No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result
Home
Opini

Imperialisme 4.0 Semiotik dan Terancamnya Eksistensi Manusia

Oleh Ridho Suwarno S.Sos

by Mujaddid
30 Juli 2019
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
0
Ilustrasi Revolusi 4.0

Ilustrasi Revolusi 4.0

0
SHARES
475
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

Realitas Umat Islam pasca runtuhnya Turki Usmani berdampak universal terhadap kemunduran Islam di seluruh belahan dunia secara bertahap. Padahal Islam pernah menguasai 2/3 dunia hampir selama 13 abad, tapi melihat kondisi sekarang semua berubah hampir 360 derajat. Situasi tersebut tentu tidak menguntungkan dan menyudutkan Islam setelah mampu di kuasai oleh hegemoni barat. Imperialisme, adalah salah satu sistem yang digunakan barat untuk dapat menguasai negara dengan berbagai caranya.

Makna hakiki imperialisme adalah eksploitasi aset berharga milik pihak yang dikuasai baik secara politik, ekonomi, maupun budaya. Lenin menyebut: “Imperalisme was the highest from of capitalism” (Imperialisme adalah bentuk kapitalisme tertinggi). Imperialisme adalah kata yang jarang sekali di dengungkan di hadapan publik karena dianggap tidak relevansi dan cenderung berkonotasi buruk untuk disampaikan dihadapan publik padahal pemaknaan nya tetap sama. Presiden RI pertama Soekarno sendiri saat berpidato di hadapan PBB menyampaikan membenci dan menolak keras setiap upaya imperialisme dan kolonialisme.

Perkembangan yang hari ini sedang kita hadapi adalah bentuk dari “penjajahan” yang di kemas modern yang sejati nya adalah upaya imperialisme. Belakangan ini kita dihadapkan dengan istilah Revolusi Industri 4.0, apa sebenarnya Revolusi industri 4.0 itu. Revolusi industri generasi keempat ini ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Hal inilah yang disampaikan oleh Klaus Schwab, Founder dan Executive Chairman of the World Economic Forum dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution.

Melihat konteks kekinian, terutama era digital, saya mencoba memperluas makna imperialisme, tak hanya menyangkut negara menguasai negara; tapi juga korporasi menguasai korporasi; atau korporasi menguasai individu. Esensinya tetap sama yaitu hegemoni, superioritas, dominasi, dan pemaksaan pengaruh satu pihak ke pihak lain.


Mengacu pada pengertian baru ini saya membagi imperialisme modern ke dalam tiga gelombang besar.Imperialisme 1.0 adalah penguasaan oleh negara-negara penjajah (imperialnations) terhadap tanah-tanah baru di Asia, Afrika, hingga Amerika Latin.

Imperialisme 2.0 adalah penguasaan oleh korporasi-korporasi digital raksasa terhadap internet yang kemudian diikuti pencaplokkan terhadap perusahaan lain di seluruh dunia.

Imperialisme 3.0 adalah penguasaan oleh negara, korporasi (seperti Cambridge Analytica dan Facebook), atau individu terhadap seluruh umat manusia melalui penguasaan data privat yang sangat besar yang kini kita kenal dengan big data.

Sebuah ironi yang seharusnya tidak terjadi, bahwa era revolusi industri 4.0 muncul di tengah permasalahan ketenagakerjaan seperti banyaknya pengangguran dan tingkat kesejahteraan manusia yang jauh dari standar layak. Betapa tenaga kerja manusia akan dihargai murah bahkan tidak dibutuhkan lagi dan mengancam eksistensi manusia.

Fenomena di atas merupakan kemajuan teknologi yang tidak bisa di bendung, namun dalam konteks ini kita harus mampu menganilisis sejauh mana perkembangan tersebut bermanfaat dan mudharat nya bagi umat manusia. Sebagai kaum intelektual dibutuhkan nalar kritis melihat fenomena di atas. Imperialisme yang dilakukan barat terhadap negara-negara di dunia sejati nya terus menerus dilakukan dengan menanamkan dan mereduksi pengaruh lewat teknologi yg sedang dibangunnya.

Warisan nilai-nilai Islam klasik sudah mulai tergerus dengan adanya percepatan teknologi dan memaksa kita untuk mengikuti percepatan tersebut. Penyematan status intelektual yang disematkan kepada kita harus mampu menganilisis problem ini dengan kajian wawasan epistemologis dan aksiologis. Pemikiran yang fundamental harus dilakukan dalam menjawab kecemasan ini. Ada beberapa penawaran langkah yang bisa dilakukan:

Pertama, langkah dekonstruksi. Langkah dekonstruksi ini dilakukan dengan menjelaskan aspek isinya, metodologi, dan juga penjelasan terhadap konteks sosio-historis yang melatar- belakangi kelahirannya, serta perkembangannya saat ini. Kemudian, memberikan penilaian atas kelebihan dan kekurangannya juga bagaimana fungsinya di masa sekarang.

