No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Prof Siti Baroroh Baried, Guru Besar Perempuan Pertama di Indonesia

8 Mei 2020
in 'Aisyiyah, Muhammadiyah, Tokoh Nasional
Reading Time: 4 mins read
0
A A
1
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID || Pada 27 Oktober 1964 dunia pendidikan nasional gempar. Seorang perempuan diangkat menjadi Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Nama perempuan itua adalah Siti Baroroh Baried.

Sungguh pengangkatan ini amat istimewa. Ia mencetak sejarah sebagai guru besar perempuan pertama, bahkan pada usia yang masih 39 tahun. Fakta ini dipertegas Adaby Darban dalam artikel “Lintasan Sejarah Kauman Jogjakarta” (2015), Siti Baroroh Baried adalah profesor perempuan pertama di Indonesia.

Siti Baroroh Baried tidak cuma dikenal sebagai aktivis perempuan, tapi ia juga dikenal sebagai seorang pakar bahasa. Selama dua periode, 1965-1968 dan 1968-1971, ia menjabat sebagai Dekan Fakultas Sastra UGM, serta Ketua Jurusan Asia Barat Fakultas Sastra UGM periode 1963-1975. Ia juga turut mengelola penerbitan Majalah Suara ‘Aisyiyah.

Banyak karya Siti Baroroh terkait pembelajaran mengenai filologi, ilmu tentang bahasa, kebudayaan, pranata, dan sejarah; sebut saja Bahasa Arab dan Perkembangan Bahasa Indonesia (1970), Bahasa Indonesia sebagai Infrastruktur Pembangunan (1980), Panji: Citra Pahlawan Nusantara (1980), Pengantar Teori Filologi (1985), Memahami Hikayat dalam Sastra Indonesia (1985), Kedatangan Islam dan Penyebarannya di Indonesia (1989), dan masih banyak lainnya.

Dilahirkan di Yogyakarta pada 23 Mei 1925, Siti Baroroh masih berkerabat dekat dengan Siti Walidah atau Nyai Ahmad Dahlan. Ayahnya, H. Tamim bin Dja’far, adalah keponakan dari istri pendiri Muhammadiyah itu.

Kemudian ia mencantumkan nama depan suaminya, Baried Ishom, seorang dokter spesialis bedah yang pernah menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

BACA JUGA

Tim Singuara FKIP UMSU Hadirkan GeoCulturAR, Dorong Kesetaraan Pembelajaran Matematika Anak Tunagrahita

Resmi ! PPDB tahun ajaran 2025-2026 SD Mutu Jakarta Dibuka, Daftar Segera !

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Lepas 134 Lulusan Raih Mimpi Masa Depan yang Mencerahkan

Gandeng Diabetasol, Lazismu Labura Sukses Laksanakan Jalan Santai dan Cek Kesehatan Gratis

Webinar MAHUTAMA, Buya Gusrizal Sebut Kondisi Bangsa Indonesia Sekarang ini Seperti Orang Stroke

Dosen UMJT Presentasikan Riset Budaya pada The 76th ICA Annual Conference 2026

Selain Nyai Ahmad Dahlan, Siti Baroroh Baried barangkali merupakan salah satu sosok wanita paling berpengaruh dalam sejarah panjang Muhammadiyah dan tentu saja ‘Aisyiyah. Abd. Rohim Ghazali dalam tulisan di kolom Geotimes.co.id (2016) dengan judul “Kartini-Kartini Muhammadiyah” bahkan menyebut Siti Baroroh sebagai tokoh perempuan Muhammadiyah yang tergolong langka.

Salah satunya seperti yang telah dikatakan oleh Norma Sari, bahwa Siti Baroroh pernah masuk jajaran pimpinan Muhammadiyah. Dan teramat jarang kala itu seorang wanita bisa menembus level terhomat tersebut, bahkan hingga kini.

Menurut Mu’arif, peneliti sejarah sekaligus Redaktur Eksekutif Majalah Suara Muhammadiyah,  Siti Baroroh Baried masuk ke jajaran pemimpin PP Muhammadiyah pada era Muhammad Yunus Anis (1959-1962). Siti Baroroh bukan terpilih dalam muktamar, melainkan masuk melalui jalur tambahan, seperti halnya Noordjannah Djohantini dalam kepengurusan PP Muhammadiyah periode 2015-2020. (sumber: tirto.id)

Di kalangan ‘Aisyiyah yang merupakan organisasi sayap perempuan Muhammadiyah, nama Siti Baroroh Baried memang telah melegenda. Ia adalah Ketua Umum PP ‘Aisyiyah terlama yang menjabat dalam 5 periode secara beruntun, yakni 1965-1968, 1968-1971, 1971-1974, 1974-1977, dan 1978-1981.

Selain aktif di ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah, Siti Baroroh Baried juga pernah masuk dalam kepengurusan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Kader ‘Aisyiyah Sejati
Sebagai putri asli Kauman, Siti Baroroh Baried merupakan kader ‘Aisyiyah sejati. Ia merintis perannya di organisasi perempuan yang bergerak di bidang keagamaan dan kemasyarakatan ini dari jenjang paling bawah hingga menempati posisi tertinggi sebagai ketua umum.

