No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result
Home
Muhammadiyah

Agung Danarto: Muhammadiyah Harus Berani Hadapi Serangan Pemikiran

by Mujaddid
27 Februari 2020
in Muhammadiyah, PTM/A
Reading Time: 2 mins read
0
0
0
SHARES
293
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID-Bantul || Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Yogyakarata (UMY), Agung Danarto mengatakan, keberadaan Guru Besar di Universitas Muhammadiyah harus memiliki dampak signifikan dan postif terhadap umat. Terlebih Guru Besar bidang Ilmu Agama Islam, keberadaannya harus bisa menjembatani kutub puritan dengan moderat yang keduanya memiliki arus di Muhammadiyah.

Hal itu disampaikan Agung dalam sambutannya di acara Penyerahan Surat Keputusan Guru Besar dan Pengarahan oleh LLDikti pada Kamis (27/2) di UMY.

Menurut Sekretaris PP Muhammadiyah ini, pembaharuan yang dilakukan oleh Muhammadiyah jangan sampai ‘mandhek’.  Dahulu, katanya, yang dilakukan oleh Muhammadiyah untuk kehidupan umat dan bangsa dianggap sebagai suatu yang asing dan baru di zamannya. Kini, sesuatu tersebut telah banyak direplikasi oleh yang lain, sehingga jika yang dilakukan Muhammadiyah sama dengan yang dahulu, lalu dimana letak pembaharuannya.

Hal tersebut wajar ditanyakan, menurut Agung, Muhammadiyah di abad pertama banyak melakukan pembaharuan yang kebanyakan adalah mengadopsi dari Barat yang diinternalisasi dengan nilai-nilai Islam dan melahirkan pemikiran, serta bentuk-bentuk amal usaha Muhammadiyah (AUM) yang di masa itu belum banyak organisasi muslim miliki.

“Inovasi Muhammadiyah abad pertama lebih cenderung kepada pola yang ada di Barat dan diinternalisasi dengan nilai Islam. Sehingga, tidak heran di masa awal, orang-orang Muhammadiyah di cap sebagai kafir,” tuturnya.

Agung lebih lanjut menegaskan, Muhammadiyah tidak boleh takut atau berkecil hati dalam menghadapi serangan pemikiran yang ramai saat ini. Ia menekankan bahwa, Muhammadiyah harus berani dan gentel menghadapi serangan-serangan tersebut. Tidak boleh minder, melainkan harus disodorkan dengan argumen yang baik, tertaur dan memiliki rujukan yang kuat.

“Reaksi yang anti dialog, kemudian tidak berani ketemu dengan kelompok yang berbeda itu mengkhawatirkan untuk Muhammadiyah. Karena itu akan menjadi gerakkan yang jumud, gerakan yang tidak berani berhadapan dengan realitas,” kata Agung.

Memetakkan aliran kelompok puritan dan modernis di Muhammadiyah, Agung mengidentifikasi bahwa kelompok puritan lebih cenderung kepada mereka yang berada di Pondok Pesantren, Ma’had yang berada di Perguruan Tinggi Muhammadiyah(PTM). Dan kelompok modernis yang lebih cenderung berada diseperti Universitas dan Sekolah Tinggi.

“Meskipun demikian, peta tersebut bukan suatu yang ‘dipatok mati’. Karena sering juga terjadi anomali pada dua lembaga pendidikan tersebut,” sebutnya.

Menyinggung terkait pengukuhan Guru Besar yang ada di UMY, Agung bersyukur karena ada dua Guru Besar yang dikukuhkan adalah professor di bidang Ilmu Agama Islam. Keberadaan Guru Besar tersebut diharapkan bisa menjadi jembatan corak pemikiran puritanisme dan moderinsme yang berada di Muhammadiyah.

“Kalau kelompok lain hanya berhenti pada pengertiaNar ruju’ ila qur’an wa sunnah. Tapi Muhammadiyah masih ada tambahannya yakni menggunakan akal pikiran yang sejiwa dengan ajaran Agama Islam. Maka bagi orang Muhammadiyah tidak cukup hanya memahami ayat/teks, tetapi juga melakukan afirmasi terhadap berbagai macam konsep ilmu pengetahuan dan hasil pemikiran kontemporer,” urai Agung.

