Site icon TAJDID.ID

PCIM Arab Saudi Gelar Temu Haji Muhammadiyah

Imam Masjid Amerika Prof Dr Syamsi Ali menyampaikan ceramah pada acara Temu Haji Muhammadiyah di Makkah Almukarramah.

TAJDID.ID-Makkah || Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi menyelenggarakan Temu Haji Muhammadiyah pada hari  Rabu (7/8/2019) di kota Makkah.

Tampak hadir dalam kegiatan ini Ketua PP Muhammadiyah Dr Anwar Abbas, Ketua PCIM Saudi Hakimuddin Salim Lc MA dan  sejumlah jamaah haji warga Muhammadiyah.

Dengan mengangkat tema  “Menjalin Silaturrahim, Berbagi, Inspirasi, Raih Mabrur Sejati”, Temu Haji Muhammadiyah tahun ini menampilkan penceramah Prof Dr Syamsi Ali yang merupakan Imam Masjid Amerika sekaligus juga Ketua Cabang Istimewa Muhammadiyah Amerika.

Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumut Dr Abdul Hakim Siagian bersama Imam Masjid Amerika Prof Dr Syamsi Ali dan Ketua PP Muhammadiyah Dr Anwar Abbas dalam kegiatan Temu Haji Muhammadiyah di Makkah Almukarramah.

Dalam ceramahnya Syamsi Ali menceritakan, bahwa karakter orang Amerika pada umumnya adalah masyarakat yang kritis dan selalu ingin tahu. Misalnya terkait peristiawa 11 September 2001 yang menghancurkan menara kembar  di World Trade Center, New York,  dimana yang menjadi tertutuduh adalah Islam. Bahkan ada TV Amerika yang menyebut Al-Qur’an sumber teroris.

Namun, kata Syamsi, tidak semua masyarakat Amerika langsung percaya tudingan tersebut. Bahkan, justru karena tuduhan itu banya orang amerika yang penasaran dan berlomba-lomba  mancari Al-qur’an, hingga di toko-toko habis ludes terjual.

Diungkapkan oleh Syamsi, setelah membaca Al-Qur’an banyak warga Amerika memberi reaksi bahwa merek samasekali tidak menemukan tentang ajaran teroris itu. Bahkan sebahagian dari mereka mengaku, bahwa yang mereka temukan dalam Al-Quran justru lebih  banyak menyebut kasih sayang, persaudaraan, perdamaian.

“Sehingga beberapa orang akhirnya masuk Islam. Dan mereka yang masuk Islam pada umumnya dari generasi muda terpelajar dan profesional. Berbeda dan bertolak belakang dengan mereka-mereka yang murtad,” ungkapnya.

Dari fakta tersebut, kata Syamsi, pertarungan media dan rekayasa nampaknya tidak sukses dalam melancarkan tuduhan terhadap Islam, sehingga kehancuran Islam sebagai teroris itu jadi paradoksi yang bahkan banyaknya orang masuk Islam.

“Karena Al-Qur’an lah jawaban terhadap semua problem ketidakadilan dan perdamaian serta rasis yang di AS meningkat tajam,” sebutnya. (*)


Laporan: Dr Abdul Hakim Siagian SH MH, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumut dari Makkah Al-Mukarrah.

Exit mobile version