Dalam masa yang cukup panjang itu, Siti Baroroh Baried berandil besar dalam membangun ‘Aisyiyah. Tak cuma lama menjabat sebagai ketua umum, ia juga memperkenalkan organisasi otonom bagi wanita Muhammadiyah yang berdiri sejak 19 Mei 1917 ini ke seantero dunia.

Siti Baroroh selalu membawa nama ‘Aisyiyah ke forum-forum global sekaligus menjalin relasi dengan badan-badan internasional macam UNICEF, UNESCO,WHO, The Asia Foundation, World Conference of Religion and Peace, UNFPA, UNDP, World Bank, dan masih banyak yang lainnya. Sebelum menjadi ketua umum, ia pernah menjabat sebagai Ketua Biro Hubungan Luar Negeri di ‘Aisyiyah.

Sebagai lulusan Universitas Al Azhar Mesir, jaringan Siti Baroroh memang luas. Ia kerap diundang ke berbagai acara internasional, dan ini menjadi ajang yang efektif untuk memperkenalkan ‘Aisyiyah. Salah satunya dalam seminar di Havard University, Amerika Serikat, di mana Siti Baroroh menyampaikan materi “Aisyiyah and The Social Change Woman of The Indonesian” (Suara ʻAisyiyah, Volume 76, 1999: 9).

Atas perannya, ‘Aisyiyah memiliki posisi tawar di luar negeri . Tidak sedikit peneliti maupun akademisi dari berbagai perguruan tinggi di dunia yang tertarik mempelajari tentang ‘Aisyiyah berkat kampanye internasional yang dimotori oleh Siti Baroroh Baried.

Keputusan Siti Baroroh Baried kuliah di Universitas Al Azhar Mesir, setelah lulus dari Fakultas Sastra UGM dan Universitas Indonesia (UI) pada 1952, tentunya bukan tanpa alasan. Ini adalah wujud perjuangan sekaligus pembuktiannya dalam hal emansipasi wanita. Untuk diketahui, kala itu sangat langka perempuan bisa sekolah di luar negeri, dan Siti Baroroh ternyata sanggup membuktikannya.

Siti Baroroh Baried yakin, sebelum Kartini, sebetulnya sudah ditemukan “kesadaran individual” perempuan Indonesia akan betapa pentingnya emansipasi wanita atau pembelaan terhadap perempuan. Ini diungkapkan Siti Baroroh melalui tulisannya berjudul “Islam dan Modernisasi Wanita” yang terangkum dalam buku Tradisi dan Kebangkitan Islam di Asia Tenggara suntingan Taufik Abdullah (1988: 147).

Bentuk emansipasi wanita Indonesia pra Kartini, lanjut Siti Baroroh, dibuktikan dengan adanya usaha untuk mengangkat derajat kaum perempuan sebelum memasuki abad ke-20. Siti Baroroh mencontohkan peran Siti Aisyah W. Tanriolle, seorang ratu dari Ternate yang sudah mendirikan sekolah pada 1856 untuk anak-anak perempuan.

Maka, perjuangan yang ditekuni Siti Baroroh Baried pun tidak jauh-jauh dari persoalan ini. Selain gigih memperjuangkan hak-hak perempuan, ia juga mencurahkan perhatian penuh untuk mengangkat harkat dan martabat kaumnya melalui pendidikan, bahkan sejak usia sedini mungkin.

Selama masa kepemimpinannya di ‘Aisyiyah, Siti Baroroh banyak melakukan pengembangan pendidikan pra sekolah yaitu Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) maupun sekolah-sekolah kejuruan kebidanan dan keperawatan.

Dan berkat rintisan Siti Baroroh dan para pendahulunya, ‘Aisyiyah saat ini memiliki berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, juga pemberdayaan masyarakat. Di sektor pendidikan saja, ‘Aisyiyah kini mengelola lebih dari 4.560 amal usaha, dari kelompok bermain, pendidikan anak usia dini, taman kanak-kanak, tempat penitipan anak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah kejuruan, bahkan sekolah tinggi.

Akan tetapi, emansipasi wanita bagi Siti Baroroh Baried tidak semata-mata usaha untuk menyamakan derajat, bahkan melampaui, kaum lelaki. Siti Baroroh memang memperjuangkan hak-hak perempuan, tapi tetap berjalan pada jalur yang benar sesuai tuntutan agama Islam.

Dikutip dari buku Tentang Perempuan Islam: Wacana dan Gerakan (2004) karya Amelia Fauzia, bagi Siti Baroroh, seorang perempuan bisa diterima untuk memiliki karier di luar rumah. Hanya saja, pada saat yang sama ia juga harus tetap memperhatikan tertib perilaku yang selama ini diasosiasikan dengan kodrat dasar perempuan, khususnya sebagai istri yang menangani urusan internal rumah tangga (hlm. 99).

