• About Us
  • http://jnews.io
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Kritik Jokowi Soal RUU KPK, Busyro: Saya Melihat Presiden ini Main-main

by Mujaddid
2019/09/15
Reading Time: 2 mins read
0
Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas.

Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas.

Bagikan di Facebook
Bagikan di Twitter
Bagikan di Whatsapp

TAJDID.ID-Surabaya || Ketua PP Muhammadiyah yang juga mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas melontarkan kritik keras kepada Presiden Joko Widodo terkait beberapa poin dalam draf revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (Revisi UU KPK) yang diinisiasi oleh DPR.

Busro mengatakan, nyatanya Jokowi masih menyetujui tiga poin dalam revisi UU KPK yang menurutnya justru upaya nyata pembunuhan KPK. Bahkan ia pun menilai Presiden kini tengah membodohi publik.

“Saya melihat Presiden ini main-main, tega-teganya membodohi publik. Dikira publik ini bodoh?” kata Busyro, Sabtu (14/9).

RELATED STORIES

Busyro Muqoddas: Karakter Muhammadiyah itu Memberi, Tidak Meminta Apalagi Mengemis kepada Pemerintah

Korupsi Lebih Berat dari Pandemi, Busyro Muqoddas Serukan Muhasabah Politik di Indonesia

22 Mei 2026
147
Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!

Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!

9 Mei 2026
152

Tiga poin itu, kata Busyro, pertama Jokowi menyetujui Dewan Pengawas di KPK. Kedua, Jokowi menyetujui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Ketiga, Jokowi menyetujui perubahan status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sedangkan sejumlah poin yang ditolak oleh Jokowi antara lain; pertama, soal izin pihak luar ketika ingin melakukan penyadapan. Kedua, Jokowi tidak setuju penyelidik dan penyidik KPK hanya berasal dari kepolisian dan kejaksaan. Ketiga, Jokowi tak setuju KPK harus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dalam melakukan penuntutan. Dan keempat, Jokowi tidak setuju pengalihan pengelolaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tak dilakukan oleh KPK.

Menurut Busyro, pandangan Jokowi, terutama sikapnya menyetujui tiga poin revisi UU KPK, masih berpotensi melemahkan KPK.

“Presiden menolak pelemahan dengan menolak [empat] pasal-pasal yang diajukan oleh DPR, tapi dengan menyetujui tiga poin. Tapi tiga poin setelah kita baca, tiga poin itu masih mengandung unsur-unsur yang akibatnya pembunuhan KPK,” katanya.

Dari tiga poin tersebut, Busyro menyoroti salah satunya tentang perubahan status pegawai KPK menjadi ASN. Dikatakannya poin tersebut adalah ancaman nyata terhadap independensi KPK, secara kelembagaan dan kepegawaian.

“Poin ASN adalah bentuk pembunuhan KPK secara smooth, pakai kursi listrik setrum pelan-pelan. Atau pakai arsenik, ya? Pada suatu saat nanti budaya asli sebagai lembaga independen hilang. Otomatis KPK mati,” ujar Busyro.

Lebih lanjut Busro mengatakan, KPK selama ini dibentuk dengan sistem perekrutan yang ketat, sebagaimana diatur dalam UU KPK. Pegawai dan penyidik KPK pun dididik dengan serius, dilatih secara mental dan fisik bahkan oleh Kopassus selama beberapa bulan.

“Kita merekrut pegawai KPK, kita juga mendesain pegawai KPK menjadi periset, analis LHKPN, menjadi penyelidik, dan yang memenuhi syarat menjadi penyidik, itu kemudian kita training dan training-nya gak main-main, secara mental dan fisik. Kita titipkan kepada Kopassus di Lembang,” jelasnya.

Ditegaskannya, pelatihan dan perekrutan pegawai KPK yang didesain sedemikian rupa terbukti mampu menghasilkan SDM yang independen dan bisa menjaga marwah KPK itu sendiri.

“Artinya Desain KPK dengan SDM yang sudah pernah dilakukan sebelumnya hasilnya independen, itu karena tidak ada nilai-nilai dan budaya ASN yang masuk di KPK,” pungkasnya. (*)


 

Tags: Busyro MuqoddasKPKRevisi UU KPK

About Us

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Recent Stories

  • Perkuat Ekosistem Digital Kampus, Rektor UMSU Temui Menteri Komdigi Meutya Hafid
  • Jadi Kontingen Terbesar di ASEAN, UMSU Utus 47 Mahasiswa Kuliah dan Studi Pengalaman di Malaysia

Categories

  • 'Aisyiyah
  • Advertorial
  • AUM
  • Beauty
  • Catatan Hukum
  • Celebrity
  • Celotehan
  • Cerpen
  • Culture
  • Daerah
  • Editorial
  • Entertainment
  • Esai
  • Fashion
  • Foto
  • Health
  • Hizbul Wathan
  • IMM
  • Internasional
  • IPM
  • Islam
  • Jepretan
  • Jufri Daily
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Kemuhammadiyahan
  • Kesehatan
  • Kiat
  • KOKAM
  • Kutipan
  • LabMu
  • LazisMu
  • Living
  • M. Risfan Sihaloho
  • MahasiswaMu Menulis
  • MCCC
  • MDMC
  • Medsos
  • Muhammadiyah
  • Muktamar
  • Muktamar 49
  • Muswil13
  • Nasional
  • Nasyiatul 'Aisyiyah
  • Nukilan
  • Olah Raga
  • Opini
  • Ortom
  • Pedoman
  • Pemilu
  • Pemko Binjai
  • Pemuda Muhammadiyah
  • Pengumuman
  • Percikan
  • Pilkada
  • Prestasi
  • PTM/A
  • Puisi
  • Resensi
  • Sains
  • Sejarah
  • Semarak Muktamar
  • Sosok
  • Syahdan
  • TAJDID Channel
  • Tapak Suci
  • Teknologi
  • Tilikan
  • Tokoh Dunia
  • Tokoh Nasional
  • Travel
  • Ulasan
  • Uncategorized
  • Utasan
  • Video
  • Wawasan

Follow Us

Facebook
Twitter
Instagram
  • Redaksi
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan