No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Kuliner Ekstrim di Pasar Huanan Kota Wuan China Diduga Asalmuasal Virus Corona

24 Januari 2020
in Internasional
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID || Pasar Seafood Huanan yang berlokasi di kota Wuhan China diduga kuat jadi asalmuasal penyebaran virus corona. Pasar itu dikenal banyak menjual kuliner ekstrim dari daging binatang

Melansir dari South China Morning Post , pasar tersebut telah ditutup sejak akhir Desember semenjak virus mewabah.

Dari pelbagai laporan diketahui, bahwa  Pasar Seafood Huanan tidak hanya menjual seafood saja melainkan juga berbagai hewan liar.

Sebuah gambar berisikan daftar menu yang diunggah oleh salah seorang pemilik toko di Dazhong Dianping, aplikasi review dan rating paling populer di China, menunjukkan ada sekitar 100 macam hewan tersedia di Pasar Seafood Huanan. Mulai dari rubah, anak serigala, hingga luwak bertopeng.

BACA JUGA

Program Doktor Manajemen UMSU Gelar Study Tour ke Malaysia, Dorong Internasionalisasi Akademik

Tingkatkan Publikasi Global, UMSU Gelar Pelatihan Penulisan Manuskrip Internasional bersama Pakar UGM

Turki Undang Paus untuk Hadiri Grand Re-opening Masjid Hagia Sophia

UMSU Ukir Sejarah, Satu-satunya Kampus di Luar Jawa dan PTMA yang Tembus Top 10 UniRank 2026

Muslim Austria Protes dan Siap Gugat Pemerintah Terkait Situs Web “Peta Islam” yang Kontroversial

Tapak Suci Makin Digemari di Mesir

Foto yang kemudian diunggah ke Twitter oleh pemilik akun @muyixiao pada 21 Januari 2020 menunjukkan ada sekitar 100 hewan hidup dan daging hewan yang dijual. Tertera di sana, termasuk koala hidup, salamander raksasa China, unta, burung unta, burung merak, dan anak serigala.

Di kolom balasan, seorang pengguna Twitter dengan akun @CIASpy menerjemahkan daftar menu tersebut beserta harganya.

Dilansir dari Mothership Singapore, ia menulis burung merak hidup dijual seharga 500 renminbi China atau sekitar Rp 982.000.

Lalu untuk rusa sika dihargai 6.000 renminbi China atau sekitar Rp 11 juta. Ada juga koala hidup dihargai 70 renminbi China atau sekitar Rp 137.000.

Menu tersebut bukan hanya menawarkan hewan hidup, tetapi juga jasa pemotongan hewan dan pengiriman.

Kebanyakan toko di Pasar Seafood Huanan memang menjual kepiting, udang, dan aneka ikan.

Namun di sudut pasar, terdapat banyak hewan tak lazim konsumsi yang diperjualbelikan. Seorang warga sekitar bernama Ai mengatakan bahwa ia melihat beberapa pemilik toko menjual hewan hidup di pasar tersebut.

“Ada kura-kura, ular, tikus, landak, dan burung pegar,” ujar Ai pada South China Morning Post.

Ia juga menambahkan, banyak toko di bagian barat pasar yang menjual hewan-hewan hidup.

Sebuah surat peringatan dari Wuhan Administration for Industry and Commerce (Administrasi Wuhan untuk industri dan perdagangan) pada September lalu juga sempat menunjukkan adanya hewan hidup yang dijual di pasar.

Dalam peringatan tersebut, pemerintah telah memeriksa sekitar delapan toko yang menjual katak harimau, ular, dan landak.

Pasar yang menjual hewan hidup atau mati dari beberapa spesies berbeda sekaligus cukup mudah ditemukan di China. Misalnya, di wilayah Provinsi Guangdong, Guangzhou, dan Shandong. Orang-orang China masih sering memakan hewan eksotis liar.

Wabah Virus Corona sendiri sampai sudah mencapai ke beberapa negara seperti Thailand, Hongkong, Macau, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Amerika, dan Vietnam.

Kota Wuhan saat ini dikarantina dan dikabarkan tak ada aktivitas penduduk yang berlangsung di sana.

Disisi lain dikutip dari CNN.com via katadata.co.id, belum jelas seberapa mematikan virus corona Wuhan itu. Namun, sejauh ini tingkat kematiannya lebih rendah daripada SARS dan MERS.

Wabah SARS atau secure acute respiratory syndrome (sindrom pernapasan akut) pernah terjadi pada 2003.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO penyakit ini muncul dari virus corona dalam tubuh hewan, kemungkinan besar kelelawar, yang menyebar ke manusia.

Kejadian pertama SARS terjadi di Guangdong, Tiongkok, pada 2002. Virus ini lalu menyebar ke 26 negara dan muncul di delapan ribu kasus. Sebanyak 774 orang meninggal.

Gejala awal penderitanya mirip penyakit flu biasa, yaitu demam, sakit kepala, dan menggigil. Kalau sudah parah, pasien akan mengalami diare, kelelahan akut, sesak napas, hingga gagal ginjal.

Lalu, MERS atau Middle East respiratory syndrome (sindrom pernapasan Timur Tengah) pertama kali terjadi di Arab Saudi pada 2012. Penyebaran penyakit ini juga karena virus corona dan gejala awalnya pun seperti sakit flu.