Selain itu, lanjut Siti Baroroh, perempuan yang bekerja di luar rumah perlu batasan-batasan tertentu sehingga tidak keluar dari kodratnya sebagai perempuan dan posisinya sebagai istri, seperti antara lain harus seizin suami, tidak sampai menelantarkan pendidikan dan perhatian untuk anak-anaknya, dan lain sebagainya.

Maka, setinggi dan sebesar apapun pencapaian yang diraih Siti Baroroh dalam karier, ia tetap menjalani peran sebagai istri dan ibu dengan sebaik-baiknya. Melalui ‘Aisyiyah, ia terus mengkampanyekan edukasi tentang emansipasi wanita yang terkadang kerap dianggap kebablasan.

Siti Baroroh Baried tetap berteguh bersama ‘Aisyiyah hingga akhir hayat. Saat masih menjabat sebagai penasihat PP ‘Aisyiyah sekaligus Pemimpin Umum Majalah Suara ‘Aisyiyah, perempuan langka yang lahir dari rahim Muhammadiyah ini wafat pada 9 Mei 1999 dalam usia 74. (*)


Artikel ini disarikan dari pelbagai sumber.

Tags: Aisyiyahguru besarSiti Baroroh Baried
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Aisyiyah, LATIN, Eco Bhinneka Muhammadiyah Inisiasi Hutan Wakaf SITI KANAYA di Jatim
'Aisyiyah

Aisyiyah, LATIN, Eco Bhinneka Muhammadiyah Inisiasi Hutan Wakaf SITI KANAYA di Jatim

by Mujaddid
2 September 2026
2
Sinergi MPKSDI, Lazismu, dan GKBI, 356 Kader Muhammadiyah Terima Beasiswa 2026
'Aisyiyah

Sinergi MPKSDI, Lazismu, dan GKBI, 356 Kader Muhammadiyah Terima Beasiswa 2026

by Mujaddid
21 Agustus 2026
4
Aisyiyah: Tiang Utama Peradaban, Penguat Negara
'Aisyiyah

Aisyiyah: Tiang Utama Peradaban, Penguat Negara

by Mujaddid
7 Mei 2026
95
Halal Bihalal 1447 H, PP Aisyiyah Teguhkan Ukhuwah dan Dorong Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
'Aisyiyah

Halal Bihalal 1447 H, PP Aisyiyah Teguhkan Ukhuwah dan Dorong Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini

by Mujaddid
8 April 2026
40
Dari Rahim Aisyiyah: Perempuan yang Menguatkan Para Tokoh Bangsa
'Aisyiyah

Dari Rahim Aisyiyah: Perempuan yang Menguatkan Para Tokoh Bangsa

by Mujaddid
11 Maret 2026
37
Aisyiyah: Pilar Penyangga Utama Gerakan Muhammadiyah
'Aisyiyah

Aisyiyah: Pilar Penyangga Utama Gerakan Muhammadiyah

by Mujaddid
20 Januari 2026
53
Eksistensi Aisyiyah Bukti Nyata Kepemimpinan Perempuan yang Berkemajuan
'Aisyiyah

Eksistensi Aisyiyah Bukti Nyata Kepemimpinan Perempuan yang Berkemajuan

by Mujaddid
26 Juli 2025
46
PWA NTT Bangun Komunikasi dan Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
'Aisyiyah

PWA NTT Bangun Komunikasi dan Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah

by Mujaddid
26 Juni 2025
42
Salmah Orbayyinah: Perkuat dan Sinergi untuk Meningkatkan Kebermanfaatan bagi Masyarakat
'Aisyiyah

Salmah Orbayyinah: Perkuat dan Sinergi untuk Meningkatkan Kebermanfaatan bagi Masyarakat

by Mujaddid
16 Januari 2025
50
Praktik Baik Dakwah ‘Aisyiyah Bukti Nyata Kontribusi Perempuan untuk Indonesia Berkeadilan
'Aisyiyah

Praktik Baik Dakwah ‘Aisyiyah Bukti Nyata Kontribusi Perempuan untuk Indonesia Berkeadilan

by Mujaddid
30 Desember 2024
50

Comments 1

  1. Idi Amin says:
    7 tahun ago

    Msh ada yg menjual buku2 ibu Prof?

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Cari Pewarta Foto Hilang Kontak, ANTARA Perkuat Koordinasi dengan Basarnas dan Polda Banten
  • Hari Kedua Pencarian 8 Korban Speedboat Hilang, Tim SAR Gabungan Sisir Perairan Krakatau
  • Cari Jurnalis yang Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau, PFI Pusat Berkoordinasi Intensif dengan Tim SAR Gabungan 
  • Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
  • Belajar Profesionalitas dalam Bekerja, Mahasiswa Prodi Ilmu Aktuaria UMJT Madiun Ikuti Magang di BPJS Kesehatan Madiun
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

Desil dan Bantuan: Antara Tepat Sasaran dan Gaya Hidup
Daerah

Desil dan Bantuan: Antara Tepat Sasaran dan Gaya Hidup

Budak Tahta (Buta)
M. Risfan Sihaloho

Budak Tahta (Buta)

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
Jufri Daily

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.