No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Muhammadiyah, Konteks Kelahiran dalam Sebuah Versi

5 Juni 2020
in Kemuhammadiyahan
Reading Time: 6 mins read
0
A A
0
Pengurus Besar Muhammadiyah 1918-1921

Pengurus Besar Muhammadiyah 1918-1921

Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Nirwansyah Putra, Dosen FISP UMSU


Muhammadiyah didirikan pada 8 Dzulhijjah 1330 H bertepatan pada 18 November 1912. Organisasi ini baru saja memeringati milad ke-105, diukur dari kalender gregorian dan usia ke-109 dari kalender Hijriyah. KH Ahmad Dahlan, mungkin saja, tak menyangka kalau organisasi yang didirikannya ini telah menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di dunia. Apakah Muhammadiyah berdiri dengan tiba-tiba?

Berpijak pada konteks historis, ada perlu meneropong situasi sosial politik kultural kawasan nusantara Indonesia waktu itu, saat wilayah ini menjadi salah satu kawasan penyebaran Islam dunia. Tak hanya soal dakwah Islam, melainkan juga pergolakan perlawanan terhadap kolonialialisasi Eropa yang dulu melanda dunia, termasuk Indonesia. Dalam rangkaian itu, tercatatlah nama Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah yang didirikannya.

Islamic Golden Age yang disebut dalam rentangan abad ke-8 hingga ke-13, juga menyentuh bibir pantai di Indonesia. Paling tidak, dalam Encyclopedia of Islam and the Muslim World Vol. 2 (2004) karangan Richard C Martin, dituliskan, ada bukti pedagang Muslim Arab yang telah memasuki kawasan Indonesia sejak abad ke-8. Meski, baru pada akhir abad ke-13 penyebaran Islam secara intensif dan terorganisir dimulai.

Peta sejarah masuknya Islam ke bumi nusantara.

Menurut keterangan Fred R. Von Der Mehden, seorang profesor politik Islam Timur Tengah dan Asia Tenggara dalam artikelnya berjudul Indonesia yang dimuat di The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World (1995), awalnya, Islam diperkenalkan melalui pedagang Arab Muslim, lalu dilanjutkan oleh kegiatan dakwah. Islam semakin meluas ketika bantuan dari para penguasa dan bangsawan lokal yang masuk Islam. Pendakwah itu tak hanya dari Arab tapi juga berdatangan dari beberapa wilayah seperti dari Asia Selatan seperti Gujarat dan Asia Tenggara lainnya seperti Champa, dan kemudian dari Semenanjung Arab selatan seperti Hadhramaut, Yaman.

Pada abad ke-13, pemerintahan Islam mulai muncul di pesisir utara Sumatra. Dalam jurnal The Far Eastern Quarterly edisi November 1942, sebuah artikel berjudul Islam in the Netherlands East Indies karangan Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo, dituliskan kalau pengelana Eropa bernama Marco Polo, dalam perjalanan pulang dari China pada 1292, melaporkan setidaknya satu kota muslim di Sumatra. Bukti pertama dari sebuah dinasti Muslim adalah nisan tersebut, bertanggal AH 696 (1297 M), atas nama Sultan Malik al- Saleh, Muslim pertama penguasa Kesultanan Samudera Pasai. Menjelang akhir abad ke-13, Islam didirikan di Sumatera Utara. Catatan Ibn Batutta, pengelana muslim dari Maroko, soal ini, lebih rinci dari laporan Marco Polo.

Secara umum, pedagang lokal dan keluarga serta pejabat kerajaan adalah yang pertama mengadopsi agama baru ini, yaitu Islam. Penyebaran Islam di antara kelas penguasa juga dilakukan dengan cara menikahi perempuan setempat, sementara pedagang besar menikahi keluarga elit penguasa. Sebagian literatur menyebut, di era ini penyebaran Islam dilakukan tidak secara otomatis cepat namun berangsur-angsur. Namun, pada abad ke-15, pertumbuhannya semakin cepat karena di wilayah pesisir Timur Indonesia, Kesultanan Malaka di Semenanjung Melayu dan kesultanan Islam lainnya mendominasi wilayah ini. Otomatis, wilayah laut menjadi di bawah kekuasaan muslim dan menjadikan wilayah ini menjadi salah satu hub penting dalam jalur perdagangan internasional ke kawasan Afrika, Timur Tengah dan wilayah China.

Sebelumnya di abad ke-14, Islam juga telah berdiri di timur laut Malaya, Brunei, Filipina barat daya hingga ke pesisir Laut Jawa. Naiknya kerajaan Islam di nusantara juga menandai kemunduran kerajaan Hindu Jawa, Majapahit, di daerah pedalaman Jawa Timur. Karena laut dikuasai kerajaan muslim, maka pedagang Muslim dari Arabia, India, Sumatra dan Semenanjung Melayu, dan juga China mulai mendominasi perdagangan regional yang pernah dikuasai perekonomian Majapahit yang sebenarnya lebih bersifat agraris.

Dinasti Ming Cina dikabarkan menjalin hubungan dengan kerajaan Malaka. Pelayaran Zheng Zheng Ming (1405-1433) diinformasikan telah memengaruhi terbentuknya pemukiman muslim China di Palembang dan pantai utara Jawa. Disebutkan, pada 1430 telah terbentuk jaringan saudagar muslim Arab, Melayu hingga China di pelabuhan utara Jawa seperti Semarang, Demak, Tuban, dan Ampel. Otomatis, muslim telah menanamkan pengaruhnya yang kuat di pesisir utara Jawa. Hingga akhir abad ke-16, kerajaan muslim yang dominan selama masa ini di antaranya Samudera Pasai di Sumatera bagian utara, Kesultanan Malaka di Sumatera timur, Kesultanan Demak di Jawa Tengah, Kesultanan Gowa di Sulawesi Selatan, dan kesultanan Ternate dan Tidore di Kepulauan Maluku di bagian timur Indonesia.

