Site icon TAJDID.ID

Mengenal Tokoh Literasi Islam

S istem bahasa, yang acapkali diikuti sistem aksara selalu  mengiringi setiap peradaban di dunia. Keberaksaraan masyarakat ini  penting untuk membangun pondasi ilmu pengetahuan.

Berikut ini  beberapa tokoh literasi di dunia Islam  dinilai sangat berjasa membangun peradaban Islam.

Sosok pertama, tentu saja Zayd bin Tsabit, sekretaris Rasulullah SAW.  Ia dikenal atas kontribusinya menuliskan ayat-ayat Alquran selama masa  kenabian. Zaid menjadi salah satu otoritas terkemuka dalam penulisan  Alquran, sampai Umar ibn Khattab menyebut siapapun yang ingin bertanya  tentang Alquran harus merujuk Zayd untuk klarifikasi.

Sementara, Zayd tidak asing di kalangan penghafal al-Quran laki-laki,  para sahabat perempuan memiliki figur Ummu Salamah, Hafsah binti Umar,  dan Aisyah binti Abu Bakar, yang hafal seluruh kitab suci.

Hafsah binti Sereen, juga dikenal memegang otoritas utama dalam dunia  literasi. Hafsah adalah budak yang dimerdekakan oleh Anas bin Malik dan  diketahui telah hafal Alquran pada usia 12. Selain menghafal seluruh  kitab suci, Hafsah juga seorang muhadits dan fuqaha (ahli hukum Islam).

Sebagai mercusuar pengetahuan Islam, banyak sahabat yang datang padanya  untuk berkonsultasi. Sampai hari ini, ia diakui sebagai periwayat  sejumlah hadis.

 

Tokoh ikonik lain, juga dikenal  karena kekayaan ilmu pengetahuan dan kesalehannya. Karena semangatnya  untuk dienul Islam, ia bertekad merawat gadis yatim piatu, yang kemudian  dikenal sebagai Umm ad-Dardaa’.

Umm ad-Dardaa menemani Abu  ad-Dardaa’ belajar berbagai bidang pengetahuan dan ibadah, menyerap  pengetahuan para ulama saat masih remaja.

Apa yang kita tahu  dari para sahabat seperti Zayd, Hafsah, dan Umm ad-Dardaa’, adalah  paparan keberaksaraan di sekitar mereka pada usia muda. Niat mereka  untuk belajar agama tidak pernah goyah. Mereka juga memiliki mentor  hebat yang bertekad untuk menjaga hidupnya api ilmu pengetahuan.

Patut diketahui pula, universitas pertama yang didirikan di dunia  -Universitas al-Qarawiyyin atau al-Karaouine di Fes, Maroko- didirikan  oleh seorang wanita Muslim bernama Fatima al-Fihri pada 859. Sekolah  tersebut menjadi salah satu pusat spiritual dan pendidikan terkemuka  dalam sejarah dunia Muslim.

Lembaga ini juga diakui oleh  Guinness Book of Records dan UNESCO. Al Qarawiyyin masuk ke sistem  universitas modern Maroko pada tahun 1963, dengan menawarkan program  studi di luar studi Islam.(*)


Sumber: onislam.net

Exit mobile version