No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result
Home
Puisi

Rasa Syukur dan Doa Bersama

by Mujaddid
24 Juli 2019
in Puisi
Reading Time: 3 mins read
0
0
0
SHARES
241
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

Karya: Taufiq Ismail (*)

 

Saudaraku, dapatkah kau bayangkan

Seratus lebih tahun yang lalu masanya

Ada anak muda yang ingin melakukan sesuatu untuk umatnya

Dan dia berbuat

Teman-temannya diajak bersama

 

 

Dapatkah kau perkirakan

Bagaimana sederhana kerja yang dimulainya

Betapa bersahaja lingkungan di sekitarnya

Tetapi jejak panjang ribuan kilometer

Dimulai dengan langkah bersama

Dia menghimpun ummat dengan cita-cita yang sama

Tarjih, tajdid, menolong kesengsaraan umum, mencerdaskan bangsa

Betapa bersahajanya

Dia tidak kenal sistem gerakan, organisasi dan kepemimpinan

Dia tidak tau sumber daya, jaringan, aksi, dan pelayanan

Itu teori-teori abad dua puluh satu ini

Di zaman itu belum dilahirkan

Sementara itu, dengan pandangan mata biru

Lihatlah batas pemisahan

Antara garis air dan tanah di bumi terbentang di bawah sana

Lihatlah sungai, pantai, bukit, sawah, ladang, dan pegunungan

Lihatlah kota, kebun-kebun, jalan berliku, sepanjang lautan, garis pelayaran

Semua muncul dengan garis-garis dan bidang begitu banyak warnanya

Yang begitu indahnya

Kata orang itu sekeping sorga

Itu sekeping jannah ke dunia dilemparkan

 

 

Organisasi ini seratus tahun kemudian

Memeluk seluruh panorama itu

Dimulai ketika tanah air kita baru di mimpi empat puluh lima puluh juta orang jumlah manusianya

Dan kini begitu membesar

Empat sampai lima kali lipat gandanya

Dahulu masih dalam cengkraman kuku penjajahan begitu lama

Kini sudah berbeda dengan rangkaian pengalaman bahagia dan deritanya

Organisasi ini seratus tahun kemudian bertumbuh

Dan membesar ormasnya

Kemudian mendewasa dengan kekayaan pengalamannya

 

 

Lihatlah

Enam ribu taman kanak-kanak

Lima ribu tujuh ratus dua puluh delapan sekolah dasar

Tiga ribu dua ratus dua puluh sembilan SMP

Dua ribu tujuh ratus tujuh puluh enam SMA

Seratus satu SMK

Empat puluh lima mu’allimin dan pesantren

Seratus enam puluh delapan perguruan tinggi

Kemudian, kemudian, tujuh puluh rumah sakit

Dua ratus delapan puluh tujuh BKIA

Tiiga ratus panti yatim piatu

Dan semua ini diurus oleh tiga ribu dua ratus dua puluh satu pengurus cabang

Delapan ribu seratus tujuh pengurus ranting

Kemudian, kemudian, di dunia luar da sana

Di luar Indonesia tiga belas cabangnya

Dan tanah wakaf dua puluh sembilan juta hektar luasnya

Tidak akan terpikirkan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan

Sang pendiri raksasanya ormas ini

 

 

Alhamdulillah, alhamdulillah

Fenomena ini sangat pantas

Dengan rasa sangat dalam disyukuri

Betapa lagi luar biasa

Bila diikuti doa

Dua puluh dua juta anggota di seluruh nusantara

 

 

Yang membacakan puisi ini

Adalah satu dari yang dua puluh dua juta orang itu

Saya terkenang pada masa masuk sekolah dasar hari-hari pertama

Enam puluh delapan tahun yang lalu

Di Sekolah Rakyat Muhammadiyah dua Surakarta

Ketika itu tentara Jepang menduduki Indonesia tahun pertama

 

 

Saya ke sekolah

Lalu diantar ibu saya pagi-pagi

Menyebrang rel kereta api

Lalu menjinjing sabak dan kotak grip kecil bikinan Jepara

Sekali seminggu latihan pandu Hizbul Wathan

HW, pake topi gagah sekali

Saya terkenang ketika saya tamat enam tahun kemudian

Di Sekolah Rakyat Muhammadiyah Ngupasan Yogyakarta

Tahun sembilan belas empat puluh delapan di zaman revolusi

Di ibukota Republik Indonesia

 