Tulisan-tulisan dari Richard C Martin dan Fred R. Von Der Mehden, menerangkan, proses asimilasi kepulauan nusantara dengan Islam dikaitkan dengan proses perdagangan, konversi kerajaan, dan penaklukan. Dengan demikian, Islam telah menggantikan Hinduisme dan Buddhisme sebagai agama yang dominan di Jawa dan Sumatra pada akhir abad ke-16.

BACA JUGA

Sipirok Kota Bersejarah: Dari Kopi, Kerukunan, hingga Semangat Muhammadiyah

Muhammadiyah: Gerakan Sosial dalam Pemberdayaan Umat

Djaginduang Dalimunthe, Menantu Pak ND Pane

Musyawarah Nasional Tarjih Ke-32: Catatan dan Refleksi dari Anak Muda

Pancasila dalam Pandangan Muhammadiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

Selama proses ini, Richard C Martin menyebut, “Pengaruh budaya dari era Hindu-Budha sebagian besar dapat ditolerir atau dimasukkan ke dalam ritual Islam.” Sementara Fred R. Von Der Mehden mengatakan, Islam tidak serta merta menghapus budaya yang sudah ada sebelumnya. Sebaliknya, ia memasukkan dan menanamkan unsur-unsur adat dan non-Islam dalam soal hukum dan seni, dan membingkainya sebagai tradisi Islam. Sebagian kalangan menyebut, proses ini di sisi yang lainnya telah menumbuhkan apa yang disebut dengan sinkretisme Islam.

Selain itu, proses keberagamaan juga semakin mendalam. Tumbuhnya aliran-aliran sufisme waktu itu, seperti Naqshbandiyah dan Qadiriyya juga telah menarik orang-orang Indonesia yang baru pindah agama. Sufisme berkembang pesat, termasuk aliran sufi yang bersifat mistisisme. Di antara sufi Indonesia yang paling penting saat itu adalah Hamzah Fansuri, yang juga seorang penyair, dan penulis yang disebutkan wafat pada 1590. Beberapa sumber barat menyebutkan, Hamzah Fansuri merupakan salah seorang di antara sedikit orang yang mula-mula telah melakukan ibadah haji. Dia juga diinformasikan telah melakukan perjalanan dari Sumatera, semenanjung Malaya, India, Makkah-Madinah hingga Baghdad. Hamzah dikabarkan wafat di Makkah.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Islamkelahiran muhammadiyahmuhammaduyahsejarah muhammadiyah
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Sang Maestro 2026: Ikhtiar Muhammadiyah Jatim Mendokumentasikan Jejak Perjuangan Tokoh Lokal
Daerah

Sang Maestro 2026: Ikhtiar Muhammadiyah Jatim Mendokumentasikan Jejak Perjuangan Tokoh Lokal

by Mujaddid
6 Juli 2026
55
Kerugian Manusia Apa Adanya
Esai

Kerugian Manusia Apa Adanya

by Mujaddid
12 Mei 2026
54
Antara Iman dan Aksi: Mengapa Kebenaran Berhenti di Hati?
Islam

Antara Iman dan Aksi: Mengapa Kebenaran Berhenti di Hati?

by Mujaddid
23 Februari 2026
78
Kesalehan Ekologis
Nasional

Kesalehan Ekologis

by Mujaddid
13 Desember 2025
93
Ketika Orang-orang Baik Diam!
Esai

Kompleksitas Kehidupan dan Tahun Baru

by Mujaddid
4 Januari 2024
97
Kondisi Otak Saat Shalat (Sebuah Analisis Ilmiah)
Keislaman

Kondisi Otak Saat Shalat (Sebuah Analisis Ilmiah)

by Mujaddid
8 Agustus 2023
1.6k
Koleksi Kata-kata Mutiara tentang “Sujud”
Islam

Koleksi Kata-kata Mutiara tentang “Sujud”

by Mujaddid
3 Juli 2023
5.9k
Parlemen Setan
Esai

Iqbal, Islam dan Barat

by Mujaddid
23 Juni 2023
459
Internasional

Ini 5 Penemuan Muslim yang Mengubah Dunia

by Mujaddid
9 Juni 2023
1.2k
Mengenal “Medikal Profetik”, Pengobatan Ala Nabi
Esai

Mengenal “Medikal Profetik”, Pengobatan Ala Nabi

by Mujaddid
29 April 2023
160

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Rimbawati, Dosen UMSU yang Mengubah Rongsokan dan Limbah Menjadi Energi untuk Desa
  • Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
  • Cari Pewarta Foto Hilang Kontak, ANTARA Perkuat Koordinasi dengan Basarnas dan Polda Banten
  • Hari Kedua Pencarian 8 Korban Speedboat Hilang, Tim SAR Gabungan Sisir Perairan Krakatau
  • Cari Jurnalis yang Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau, PFI Pusat Berkoordinasi Intensif dengan Tim SAR Gabungan 
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
Muhammadiyah

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

Desil dan Bantuan: Antara Tepat Sasaran dan Gaya Hidup
Daerah

Desil dan Bantuan: Antara Tepat Sasaran dan Gaya Hidup

Budak Tahta (Buta)
M. Risfan Sihaloho

Budak Tahta (Buta)

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.