No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result
Home
Opini

Melayu Harus Bangkit

Oleh: Shohibul Anshor Siregar

by Mujaddid
30 Januari 2020
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
0
Potret Istana Sultan Deli/ Istana Maimoon, salahsatu peninggalan sejarah kejayaan Melayu di masa silam. (Foto: koleksi M Muhar Omtatok)

Potret Istana Sultan Deli/ Istana Maimoon, salahsatu peninggalan sejarah kejayaan Melayu di masa silam. (Foto: koleksi M Muhar Omtatok)

0
SHARES
262
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

Melayu harus bangkit. Audit semua kendala struktural dan kultural masa lalu dan songsong masa depan yang cerah. Inherent di dalamnya adalah kewajiban bagi pemerintah untuk memberi affirmasi untuk strategi akselerasi Melayu.

Kini konsep Melayu berkembang tak hanya Melayu dalam arti puak-puak yang umumnya berdomisili di sekitar pesisir pantai di seluruh kepulauan Indonesia dan lebih khusus bukan saja kalangan yang pada tahun 1946 mengalami perlakuan buruk dalam politik.

Beberapa bulan lalu saya ke Kuala Lumpur mengikuti sebuah forum antar bangsa berupa Seminar Etnosains Dunia Melayu. Di sana disajikan data-data yang merujuk pada kejayaan masa silam dalam lapangan sains, termasuk dalam hal farmasi dan ketabiban. Hadir wakil-wakil lembaga akademik dari seluruh dunia dalam forum itu, termasuk dari Madagaskar.

Melayu adalah sebuah konsep yang ditolak oleh penjajah karena identitasnya. Melayu adalah muslim dan begitu sebaliknya bahwa jika sudah bukan muslim (lagi) dikategorikan bukan lagi Melayu. Dalam pemahaman sejarah Melayu bukanlah hanya Indonesia dan Malaysia, tetapi juga Singapura, Mindanao, Burma, Champa dan lain-lain. Kecuali Indonesia dan Malaysia, boleh disebut Kemelayuan di tempat-tempat itu mengalami krisis yang tajam saat mereka persintuhan dengan dahsyatnya penjajahan yang menistakan dari Barat,

Doeloe ada konsep penjajah Barat menamai wilayah yang didiami Melayu sebagai Dvipantara. Lalu bergeser menjadi Nuswantara, Melanesia, Melayunesia dan kemudian Indonesia. Dari karakteristiknya, Indonesia lebih tepat sebagai Melayunesi. Itu penjelasan sejarah. (*)


Artikel ini disarikan dari makalah yang paparkan pada acara “Dialog Sejarah Napak Tilas Kejayaan dan Keruntuhan Kesultanan Langkat, Menguak Tabir Revolusi Sosial Kekejaman Partai Komunis Indonesia Tahun 1946” di Tanjung Pura , November 2019.


 

 

 

Shohibul Anshor Siregar: Dosen FISIP UMSU,  Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya (n’BASIS)


 

Tags: MelayuRevolusiSosial Sumatera Timur

Related Posts

Daerah

Pemuda Harus Berperan Melestarikan Seni dan Budaya

21 Desember 2020
100
Rayakan Milad 1, Pakat Melayu Gelar Sapa Melayu 2020
Daerah

Rayakan Milad 1, Pakat Melayu Gelar Sapa Melayu 2020

24 Oktober 2020
149
PTM/A

Pengurus Pusat Kajian Budaya Melayu UMSU Resmi Dikukuhkan

30 Januari 2020
562
Gandeng 2 PT Malaysia, UMSU Gelar Kolokium Pendidikan Internasional
PTM/A

Gandeng 2 PT Malaysia, UMSU Gelar Kolokium Pendidikan Internasional

8 Mei 2020
107
Pakat Akbar Melayu, Edy Rahmayadi: Masyarakat Melayu Sumut Bukan Kaleng-kaleng
Daerah

Pakat Akbar Melayu, Edy Rahmayadi: Masyarakat Melayu Sumut Bukan Kaleng-kaleng

31 Mei 2020
316
PTM/A

UMSU dan Pemprov Riau Jajaki Kerjasama Bangun Pusat Kajian Melayu

3 Juni 2020
62

Recent Posts

  • Perkuat Ekosistem Digital Kampus, Rektor UMSU Temui Menteri Komdigi Meutya Hafid
  • Jadi Kontingen Terbesar di ASEAN, UMSU Utus 47 Mahasiswa Kuliah dan Studi Pengalaman di Malaysia
  • Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan
  • Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara
  • Memperkuat Karakter dan Pengabdian, FH UMSU Lepas 441 Mahasiswa Peserta KKN 2026

Recent Comments

  1. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  2. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  3. Ashsaism mengenai IMM Sumsel Dukung Zaki Nugraha jadi Caketum pada Muktamar IMM XX Palembang
  4. Ay mengenai Temanku
  5. Akuntansi mengenai Dukung Swasembada Pangan Nasional, Penyuluh Pertanian OKUT Normalisasi Saluran Irigasi

Follow Global Journal on:

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

© 2026 JNews – Premium WordPress News & Magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?
Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required.
Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.