 

Terimakasih Muhammadiyah

Guruku di sekolah Muhammadiyah, terima kasih

Pak Solihin, Bu Badriah, terima kasih

Kalian mengajariku ilmu-ilmu

Berhitung, mencongak, ilmu bumi, serta ilmu manusia

Model sebelum masuk kelas

Dipimpin oleh pak Alfian

Satu sekolah berdoa bersama

Tapi

Di Ngupasan

Surat Al Maun yang paling berkesan dari semuanya

Thoamil miskin, thoamil miskin

Memberi makan orang miskin, memberi makan orang miskin

Betapa tertancap dalam

Surat Al Maun

 

 

Demikianlah

Ku doakan guru-guru

Guru-guruku itu

Kemudian ku doakan sahabat-sahabat ayah dan ibuku

Buya Hamka, Iktaulik Paradek, kawan sekelas ayah saya

Pak Farid Makruf, di Kauman

Pak Kahar Muzakkir, di Kotagede

Keduanya guru besar yang sederhana

 

 

Ibu Zaenab Damiri, Ibuku bersama beliau di Aisyiyah di zamanrevolusi

Kemudian, kemudian, ku doakan pula Pak AR Fachruddin

Kyai yang sangat bersahaja

Yang di rumah, yang di halaman rumah beliau

Menjual bensin eceran

Untuk motor mahasiswa

Dan

Ku doakan, ku doakan

Seluruh pemimpin ummat

Tak ku kenal nama dan wajah mereka

Ku doakan persyarikatan ini

Semoga tangguh sebagai bahtera di samudra

Kita semua penumpangnya paham

Ancaman taupan dan gelombang raksasa

 

 

Tapi

Selama tauhid berdetak di jantung

Dan berdesah di nafas

Kita gentar tiada


* Taufiq Ismail adalah penyair nasional yang sangat dekat dengan Muhammadiyah.  Beliau pernah mengenyam pendidikan dan beliau dibesarkan di Muhammadiyah. Puisi ini ia tulis dan bacakan sebagai kado istimewa pada saat Tasyakuran 1 Abad Muhammadiyah tahun 2016.

Tags: Muhammadiyahpuisitaufiq ismail

Related Posts

Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah
Jufri Daily

Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah

8 Agustus 2026
49
SatuMu: Menyatukan Data, Menguatkan Gerakan Muhammadiyah
Jufri Daily

SatuMu: Menyatukan Data, Menguatkan Gerakan Muhammadiyah

4 Agustus 2026
24
Sinergi Bareng Dewan Pers, PP Muhammadiyah Siap Gelar Hari Pers dan Literasi 2026 di UMJ
Kemuhammadiyahan

Sinergi Bareng Dewan Pers, PP Muhammadiyah Siap Gelar Hari Pers dan Literasi 2026 di UMJ

4 Agustus 2026
7
Menjadi Pimpinan Muhammadiyah adalah Kesediaan untuk Berkorban
Jufri Daily

Menjadi Pimpinan Muhammadiyah adalah Kesediaan untuk Berkorban

24 Juli 2026
40
Puisi-puisi Zahra Nur Alfiyah
Nasional

Puisi~puisi Zahra Nur Alfiyah (2)

14 Juli 2026
52
Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan
Daerah

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan

13 Juli 2026
22

Recent Posts

  • Kunjungi Lapas Labuhan Ruku, Sugiat Santoso Minta Pelayanan Pemasyarakatan Terus Ditingkatkan
  • Ketum PP Muhammadiyah: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Jadi Agenda Utama
  • Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka: Soekarno-Hatta dan Wajah Kepemimpinan Indonesia
  • Akademisi UMJT Madiun Kritik Pelecehan Ayat Suci dalam The Sounds Project, Tekankan Pentingnya Etika
  • 81 Tahun: Sudah Berapa Persen Merdeka Kita?

Recent Comments

  1. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  2. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  3. Ashsaism mengenai IMM Sumsel Dukung Zaki Nugraha jadi Caketum pada Muktamar IMM XX Palembang
  4. Ay mengenai Temanku
  5. Akuntansi mengenai Dukung Swasembada Pangan Nasional, Penyuluh Pertanian OKUT Normalisasi Saluran Irigasi
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0

Follow TAJDID.ID on:

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

© 2026 JNews – Premium WordPress News & Magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?
Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required.
Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.