Adanya professor baru di perguruan tinggi Muhammadiyah, Agung berharap kepada mereka supaya bisa mengisi ruang kosong yang dibutuhkan oleh Persyarikatan Muhammadiyah dalam melakukan pembaharuan di abad kedua.

“Pembaharuan di abad kedua tidak hanya dalam bidang eksakta, sains, dan teknologi tetapi dalam bidang sosial dan pemahaman agama Islam. Sehingga bisa mengangkat Indonesia menjadi sebagai negeri yang baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur,” tutup Agung.


Sumber: muhammadiyah.or.id

Tags: gerakan pembaruanMuhammadiyahpemikiran muhammadiyahserangan pemikiran

Related Posts

Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah
Jufri Daily

Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah

8 Agustus 2026
49
SatuMu: Menyatukan Data, Menguatkan Gerakan Muhammadiyah
Jufri Daily

SatuMu: Menyatukan Data, Menguatkan Gerakan Muhammadiyah

4 Agustus 2026
24
Sinergi Bareng Dewan Pers, PP Muhammadiyah Siap Gelar Hari Pers dan Literasi 2026 di UMJ
Kemuhammadiyahan

Sinergi Bareng Dewan Pers, PP Muhammadiyah Siap Gelar Hari Pers dan Literasi 2026 di UMJ

4 Agustus 2026
7
Menjadi Pimpinan Muhammadiyah adalah Kesediaan untuk Berkorban
Jufri Daily

Menjadi Pimpinan Muhammadiyah adalah Kesediaan untuk Berkorban

24 Juli 2026
40
Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan
Daerah

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan

13 Juli 2026
22
Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’
Daerah

Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’

13 Juli 2026
26
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0

Persyarikatan

Ketum PP Muhammadiyah: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Jadi Agenda Utama
Kebangsaan

Ketum PP Muhammadiyah: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Jadi Agenda Utama

Akademisi UMJT Madiun Kritik Pelecehan Ayat Suci dalam The Sounds Project, Tekankan Pentingnya Etika
Muhammadiyah

Akademisi UMJT Madiun Kritik Pelecehan Ayat Suci dalam The Sounds Project, Tekankan Pentingnya Etika

Gebyar HUT RI 81 dan Syiar Muktamar 49 Muhammadiyah, PRM Titi Papan Gelar Beragam Kegiatan
Daerah

Gebyar HUT RI 81 dan Syiar Muktamar 49 Muhammadiyah, PRM Titi Papan Gelar Beragam Kegiatan

UMSU 1957 FC: Dari Lapangan Kampus, Menendang Bola Kemajuan
Jufri Daily

UMSU 1957 FC: Dari Lapangan Kampus, Menendang Bola Kemajuan

Langkah Progresif Kampus Berkemajuan: UMSU Siap Dirikan Klub Sepak Bola Profesional ‘UMSU 1957 FC’
Muhammadiyah

Langkah Progresif Kampus Berkemajuan: UMSU Siap Dirikan Klub Sepak Bola Profesional ‘UMSU 1957 FC’

Rektor UMSU Cetak Gol di Final, Rektorat FC Segel Juara Piala Rektor 2026
Daerah

Rektor UMSU Cetak Gol di Final, Rektorat FC Segel Juara Piala Rektor 2026

Opini

Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka: Soekarno-Hatta dan Wajah Kepemimpinan Indonesia
Jufri Daily

Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka: Soekarno-Hatta dan Wajah Kepemimpinan Indonesia

81 Tahun: Sudah Berapa Persen Merdeka Kita?
Nasional

81 Tahun: Sudah Berapa Persen Merdeka Kita?

UMSU 1957 FC: Dari Lapangan Kampus, Menendang Bola Kemajuan
Jufri Daily

UMSU 1957 FC: Dari Lapangan Kampus, Menendang Bola Kemajuan

Adab Lebih Dulu daripada Artificial Intelligence
Nasional

Adab Lebih Dulu daripada Artificial Intelligence

Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan
Jufri Daily

Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan

Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara
Daerah

Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara

Follow TAJDID.ID on:

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

© 2026 JNews – Premium WordPress News & Magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?
Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required.
Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.