No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Radicalism: Effects, Causes and Solutions

20 April 2022
in Esai
Reading Time: 10 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Surya Darma Hamonangan Dalimunthe

There are at least two ways to define radicalism. One is through etymological accuracy, the other popular interpretation. Etymologically, the word ‘radicalism’ originates from the root ‘radical’. Merriam-Webster Word Central website stated that:

Our word radical was formed from the Latin adjective radicalis, which simply meant “of or relating to a root.” The Latin word radix meant “root.” This meaning was kept when the word radicalis came into English as radical, but new senses developed too. Since a root is at the bottom of something, radical came to describe what is at the base or beginning, in other words, what is “basic, fundamental.” Later, radical was used to describe something that was extremely different from the usual. Then, as a noun radical came to be applied to a person who wants to make extreme or “radical” changes in the government or in society.

Indeed, the popular interpretation for the word ‘radical’ is currently related to extreme changes in government or society. Andy Fitzgerald has written that even though being labeled a ‘radical’ is nowadays often meant as an insult, history tells us otherwise:

BACA JUGA

Dari Klasik hingga Kontemporer: Sejarah Perkembangan Munasabah Al-Qur’an

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

“Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya” dan Tantangan Menjaga Ruh Muhammadiyah

Indonesia yang Dibangun oleh Cerita-cerita Kecil

Medusa

Refleksi Perkembangan Dakwah Islam di Indonesia

It’s a similar scenario with “radical” – a word often used to evoke associations with extremism, instability and an absolutist approach to politics. But the popular usage belies the important role many radicals have played in promoting democracy and justice throughout history, not to mention the continued role radical ideas and activism have to play in unfinished projects .

Fitzgerald wrote that in the context of the United States of America, “it was “radicals” who were responsible for sowing the seeds of two of America’s most important social movements: worker rights and racial justice.” He cited Saul Alinksy, the father of American community organizing, who wrote, “America was begun by its radicals. America was built by its radicals. The hope and future of America lies with its radicals.”

If the word radical has negative and positive interpretation, in Indonesia the word radicalism is more often than not perceived negatively. A popular definition of the word as can be found in casual conversation and mass-media is described in Wikipedia Indonesia:

Radikalisme adalah suatu paham yang dibuat-buat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan.

Namun bila dilihat dari sudut pandang keagamaan dapat diartikan sebagai paham keagamaan yang mengacu pada fondasi agama yang sangat mendasar dengan fanatisme keagamaan yang sangat tinggi, sehingga tidak jarang penganut dari paham / aliran tersebut menggunakan kekerasan kepada orang yang berbeda paham / aliran untuk mengaktualisasikan paham keagamaan yang dianut dan dipercayainya untuk diterima secara paksa.

To discuss radicalism in Indonesia, this paper uses this last definition, focusing on the phrases “cara-cara kekerasan” and “fanatisme keagamaan”. Another focus is on Islam as the religion of the majority.

(Next….)

Page 1 of 4
12...4Next
Tags: RadicalismSurya Darma Hamonangan Dalimunthe
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Islam

Universitas Kelas Akhirat

by Mujaddid
12 Mei 2023
216

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Rimbawati, Dosen UMSU yang Mengubah Rongsokan dan Limbah Menjadi Energi untuk Desa
  • Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
  • Cari Pewarta Foto Hilang Kontak, ANTARA Perkuat Koordinasi dengan Basarnas dan Polda Banten
  • Hari Kedua Pencarian 8 Korban Speedboat Hilang, Tim SAR Gabungan Sisir Perairan Krakatau
  • Cari Jurnalis yang Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau, PFI Pusat Berkoordinasi Intensif dengan Tim SAR Gabungan 
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
Muhammadiyah

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

Desil dan Bantuan: Antara Tepat Sasaran dan Gaya Hidup
Daerah

Desil dan Bantuan: Antara Tepat Sasaran dan Gaya Hidup

Budak Tahta (Buta)
M. Risfan Sihaloho

Budak Tahta (Buta)

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.