No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Dahlan

Nirwansyah Putra Panjaitan

7 Oktober 2019
in Esai, Muhammadiyah
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Marilah menelisik gambar peta barang sejenak. Di bagian sudut kanan atas ada tanda empat mata angin. Di situ, Timur Tengah dan Afrika berada di kawasan barat, sementara Indonesia di bagian paling kanan di atas benua Australia. Paling kiri bagian peta ada benua Amerika. Itu kalau peta tersebut menghampar. Bila peta itu berbentuk globe, maka benua Amerika akan berada di sebelah Indonesia dipisahkan Samudra Pasifik yang sangat luas. Keduanya sangat jauh sehingga tak terjadi koneksi di masa-masa lalu.

Namun, pada masa keemasan Islam, abad ke-8 hingga 13, terjadi koneksi antara Afrika, Timur Tengah, India hingga ke Asia Tenggara, dan lalu naik ke atas, ke China. Dua jalur utama yang menghubungkan itu adalah jalur sutra darat dan laut. Dulu, dibukanya Terusan Suez di Mesir yang menghubungkan Asia-Afrika, membuat waktu tempuh lewat laut menjadi lebih cepat. Di kisaran abad-abad itu, dengan pusat peradaban yang berada di Timur Tengah (Baghdad, Damaskus dan lain-lain), maka kawasan-kawasan yang menjadi jalur perekonomian adalah Afrika dan Asia. Karena itu pula, kedua kawasan itu tingkat perekonomiannya menjadi lebih tinggi dari kawasan Eropa dan Amerika. Dengan sumber daya alam yang melimpah di Asia dan Afrika, maka menjadi wajar kalau ekspansi ekonomi ditujukan ke dua kawasan ini dan bukannya ke Eropa dan Amerika yang lebih sedikit sumber daya alamnya.

Dengan jalur itu, maka Asia Tenggara, di mana kepulaun Indonesia berada di lintas jalur khatulistiwa (lintasan peredaran matahari), menjadi salah satu tujuan utama perdagangan. Dalam pada itu, agama Islam yang menjadi fundamen dari peradaban Timur Tengah, khususnya ketika dimulai Dinasti Abbasiyah di Baghdad, juga menyebar ke Indonesia.

BACA JUGA

MDMC Sumsel Respon Gempa Bumi Pasaman Barat

Maksimal Gerakkan Semua Potensi Melawan Pandemi, Namun Muhammadiyah Merasa Masih Kurang Berbuat

Pidato Milad 107 Tahun Muhammadiyah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Songsong Muktamar, Angkatan Muda Muhamadiyah Sumut Gelar Jalan Sehat

Haedar Nashir Kembali Ingatkan Masyarakat untuk #RamadanDiRumah

Siswa SDIT Muhammadiyah Manggeng Bantu Keluarga Korban Kebakaran

Kejatuhan Baghdad pada abad ke-13 oleh Mongol telah menandai kemunduran Islam. Namun di kawasan Asia Tenggara, peralihan kerajaan-kerajaan maritim nusantara menjadi kerajaan Islam, justru sedang akan mencapai puncaknya menggantikan kerajaan-kerajaan Hindu-Budha. Hingga kemudian masa pun berubah.

Naiknya perekonomian Eropa dengan berekspansi ke negara-negara Asia Afrika, lalu revolusi industri, membuat Eropa semakin berjaya. Hampir seluruh kawasan Asia Afrika dijajah oleh Eropa. Indonesia dijajah Inggris, Portugis dan kemudian Belanda. Berbarengan dengan itu, Eropa juga menyebarkan agamanya, Kristen.

Namun, kontak yang sudah terjadi di antara wilayah-wilayah muslim justru tak terputus melainkan semakin kuat dengan adanya solidaritas keagamaan dan rasa senasib sepenanggungan. Tak heran, muslim dari wilayah Indonesia diterima dengan tangan terbuka di Makkah, Madinah, Mesir dan kawasan Islam lainnya. Adanya arus mobilisasi yang semula hanya dalam kerangka keagamaan dan pendidikan, memerdalam adanya keinginan untuk mengembalikan kedaulatan masing-masing wilayah ke tangan penduduk pribumi kembali. Maka, menggeloralah hasrat kuat untuk melawan kolonialisasi dan kristenisasi dari Eropa di seluruh wilayah nusantara.

Seluruh kawasan nusantara terhubung satu sama lain. Kawasan ini juga terkoneksi dengan pusat-pusat Islam di Timur Tengah dan Afrika. Setiap kelompok mempunyai utusan-utusan yang membawa informasi, keinginan dan rasa persaudaraan satu dengan lain. Peziarah-peziarah itu, para pelajar-pelajar itu adalah para penghubung, para kelompok pembawa berita, informasi, kabar. Ada sebuah kata lagi yang disebut “nisbah” yang salah satu artinya adalah perhubungan keluarga, keturunan. Nisbah dan pembawa berita, dalam bahasa Arab disebut Dahlan. (*)

 

Sumber: https://tukangngarang.wordpress.com


 

 

 

Nirwansyah Putra Panjaitan, Dosen FISIP UMSU

Tags: ahmad dahlanDahlan
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Ketua PWM Jabar Ajak Warga Muhammadiyah Dukung dan Sukseskan OlympicAD VII di Bandung
AUM

Ahmad Dahlan: Pengelola dan Pegawai AUM  Harus Berideologi Muhammadiyah 

by Mujaddid
10 Oktober 2025
65
Ketua PWM Jabar Pamerkan Lukisan Kaligrafi Dakwah di Unity Art Project 2024
Daerah

Ketua PWM Jabar Pamerkan Lukisan Kaligrafi Dakwah di Unity Art Project 2024

by Mujaddid
11 September 2024
46
Nukilan

Muhammadiyah Bukan Agama

by Mujaddid
26 Juli 2019
1.5k
Posisi
Nukilan

Posisi

by Mujaddid
24 Juli 2019
113

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Cari Pewarta Foto Hilang Kontak, ANTARA Perkuat Koordinasi dengan Basarnas dan Polda Banten
  • Hari Kedua Pencarian 8 Korban Speedboat Hilang, Tim SAR Gabungan Sisir Perairan Krakatau
  • Cari Jurnalis yang Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau, PFI Pusat Berkoordinasi Intensif dengan Tim SAR Gabungan 
  • Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
  • Belajar Profesionalitas dalam Bekerja, Mahasiswa Prodi Ilmu Aktuaria UMJT Madiun Ikuti Magang di BPJS Kesehatan Madiun
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

Desil dan Bantuan: Antara Tepat Sasaran dan Gaya Hidup
Daerah

Desil dan Bantuan: Antara Tepat Sasaran dan Gaya Hidup

Budak Tahta (Buta)
M. Risfan Sihaloho

Budak Tahta (Buta)

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
Jufri Daily

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.