No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result
Home
Daerah

Pemberhentian Ribuan Tenaga Honorer, Secara Kasuistik Pemprovsu Harus Perhatikan 2 Hal ini

by Mujaddid
31 Mei 2020
in Daerah
Reading Time: 2 mins read
0
0
0
SHARES
166
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID-Medan || Langkah Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi untuk melakukan penghematan anggaran melalui kebijakan pemberhentikan ribuan tenaga honorer di  Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemvrovsu) terus menuai tanggapan dari pelbagai kalangan.

Sosiolog FISIP UMSU, Shohibul Anshor Siregar mengatakan, dalam birokrasi pemerintahan Indonesia tenaga honorer tidak hanya ada pada birokrasi, tetapi juga pada sektor pendidikan. Karena itu, kata Shohibul, hal itu mencerminkan beberapa hal yang amat serius.

Pertama,  gagal perencanaan. Jika dalam sebuah kementerian atau instansi pusat dan daerah ada perencanaan yang baik, maka perhitungan atas volume kerja dan pendayagunaan sumberdaya manusia tidak akan terjadi.

“Adanya tenaga honorer, apalagi dalam jumlah besar, adalah fungsi kegagalan perencanaan di isntansi itu,” ujarnya Ketua Lembaga Hikmah dan Kajian Publik PW Muhammadiyah Sumut ini.

Kedua, kegagalan pengawasan. Top manajer dalam sebuah instansi pemerintahan mestinya tahu visi, misi dan program kerja institusinya berikut besaran sumberdaya manusia yang ada berikut dengan klasifikasi rank, keahlian dan sebagainya.

“Pasti ada masalah dalam manajemen jika seorang top leader tak tahu besaran jumlah berlebih tenaga honorer yang dipimpinnya,” sebutnya.

Ketiga, penyelewengan. Shohibul mengatakan, sudah rahasia umum bahwa di dalam kebobrokan birokrasi rekrutmen honorer umumnya beralasan ganda.

Pertama ialah menjadi pemasukan uang sogok bagi oknum tertentu. Kedua, menjadi katup pengaman bagi akomodasi permintaan orang-orang elit internal dan eksternal.

Menurut Shohibul, memang bukan tidak mungkin ada faktor ketiga yang bukan kategori penyimpangan, yakni tindakan lincah menyiasati kekurangan tenaga yang dirasakan nyata pada masa antara di luar jadwal resmi rekrutmen.

“Model ini mestinya tidak mengabaikan proses rekrutmen yang lazim dengan mengutamakan merit system. Juga tidak bisa diterima mengabadikan status tak begitu jelas tenaga honorer. Ini sebuah cela yang nyata,” ujarnya, Selasa (5/11/1912).

Keempat, kasuistik. Jika Edy Rahmayadi akan melakulan sesuatu atas masalah ini, tentu saja ada sejumlah pilihan. Terkait hal ini, menurutnya ada  2 hal yang secara kasuistik harus diperhatikan.

Pertama, mengklasifilasi semua tenaga honorer itu berdasarkan potensi. Mereka yang sangat potensial dan masih belia seyogianya diprioritaskan dalam mengisi formasi dalam perencanan rekrutmen baru.

Menurutnya, mereka yang memenuhi kriteria terbaik itu malah tidak perlu ikut lagi testing dan bahkan nanti setelah resmi diangkat langsung pangkatnya disesuaikan dengan masa kerja dan mereka tidak perlu lagi ikut latihan prajabatan yang umumnya diwajibkan bagi setiap pegawai baru. Mereka tak memerlukan itu sama sekali.

“Tetapi Edy Rahmayadi harus memastikan mekanisme ini tidak justru kontraproduktif karena sangat potensil menjadi mainan koruptif bagi oknum-oknum di lingkungan birokrasi,” jelas  Koordinator nBASIS (Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya) ini.

Kedua, memberhentikan semuanya dengan diberi ganjaran uang yang jumlahnya pantas dan surat keterangan pengalaman kerja.

“Dari mana uangnya? Dicarilah dan tidak manusiawi memperlakukan orang dengan mengusirnya begitu saja padahal yang salah adalah birokrasi itu sendiri,” sebut Shohibul.

Kelima, kenyataan Faktual. Jangan lupa, kata Shohibul, bahwa dalam praktiknya tenaga honorer di birokrasi maupun di lembaga pèndidikan itu tak sedikit yang menjadi andalan karena merasa bahwa produktivitas merekalah yang menjadi taruhan eksistensi mereka. Begitu tak berprestasi dengan mudah mereka bisa dibuang.

Karena itu Shohibul yakin, kecuali mereka yang dititipkan oleh elit politik tertentu, kapasitas dan kapabilitasnya cukup unggul.

Saya mengenal beberapa di antara mereka, baik yang belasan tahun mengabdi dalam jalur birokrasi mau pun jalur pendidikan,” pungkasnya. (*)

Tags: Edy RahmayadiPemprovsuTenaga Honorer

Related Posts

Muhammadiyah di Mata Seorang Edy Rahmayadi
Daerah

Muhammadiyah di Mata Seorang Edy Rahmayadi

8 November 2024
292
Catatan Kritis Survei Elektabilitas Pilkada Sumut
Daerah

Catatan Kritis Survei Elektabilitas Pilkada Sumut

11 Oktober 2024
218
Daerah

PDIP Usung Edy Rahmayadi, Pengamat: Peristiwa Penting di Tengah Gejala Kemunduran Demokrasi

11 Agustus 2024
80
Daerah

Didukung PDIP, Ini Sejumlah Tokoh yang Dianggap Layak Dampingi Edy Rahmayadi

31 Juli 2024
217
Daerah

Pilgubsu 2024, PDIP~PKS Jajaki Koalisi dengan Nama “RASA”, Bagaimana dengan Edy Rahmayadi?

27 Maret 2024
314
Martabat, Bencana dan Pekong
Daerah

Martabat, Bencana dan Pekong

5 September 2023
108

Recent Posts

  • Perkuat Ekosistem Digital Kampus, Rektor UMSU Temui Menteri Komdigi Meutya Hafid
  • Jadi Kontingen Terbesar di ASEAN, UMSU Utus 47 Mahasiswa Kuliah dan Studi Pengalaman di Malaysia
  • Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan
  • Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara
  • Memperkuat Karakter dan Pengabdian, FH UMSU Lepas 441 Mahasiswa Peserta KKN 2026

Recent Comments

  1. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  2. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  3. Ashsaism mengenai IMM Sumsel Dukung Zaki Nugraha jadi Caketum pada Muktamar IMM XX Palembang
  4. Ay mengenai Temanku
  5. Akuntansi mengenai Dukung Swasembada Pangan Nasional, Penyuluh Pertanian OKUT Normalisasi Saluran Irigasi

Follow Global Journal on:

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

© 2026 JNews – Premium WordPress News & Magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?
Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required.
Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.