Kedua, langkah rekonstruksi. Langkah ini dilakukan dengan cara mentransfer teori-teori lama yang masih dapat dipertahankan seperti rasionalisme ke dalam perspektif baru yang didasarkan pada perkembangan realitas kontemporer. Teori-teori tersebut selanjutnya dibangun menjadi sebuah ilmu yang berorientasi kepada kema- nusiaan.

Ketiga, langkah pengintegrasian. Langkah–langkah pengintegrasian ilmu-ilmu atau pemikiran klasik dan merubahnya menjadi ilmu kemanusiaan baru.

Semoga ini bisa menjadi kajian lebih mendalam sebagai bentuk eksistensi dan rasa syukur atas anugerah Allah terhadap nalar kritis kita yang terus berkembang. (*)


 

 

Penulis adalah Aktivis IMM Sumatera Utara

Tags: opinirevolusi 4.0

Related Posts

Kelindan Syahwat Politik dan Nafsu Bisnis
Nasional

Kelindan Syahwat Politik dan Nafsu Bisnis

17 Februari 2025
502
Revitalisasi Peran Profetik Kaum Intelektual
Opini

Revitalisasi Peran Profetik Kaum Intelektual

1 September 2020
900
Pemimpin: Antara Harapan dan Kekecewaan
Opini

Pemimpin: Antara Harapan dan Kekecewaan

5 Agustus 2020
2.3k
Opini

Keberagamaan dalam Pentas Politik

18 September 2019
205
Muhammadiyah Antipoda Demokrasi Indonesia?
Muhammadiyah

Muhammadiyah Antipoda Demokrasi Indonesia?

11 September 2019
157
Suara Rakyat Suara Tuhan?
Opini

Suara Rakyat Suara Tuhan?

23 Oktober 2020
293
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share
    0
    Tweet 0

Persyarikatan

Ketum PP Muhammadiyah: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Jadi Agenda Utama
Kebangsaan

Ketum PP Muhammadiyah: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Jadi Agenda Utama

Akademisi UMJT Madiun Kritik Pelecehan Ayat Suci dalam The Sounds Project, Tekankan Pentingnya Etika
Muhammadiyah

Akademisi UMJT Madiun Kritik Pelecehan Ayat Suci dalam The Sounds Project, Tekankan Pentingnya Etika

Gebyar HUT RI 81 dan Syiar Muktamar 49 Muhammadiyah, PRM Titi Papan Gelar Beragam Kegiatan
Daerah

Gebyar HUT RI 81 dan Syiar Muktamar 49 Muhammadiyah, PRM Titi Papan Gelar Beragam Kegiatan

UMSU 1957 FC: Dari Lapangan Kampus, Menendang Bola Kemajuan
Jufri Daily

UMSU 1957 FC: Dari Lapangan Kampus, Menendang Bola Kemajuan

Langkah Progresif Kampus Berkemajuan: UMSU Siap Dirikan Klub Sepak Bola Profesional ‘UMSU 1957 FC’
Muhammadiyah

Langkah Progresif Kampus Berkemajuan: UMSU Siap Dirikan Klub Sepak Bola Profesional ‘UMSU 1957 FC’

Rektor UMSU Cetak Gol di Final, Rektorat FC Segel Juara Piala Rektor 2026
Daerah

Rektor UMSU Cetak Gol di Final, Rektorat FC Segel Juara Piala Rektor 2026

Opini

Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka: Soekarno-Hatta dan Wajah Kepemimpinan Indonesia
Jufri Daily

Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka: Soekarno-Hatta dan Wajah Kepemimpinan Indonesia

81 Tahun: Sudah Berapa Persen Merdeka Kita?
Nasional

81 Tahun: Sudah Berapa Persen Merdeka Kita?

UMSU 1957 FC: Dari Lapangan Kampus, Menendang Bola Kemajuan
Jufri Daily

UMSU 1957 FC: Dari Lapangan Kampus, Menendang Bola Kemajuan

Adab Lebih Dulu daripada Artificial Intelligence
Nasional

Adab Lebih Dulu daripada Artificial Intelligence

Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan
Jufri Daily

Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan

Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara
Daerah

Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara

Follow TAJDID.ID on:

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

© 2026 JNews – Premium WordPress News & Magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?
Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required.
Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.