Virus corona tersebut kemungkinan besar berasal dari unta. Ketika wabah terjadi, penderitanya menyebar ke Mesir, Ethiopia, Kuwait, Kenya, Maroko, Korea Selatan, hingga Belanda. WHO menyebut sebanyak 2.494 kasus ditemukan dan 858 orang meninggal karena MERS.

Nah, virus Wuhan agak berbeda. Gejala awalnya adalah pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam selama beberapa hari.

Bagi pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, ada kemungkinan virus ini menyebabkan pneumonia dan bronkitis.

Gejalan tersebut bergerak lamban jika dibandingkan SARS dan MERS. Pasien biasanya mengalami batuk ringan selama seminggu kemudian sesak napas.

Sekitar 15% hingga 20% kasus menjadi parah hingga pasien membutuhkan alat bantu pernapasan di rumah sakit.

Sebanyak 17 pasien di Wuhan telah meninggal karena virus itu. Penyebaran awalnya, melansir dari CNN.com, kemungkinan besar berasal dari ular.

Para ahli di China menemukan virus serupa pada tubuh ular jenis trait yang banyak ditemukan di Cina bagian selatan dan Asia Tenggara.

Ular yang bernama latin Bungarus multicinctus itu sangat berbisa. Para ilmuwan telah menemukan kode genetic virusnya dan patogen yang bertanggung jawab atas wabah ini adalah jenis virus corona baru. WHO memberi nama virus ini 2019-nCoV.

Per 22 Januari, jumlah pasien yang terinfeksi telah mencapai 555 orang. Sebanyak 444 kasus dilaporkan di Wuhan. Kota itu telah melakukan karantina di beberapa tempat dan menutup layanan transportasi publiknya. (*)

 

Tags: Chinahuankuliner ekstrimvirus verona
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

China Sebut Amerika Serikat “Pecandu Perang” dan Biang Kekacauan Dunia
Internasional

China Sebut Amerika Serikat “Pecandu Perang” dan Biang Kekacauan Dunia

by Mujaddid
1 Maret 2026
62
Aplikasi Qur’an Paling Populer Dihapus dari App Store China
Internasional

Aplikasi Qur’an Paling Populer Dihapus dari App Store China

by Mujaddid
16 Oktober 2021
461
Internasional

China Blokir Kedatangan Tim Investigasi Asala-usul Virus Corona

by Mujaddid
7 Januari 2021
180
AS Sebut OBOR adalah Modus China Meletakkan Militernya di Negara Lain
Internasional

AS Sebut OBOR adalah Modus China Meletakkan Militernya di Negara Lain

by Mujaddid
2 September 2020
488
Internasional

Makan Hewan Liar di Shenzhen China Akan Dilarang, Dendanya Sampai Rp 100 Juta

by Mujaddid
8 Mei 2020
264
Internasional

Data Milik China Bocor, Terungkap Penahanan Muslim Uighur Karena Sentimen Agama

by Mujaddid
19 Februari 2020
376
Internasional

Wuhan Bak “Zombieland”, Para Korban Virus Corona Tumbang di Jalan-jalan

by Mujaddid
26 Januari 2020
738
Internasional

Buntut Kicauan Ozil Soal Penindasan Muslim Uighur, China Murka dan Ancam Arsenal

by Mujaddid
12 Februari 2020
264
WikiLeaks Pernah Ungkap Rencana China Sekulerkan Muslim Indonesia
Internasional

WikiLeaks Pernah Ungkap Rencana China Sekulerkan Muslim Indonesia

by Mujaddid
8 Mei 2020
575
Internasional

Heboh, Dokumen Penindasan Muslim Uighur Bocor

by Mujaddid
14 Februari 2020
228

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Gandeng PDM Sabang, SPs UMSU Gelar PkM Berbasis Potensi Lokal
  • Amankan Dua Laga Kandang Beruntun, PSMS Tekuk Persikad Depok 4-0
  • Mengembalikan Kedaulatan yang Tergadai: Perlunya RUU Migas 2026 Berkiblat Pada UU No. 8/1971
  • Kapolri Baru Tetap Polisi
  • Benteng Takwa Cegah Ghazwul Fikri: Menuju Kebangkitan Islam Berkemajuan
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Mengembalikan Kedaulatan yang Tergadai: Perlunya RUU Migas 2026 Berkiblat Pada UU No. 8/1971
Nasional

Mengembalikan Kedaulatan yang Tergadai: Perlunya RUU Migas 2026 Berkiblat Pada UU No. 8/1971

Kapolri Baru Tetap Polisi
Jufri Daily

Kapolri Baru Tetap Polisi

Benteng Takwa Cegah Ghazwul Fikri: Menuju Kebangkitan Islam Berkemajuan
Islam

Benteng Takwa Cegah Ghazwul Fikri: Menuju Kebangkitan Islam Berkemajuan

Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah: Merawat Kebersamaan, Menjaga Ruh Islam Berkemajuan
'Aisyiyah

Marhaban Muktamar 49 dan Tantangan Tata Kelola Lingkungan

Kapolri Baru, “Menguji Kewenangan, Menagih Kepercayaan”
Nasional

Kapolri Baru, “Menguji Kewenangan, Menagih Kepercayaan”

UMSU di Panggung 2045: Menjawab Kompas Kapolri di Era Bonus Demokrafi
Nasional

UMSU di Panggung 2045: Menjawab Kompas Kapolri di Era Bonus Demokrafi

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.