Milad ke-51 FISIP UMSU, 3 Doktor Baru Sampaikan Orasi Ilmiah

SUMU Tulungagung Gelar Rakerda dan Halal Bihalal, Perkuat Sinergi Menuju Pengusaha Berkemajuan

Haedar Nashir: Pendirian Universitas Siber Muhammadiyah Bukan dengan ‘Tangan Kosong’

PDM Purbalingga Bangun Loyalitas dan Komitmen Kaderisasi di Sekolah Muhammadiyah Melalui Perkaderan Baitul Arqam

Komisioner Komnas Perempuan, Bahrul Fuad.

“Sampai ada teman saya bilang, saya kagum dengan dengan anda, dengan keadaan yang tidak sempurna, anda bisa memperoleh prestasi yang luar biasa,” kata Fuad menirukan.

Kejadian tersebut masih mudah ditemukan, khususnya di Indonesia. Pasalnya masyarakat Indonesia masih memakai paradigma lama dalam memandang difabel. Mereka masih mengaggap difabel sebagai orang sakit yang harus disembuhkan, difabel diidentikkan dengan kelemahan dan ketidakberdayaan, serta bagi pemangku kebijakan, sering kelompok ini tidak masuk dalam bagian, baik sebagai pihak pengambil dan susunan kebijakan.

Maka, Fuad meminta harus ada pembaharuan paradigma pemahaman terhadap difabel dalam pembangunan, yakni difabel harus dipahami sebagai sebuah kondisi fisik yang berpengaruh pada seseorang, menciptakan interaksi masyarakat yang inklusi, difabel merupakan bagian alamiah dari pengalaman hidup manusia, dan pada setiap individu difabel memiliki potensi/asset yang bisa dikembangkan. (*)


Baca berita terkait Catatan Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah di UMSU:

  • Seminar Pra Mukatamar di UMSU Berjalan Sukses
  • Muhammadiyah Perlu Kembangkan Spritualitas Baru Berbasis Etika-Asih
  • Rahmawati Husein: Kontroversi Omnibus Law Bukan Cuma Terkait Salah Ketik

 

Tags: difabelMuhammad QoribMuktamar MuhammadiyahSeminar Pra MuktamarUMSU
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Dosen FISIP UMSU dan Mahasiswa KKN Edukasi Ibu-ibu PKK Desa Bulu Cina tentang Teknologi AI dan Aman Bermedia Sosial
Daerah

Dosen FISIP UMSU dan Mahasiswa KKN Edukasi Ibu-ibu PKK Desa Bulu Cina tentang Teknologi AI dan Aman Bermedia Sosial

by Mujaddid
8 September 2026
21
85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir

by Mujaddid
8 September 2026
44
KKN Tematik UMSU Ajak Kaum Ibu Desa Sicanggang Bijak Bermedia Sosial
Daerah

KKN Tematik UMSU Ajak Kaum Ibu Desa Sicanggang Bijak Bermedia Sosial

by Mujaddid
7 September 2026
10
Prodi Teknik Mesin UMSU Jembatani Teori Perkulihan dan Praktik Industri Perkapalan Lewat Kunjungan ke PT Waruna Shipyard
Muhammadiyah

Prodi Teknik Mesin UMSU Jembatani Teori Perkulihan dan Praktik Industri Perkapalan Lewat Kunjungan ke PT Waruna Shipyard

by Mujaddid
5 September 2026
7
Qori Internasional UMSU Daud Sitorus Wakili Indonesia di Kroasia
Internasional

Qori Internasional UMSU Daud Sitorus Wakili Indonesia di Kroasia

by Mujaddid
4 September 2026
10
Rektor UMSU Lepas 19 Mahasiswa Menuju Ajang Nasional KKI, MTQ, dan Peksiminas 2026
Muhammadiyah

Rektor UMSU Lepas 19 Mahasiswa Menuju Ajang Nasional KKI, MTQ, dan Peksiminas 2026

by Mujaddid
2 September 2026
5
Dorong Visi World Class University, UMSU Teken Kerja Sama Internasional dengan PCIM Britania Raya dan Irlandia
Internasional

Dari Tanah Deli ke London: Sebuah Jembatan Muhammadiyah Menuju Dunia

by Mujaddid
29 Agustus 2026
13
Siapkan Lulusan Siap Kerja, FT UMSU Lepas 46 Mahasiswa Ikuti Magang Berdampak
Daerah

Siapkan Lulusan Siap Kerja, FT UMSU Lepas 46 Mahasiswa Ikuti Magang Berdampak

by Mujaddid
29 Agustus 2026
34
Dekan FH UMSU Tegaskan Pentingnya Adaptasi Tata Kelola Perguruan Tinggi Hukum di Munas APPTHI 2026
Muhammadiyah

Dekan FH UMSU Tegaskan Pentingnya Adaptasi Tata Kelola Perguruan Tinggi Hukum di Munas APPTHI 2026

by Mujaddid
28 Agustus 2026
9
FEB UMSU Teken Kerja Sama dengan 100 Pelaku UMKM
Daerah

FEB UMSU Teken Kerja Sama dengan 100 Pelaku UMKM

by Mujaddid
27 Agustus 2026
7

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Cari Pewarta Foto Hilang Kontak, ANTARA Perkuat Koordinasi dengan Basarnas dan Polda Banten
  • Hari Kedua Pencarian 8 Korban Speedboat Hilang, Tim SAR Gabungan Sisir Perairan Krakatau
  • Cari Jurnalis yang Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau, PFI Pusat Berkoordinasi Intensif dengan Tim SAR Gabungan 
  • Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
  • Belajar Profesionalitas dalam Bekerja, Mahasiswa Prodi Ilmu Aktuaria UMJT Madiun Ikuti Magang di BPJS Kesehatan Madiun
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

Desil dan Bantuan: Antara Tepat Sasaran dan Gaya Hidup
Daerah

Desil dan Bantuan: Antara Tepat Sasaran dan Gaya Hidup

Budak Tahta (Buta)
M. Risfan Sihaloho

Budak Tahta (Buta)

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
Jufri Daily

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.